Bijak Menggunakan Media Sosial

Di zaman modern seperti sekarang, kehidupan manusia tidak bisa lepas dari internet. Perkembangan teknologi internet memiliki dampak yang besar apalagi di saat pandemi seperti ini. Internet menawarkan kemudahan dalam bidang pekerjaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, keagamaan, kesenian hingga kemudahan untuk menemukan berbagai informasi penting. Beberapa tahun terakhir internet juga punya peranan besar dalam kegiatan bersosialisasi. Internet menawarkan beragam situs atau aplikasi untuk menambah relasi, menyediakan forum dengan topik tertentu untuk mendiskusikan banyak hal, memungkinkan untuk interaksi tanpa harus tatap muka, mempertemukan banyak orang secara daring untuk berkenalan, bertanya, berkarya, bertukar cerita, berbagi informasi, mengeluarkan pendapat, serta sederet hal lainnya.

Layanan media sosial yang disediakan internet memudahkan pengguna untuk berinteraksi bahkan memungkinkan untuk membentuk dunia virtual. Hampir setiap orang memiliki media sosial untuk berbagai kepentingan, setiap orang bisa membuat akun pribadi, mengelolanya secara mandiri, kemudian terhubung dengan pengguna lain untuk berkomunikasi. Bahkan pemerintah juga turut mendukung pemanfaatan media sosial untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun di balik itu semua, ada ketidakmampuan untuk mengontrol penilaian orang lain tentang laman media sosial kita. Setiap posting-an di lini masa akan mendapat tanggapan dari orang lain, beragam respons yang masuk memaksa kita untuk menerima dan membacanya; akan ada kalimat-kalimat pujian namun sebuah kritik tidak bisa dihindari, ada pernyataan setuju lalu beberapa lainnya menyatakan ketidaksetujuan.

Di media sosial kita rentan untuk menjadi korban bahkan pelaku perundungan maya. Tidak jauh beda dengan perundungan yang terjadi di dunia nyata, di dunia maya perundungan juga dilakukan untuk mengintimidasi korban dengan mengirimkan pesan bernada kasar atau vulgar, mengancam untuk melukai seseorang, mem-posting pernyataan yang tidak benar tentang seseorang atau dengan sengaja menjelek-jelekkan untuk merusak citra bahkan mem-posting hal pribadi atau hal memalukan tanpa persetujuan pihak yang bersangkutan. Perundungan maya berpengaruh pada kehidupan seseorang dan memiliki dampak yang panjang. Jika perundungan nyata hanya terjadi di waktu dan tempat tertentu, perundungan maya terjadi selama 24 jam dan di mana saja. Alasan perundungan maya biasanya adalah ketidaksukaan atau kebenciaan terhadap seseorang dan memilih internet sebagai wadah untuk mengintimidasi, tak jarang pelaku juga orang-orang terdekat. Seperti korban perundungan di dunia nyata, korban perundungan maya juga memiliki kecenderungan untuk berlaku kasar di kemudian hari bahkan korban berpotensi untuk mengakhiri hidup.

Dengan adanya kemudahan untuk menggunakan media sosial, kita kerap kali hanyut sampai lupa dengan batasan. Ada hal-hal yang kita lakukan di media sosial untuk maksud bercanda, namun orang lain menganggap hal tersebut bukan sebuah candaan dan membuat mereka menjadi marah serta tersinggung. Interaksi tanpa tatap muka dan bahasa nonverbal yang sulit diterjemahkan membuat kita sering kali membayangkan konteks berbeda serta menafsirkan hal tersebut juga berbeda, hal ini yang menyebabkan salah persepsi. Di media sosial kita tidak dapat mengontrol orang lain untuk tidak tersinggung juga tidak bisa memaksa orang lain mengikuti jalan pikiran kita. Kadang kala pada diri sendiri juga muncul perasaan marah atau tersinggung atas posting-an orang lain, namun kebebasan berpendapat yang kita miliki tidak bisa juga digunakan secara semena-mena untuk membalas itu semua.

Media sosial memang menjadi candu, kemudahan akses yang ditawarkan kerap membuat kita lalai, bahwa interaksi dan komunikasi di dunia maya juga punya adab dan etika. Sulit untuk bisa mengontrol perbuatan orang lain pada akun media sosial mereka, maka kitalah yang dituntut untuk mengontrol diri sendiri dalam menggunakan media sosial.

Sebagai pengguna media sosial penting untuk meningkatkan budaya literasi, menyaring berbagai informasi, menjaga lisan dan tulisan serta menekan ego untuk tidak buru-buru menanggapi sesuatu yang dapat menimbulkan kegaduhan. Tidak juga menjadikan media sosial sebagai tempat balas dendam, bersembunyi di balik akun anonim untuk menjatuhkan seseorang bukanlah perbuatan terpuji, jika memang ada hal-hal yang tidak berkenan selesaikanlah secara tatap muka. Jangan sampai lepas kontrol kemudian menjadikan media sosial sebagai tempat perundungan,
yang akan memberikan dampak buruk bagi pengguna lainnya. Fitur yang ditawarkan media sosial seharusnya menjadi pembuktian seberapa bijak pengguna, sulitnya meredam emosi menjadi sebuah tantangan untuk mendewasakan diri.

Jadikanlah media sosial sebagai jejak bahwa kita pernah belajar untuk menjadi manusia yang bijak, mampu mengendalikan diri atas semua huru-hara di lini masa. Membagikan hal-hal positif di lini masa, yang ketika dibaca menyenangkan dan menenangkan hati. Kita semua selalu punya pilihan dalam menggunakan akun media sosial.

Mari tetap bersenang-senang dengan bijak!

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Destty Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Destty
Guest
Destty

💛💛💛

Top