Menghargai Proses

Seorang anak kecil menarik-narik baju ibunya di supermarket. Ia setengah meraung, tidak jelas. Namun, setelah kuperhatikan ternyata ia ingin beli kornet kalengan. Sayangnya, begitu sama-sama bayar di kasir, saya tidak melihat ada kornet kaleng itu. Si anak masih menyembuhkan dirinya dari tangisannya yang membeludak tadi. Kasih ibu memang luar biasa. Dengan lembut ia katakan, “Jangan sering-sering makan yang begitu. Kurang sehat.” Di satu sisi saya paham kekhawatiran ibu tersebut. Akan tetapi, sebagai mahasiswa teknologi pangan, mendengar pernyataan yang merendahkan kaleng, saya terdiam. 

Selama menjadi mahasiswa, saya belajar begitu banyak proses pembuatan makanan dan minuman. Mulai dari yang dikemas dengan plastik, hingga yang dikemas dalam kaleng. Setiap produk memiliki proses yang begitu bermanfaat untuk makanan yang hendak dijual. Misalnya saja proses pemasakan di temperatur sekian akan mengeliminasi bakteri-bakteri yang tidak baik untuk tubuh. Atau juga proses penambahan bahan apa yang bisa menambah umur makanan, dari satu mesin ke mesin lainnya; dari tangan pemanen hingga terhidang di mejamu. 

Menghargai proses pembuatan makanan bisa menjadi salah satu cara menghargai prosesmu. Dalam pembuatan makanan, ada proses yang bernama High Pressure Processing (HPP), di mana makanan itu akan diberikan tekanan supaya hal-hal yang kurang baik di dalam sistemnya bisa hilang, supaya kamu yang hendak memakannya tidak keracunan atau bolak-balik ke toilet buang hajat. Begitu pula kita manusia. Kita ditempa begitu banyak tekanan dari segala arah. Hal yang belum kita sadari, mungkin, adalah hasil dari tekanan itu. Kita belum bisa melihat hasilnya karena kita masih berada di bawah tekanan itu. Kita sedang berproses. Kita masih diproses. 

Tekanan yang kamu rasakan mungkin tidak memiliki satuan pascal. Namun, itu tidak menghapus fakta bahwa tekanan itu tetap ada dan terasa. Fakta lainnya, dengan adanya tekanan yang mengarungi, artinya kau masih berproses, kau masih hidup. Tidak seperti makanan yang akhirnya bisa disajikan di meja untuk dinikmati, definisi akhirmu akan dinilai ketika kau sudah menjadi titik. 

Berterima kasihlah pada dirimu sendiri karena sudah mau berproses untuk nantinya dinilai baik, dinilai bijak, dinilai luar biasa. Jangan lupa ketika makan nanti, berterima kasihlah pada makananmu itu. Ia sudah melalui proses yang panjang supaya kebutuhanmu terpenuhi. Semua hal yang ada di dunia ini pasti melalui proses-proses. Makananmu, binatang peliharaanmu, tanaman potmu, tempat tidurmu, alat musikmu, telpon genggammu, komputermu, begitu pula kau.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top