Bersama, Bertransisi

“Sebaiknya kalau kita mengikuti kegiatan-kegiatan yang sifatnya transendental, ada baiknya enggak sendirian sih. Bareng sama orang yang kita percaya. Supaya mereka juga paham perasaannya melalui itu semua,” kata Rara Sekar, kurang lebih begitu, di suatu sesi Instagram Live. 

Secara definisi, transendental memiliki arti menonjolkan hal-hal yang bersifat kerohanian, sukar dipahami, gaib, dan abstrak. Hal pertama yang mungkin muncul di benak kita tentang transendental bisa jadi melihat hal-hal gaib, atau merasakan masa depan, dan sejenisnya. Akan tetapi, dari definisinya yang juga mencakup sukar dipahami, menjadi remaja juga merupakan hal yang bersifat transendental. 

Untuk menyetarakan persepsi remaja, saya mengambil contoh umur 11–19 sebab bahasa Inggris remaja adalah teenager, dan rentang umur itu yang memiliki buntut kata teen. Ya, kecuali eleven dan twelve, tapi mari kita anggap mereka sekelompok. Coba pikirkan tiga hal yang pernah kamu lakukan di rentang umur itu. 

Ngapain ya dulu begitu?

Kenapa ngelakuin itu sih?

Mendadak timbul pertanyaan-pertanyaan untuk diri sendiri. Kita jadi merasa asing dengan diri sendiri yang mungkin sudah kita tinggalkan perlahan-lahan. Sering kali ketika saya sedang mengingat ulah-ulah lama, saya jadi sering menghubungi orang-orang yang pernah ada di momen itu juga. Kalau saya sedang mengingat masa-masa SMP, saya bisa jadi teleponan dengan beberapa teman dari zaman SMP hingga tengah malam. Hal yang serupa terjadi pada masa SMA. Tentunya kita jadi sama-sama menertawakan ulah masing-masing, yang sialnya masih lekat di kepala dan hal ini tidak terjadi hanya pada satu dua orang. Di masa remaja, otak kita mengalami perubahan yang sangat drastis. Ia menjadi spons memori yang begitu mudah menyerap apa pun yang terjadi selama masa itu.

Sekarang ini, mengenang memori diperlukan untuk menyadari transisi diri yang terjadi. Mungkin ada yang tidak sempat diproses waktu itu karena terlalu banyak yang terjadi di masa remaja. Walau sekarang sudah di jalan masing-masing, waktu yang dirayakan bersama selama remaja tidaklah sebentar. Remaja adalah kejadian yang transendental, dan saya cukup beruntung bisa melaluinya bersama siapa-siapa yang waktu itu ada. Saya benar-benar tidak bisa dan tidak mau membayangkan apa rasanya melalui masa remaja seorang diri. Memang, segalanya lebih mudah jika dilakukan bersama, termasuk bertumbuh.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top