Nasihat Ibu

Dari sekian banyak nasihat ibu, ada satu yang paling saya ingat, kalimat itu diucapkan sehari sebelum saya meninggalkan rumah untuk pergi melanjutkan pendidikan.

“Kesetiaan dan pengendalian diri itu diuji ketika kamu sudah memutuskan sebuah pilihan. Semakin dewasa, di depan mata banyak tawaran menggiurkan dan di antaranya kamu harus memilih salah satu. Kamu pasti akan memilih sesuatu yang lebih menguntungkan untuk diri sendiri, seperti menjadi sesuatu yang mudah untuk dilakukan, tapi yang tidak pernah kamu tahu adalah pilihan-pilihan tersebut banyak yang semu. Maka selanjutnya yang paling sulit adalah menanggung risiko atas pilihan tersebut, memikulnya setiap hari ke mana pun kamu pergi. Pada masa itu, kamu dapat menilai dirimu sendiri: sebenarnya pribadi seperti apa kamu selama ini?”

Dulu saya tidak mengerti, hanya mampu menganggukkan kepala ketika kalimat-kalimat tersebut keluar dari mulut ibu. Sampai akhirnya tadi pagi ibu menelepon, secara mengejutkan di tengah perbicangan beliau mengulang kalimat yang sama persis seperti beberapa tahun lalu. Di ujung pembicaraan itu, ibu kembali menasihati.

“Untuk semua keputusan yang sudah kamu pilih, jalanilah dan jangan pernah bepikir untuk lari. Jangan pernah menjadikan semua hal sebagai tersangka sebab menyalahkan sekitar hanyalah usaha yang sia-sia. Memang pahit rasanya harus menanggung risiko atas kesalahan sendiri, tapi di balik rasa pahit itu manusia belajar untuk mengerti bahwa kita tidak luput dari kekeliruan. Maka sebelum memutuskan apa pun, siapkanlah hati yang lapang untuk menerima hasil akhirnya. Berani bertanggung jawab atas segala pilihan adalah awal mula dari penyelesaian masalah itu.”

Pada detik itu, saya ingin menampari diri sendiri.

“Seperti sebuah kendaraan, kamulah pengemudinya yang menetukan mau pergi ke mana dan lewat jalur apa. Tapi tak berhenti sampai di sana, untuk kecepatan kendaraan kamu juga yang bertanggung jawab. Kalau terlalu lambat, kamu butuh waktu yang lama untuk sampai. Kalau terlalu cepat, ada kemungkinan untuk menabrak sesuatu. Apa pun yang terjadi di antara keduanya, kamu harus berbesar hati menerima dan menanggungnya sebab semua kamu putuskan dengan sadar. Kalau tidak pernah keliru dalam memutuskan sesuatu, tidak ada hal yang membuat manusia untuk mau belajar dan bersabar.”

Hari ini saya mengucap banyak syukur di antara kemalangan yang menghampiri. Lagi-lagi nasihat-nasihat ajaib ibu selalu menjadi kekuatan dalam proses saya bertumbuh dan belajar.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top