folder Filed in Cerpen, Hidup, Sekitar, Yang Lain
Ibu-ibu Di Depan Warung
“Bu, gak pulang?” tanyaku. “Saya rumah,” Otakku mendadak bingung berusaha mengerti bahasa Ibu tersebut.
Firnita Taufick comment One Comment access_time 1 min read

Seorang anak pernah datang ke warungku
Ia ribet, bawa koper dan gendolan lainnya
seperti mau pulang kampung
tapi lebaran masih lama
“Bu, titip ya!” katanya
Ia tunjuk seorang ibu-ibu tua
sedang duduk, lamunannya jauh
sembari menggigiti tusuk gigi
“Mau kemana?” tanyaku pada anak itu
“Pamit, Bu.”

Sore-sore warungku tutup
sebelum maghriban di masjid
Ibu-ibu itu masih ada, menguap
Matanya berair, mungkin mengantuk
“Bu, gak pulang?” tanyaku
“Saya rumah,”
Otakku mendadak bingung
berusaha mengerti bahasa Ibu tersebut
Matanya kosong tapi menangkap pembicaraan
membalas pertanyaan, dengan bahasa yang
jauh juga, seperti lamunannya tadi siang
“Anak itu, siang, anak saya,
saya dititipkan ke kamu ya?
Saya Ibu anak itu tapi saya
renta dan runtuh.
Anak saya anak baik, pergi pakai pamit
pakai titip juga ke kamu ya?
Jadi saya pulang kemana hari ini, Nak?”
Yang benar saja Ibu ini, pikirku,
langsung minta kasur untuk tidur
“Oh, iya, anak itu,”
Sialan
“Mulia ya, Bu,
Hmm, yaudah yuk, Bu, ini saya mau pulang
Ada barang apa yang bisa saya bantu bawa ke rumah?”
Ibu itu menggelengkan kepalanya
seakan-akan hidupnya sudah sangat melarat
perlahan berdiri, meraih tanganku
“Makasih, Nak, sudah bersedia dititipin rumah,”
lagi, otakku bingung
“Gak apa-apa, Bu. Oh, ya aku manggilnya Bu siapa nih?”
“Bu Mi, aja Nak,”
Oh, ternyata,
anak sialan itu, anak mulia
anak mulia itu agak sialan
Hari ini aku dititipkan Bu Mi
yang tunggal tidak bersuami,
kakak adiknya ada tujuh jauh-jauh semua,
mungkin ini terkait dengan lamunan tadi siang

Bu Mi menggenggam tanganku erat
penuh harapan
Sialnya, aku anak tunggal juga
Sendiri juga harus menjaganya
kecuali ada dari kamu-kamu yang bersedia
kuhampiri, kutitipkan Bu Mi
Boleh. Boleh sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

  1. good ^^.. suka dengan penulisan yang digunakan di paragraf ke-2.
    Butuh pemahaman, tapi voillaaaa menakjubkan.