Salah Lukaku

Ayahku ribut sendiri, seperti sedang mengutuk sesuatu. Dari ruang TV dia meneriakkan kata-kata “lukaku” dan “salah” berulang kali. Aneh sekali ayah berkata seperti itu. Saat aku keluar kamar, aku melihat ayah sedang menonton bola. Rupanya, Lukaku dan Salah adalah pemain bola. Dari tadi ayah tidak mengutuk luka, tapi ia meneriaki pemain bola di televisi. 

Pertandingan malam itu dimenangkan oleh Liverpool, tim Salah, unggul 3-1 atas Manchester United, tim Lukaku. Ayah pegang Liverpool, jadi ia santai Lukaku banyak salah dan bersyukur atas performa Salah. Namun, isi timeline Twitter-ku malam itu ramai sekali akan orang yang menyalahkan Lukaku. 

Perihal luka, mau itu Lukaku, lukaku atau lukamu, tidak ada yang salah. Luka terjadi karena berbagai alasan. Ada yang masuk akal, ada yang tidak. Ada yang bisa kau mengerti sekarang, ada yang baru kau paham kelak. Tak seharusnya kita terlalu mengutuk luka-luka itu. Dari jatuh dan terbentur, kita jadi belajar cara berjalan lagi. Awal-awalnya terasa sakit, terlihat pincang, melelahkan. Tapi dari hari ke hari, luka mereda dan kita kembali berfungsi. 

Luka tidak pernah salah, yang mungkin salah adalah pemaknaannya. Luka ada bukan untuk selamanya ditangisi dan dikutuk. Kita perlu belajar mengambil kebaikan dari luka. Seperti saat kecil jatuh dari sepeda, luka berkali-kali, tapi tak menghentikanmu belajar naik sepeda. Atau saat belajar memasak, berkali-kali terbesit pisau, tapi sekarang kau jadi koki terbaik di rumah. Selalu ada perban untuk setiap luka. Akan tetapi, dalam luka batin, bentuk perbannya tentu berbeda. 

Sayangnya, kita tidak pernah diajari cara menyembuhkan luka. Bahkan, salah satu kelihaian kita adalah memelihara luka. 

“Jadi luka itu salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue?”

Biarkan luka hadir sebagai bukti atas kejadian yang benar-benar terjadi. Luka bisa dilihat sebagai bentuk validasi. Berkali-kali jatuh bangun belajar naik sepeda direkam bekas luka di lutut kirimu. Perih-perih mengiris lemon juga suka terasa. Kecerobohan di lapangan juga membekas sampai tidak boleh main lagi. 

Bukan salah siapa-siapa jika luka itu ada. 

Lagi pula, perihal Lukaku, ia takkan disalahkan lagi kalau Manchester United dan Liverpool bertemu besok. Ia sudah pindah ke Inter Milan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top