Jadi Lebih Hidup atau Jadi Lebih Redup

Sudah berapa banyak malam yang kau habiskan dengan menangis sampai matamu lelah lalu tertidur? Seperti itu caramu untuk tidur setiap malamnya? Kau merasa dirimu tak layak akan semua hal indah dan kau tak berhak bahagia atas hidupmu. Kau anggap semua perjuanganmu tak pernah cukup untuk membalikkan keadaan. Semua usahamu dianggap tak ada artinya. Sehingga kau pikir, dirimu tidak akan pernah cukup baik.

Menurutmu, ini adalah cara terbaik agar kau dapat tertidur lelap dan bangun dengan rasa lebih lega di setiap pagi, menangis terisak sampai kau sesak, sampai matamu perih dan bengkak, dengan kesunyian yang menyamankanmu. Tak ada yang melihatmu sebagai orang yang penuh luka. Kau terlalu lelah untuk terus berpura-pura kuat setiap waktu, bingung harus berbuat apa, muak untuk menjelaskan apa yang kau rasa karena ramai orang pun tidak ada yang bisa mengerti. Coba bayangkan, perasaan dan pikiran inikah yang mau terus kau bawa sebelum terlelap? Beginikah caramu untuk tertidur setiap harinya?

Pikiran inilah yang terus berputar di ruang gelap kepalaku. Setiap hari, terus bertanya pada diriku sendiri, “Apa yang sebenarnya kau inginkan?”

Saat ini, aku tak lagi menginginkan hal yang membuatku jatuh. Aku hanya tak ingin luka terus menggerogoti hidupku, maka aku putuskan untuk terus memasang senyum walau jarang sekali ada yang tahu kalau aku sedang memanjakan luka. Mungkin luka bukan punyaku seorang, tapi hidup bukan tentang luka saja bukan? Ada mimpi yang harus kugapai, ada bahagia yang harus kuwujudkan, ada masa depan yang harus kukejar. Perlahan tapi pasti, langkahku maju dengan keyakinan. Aku akan terus bangun ketika hidup dan orang-orang menyebalkan itu kerap kali menjatuhkanku berkali-kali. Aku enggan membawa luka yang terus menghantui setiap langkah, aku hanya ingin kembali hidup.

Sampai satu titik, aku bosan mendengarkan semua omong kosong yang ada di dalam pikiranku, bahwa semestinya untuk menyembuhkan luka ialah tumbuh bersama luka tersebut, terbiasa dengan sakit, belajar menerima yang menjadi penyebab luka, menerima kalau kau pernah terluka dan kecewa terlalu dalam. Lalu relakan luka dan kejadian yang membuatmu sesak. Ikhlas tak akan muncul begitu saja tanpa dilatih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top