Mencukupkan Segalanya

Mungkin hari ini buruk. Bertahan sehari lagi rasanya susah setengah mati. Banyak yang terjadi di luar rencana, tenaga habis menghadapi hal-hal tersebut. Diri harus pintar membagi waktu untuk menyelesaikan segala kekacauan. Belum lagi harus mengatur pikiran dan perasaan agar sejalan dalam mengambil keputusan. Banyak masalah yang mendera dan tak kunjung reda. Beban-beban yang ada sudah tidak sanggup dipikul, rasanya ingin menyerah.

Memiliki rasa lelah itu wajar. Tidak akan ada yang abadi, baik sedih maupun bahagia.

Maka untuk hari ini, cukupkanlah segala senang dan sedih. Cobalah beristirahat sejenak, menepi dari segala hiruk pikuk yang ada. Jika dengan berhenti sesaat mampu memberi perasaan aman, lakukanlah. Jika dengan menangis dapat melegakan hati, lakukanlah. Berhenti sesaat bukan berarti mengakhiri yang ada dan menangis tidak menjadikan diri kalah.

Jangan terlalu keras, hari ini, beri sedikit waktu untuk diri sendiri dan lakukan hal-hal yang dicintai: makan makanan yang disukai, tidur dengan cukup, mendengarkan musik, menonton film, atau membaca buku. Jangan biarkan diri direbut kecemasan sampai lupa memberikan haknya. Emosi boleh sedang kacau tapi tubuh tetap harus stabil.

Tidak ada yang tahu pasti kapan semuanya akan kembali membaik, namun dalam diri tetap harus ada pengharapan. Setiap hari kita punya kesempatan mengusahakan segalanya agar lebih baik. Manusia punya perannya masing-masing, nikmati sesuai porsinya, jangan terlalu berlarut.

Merasa lelah itu wajar. Istirahatlah, jangan menyerah.

Kita kuat, tenang saja; kita akan sembuh.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top