Pesan dari Masa Lalu

Ada sebuah kalimat dari orang tuaku yang disematkan saat aku masih duduk di sekolah dasar dan membekas erat dalam ingatan hingga detik ini.

“Kamu harus bisa berdiri di kakimu sendiri, karena pada akhirnya kamu hanya akan punya kamu di masa depan. Ayah dan ibu enggak tahu sampai kapan bisa ada di samping kamu, dan enggak mungkin akan terus di samping kamu.”

Begitulah kira-kira bunyinya. Maka setelah aku dikenalkan dengan kalimat tersebut, aku menjadi sosok pemikir. Termasuk memikirkan secara intens terkait hal-hal yang akan terjadi di masa depan, bahkan hal-hal di masa lalu pun kujadikan “nina bobo” langganan saat menjelang tidur.

Dan bersamaan dengan itu, terbentuklah aku di masa sekarang. Aku menjadi sosok yang sering bertanya mengapa seseorang melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan, hal yang bisa membuatnya kemudian tidak aman disebabkan oleh ulah bodohnya sendiri. Tidak bertanggung jawab atas dirinya sendiri adalah kalimat paling tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut. Begitulah pikirku, saat itu.

Namun, seiring berjalannya waktu, aku jadi paham mengapa manusia punya berbagai referensi berbeda terkait “bertanggung jawab atas diri sendiri” yang dimaksud. Manusia adalah makhluk dengan sejuta pemikiran, walau kepala dan raga mungkin terlihat mirip di depan, tapi hati dan isi kepala siapa yang tahu? Apa yang mereka dan aku lewati adalah suatu jalan yang berbeda, menghasilkan cerita dan keputusan yang berbeda pula, itulah yang membentuk kita menjadi manusia yang tumbuh bersama patahan-patahan yang tak semua orang punya. Mengapa kita dengan berani melabeli seseorang hanya karena referensi yang dimilikinya bukan seperti milik kita?

Saat ini, kacamataku mengenai “tanggung jawab terhadap diri sendiri” adalah dengan memikirkan hal-hal terkait tumbuh kembangku menjadi manusia yang lebih baik dan tidak menyesali keputusan yang telah aku ambil dengan berani dan bahagia. Sekalipun itu menyisakan sedikit penyesalan, begitulah cara kerja kehidupan. Karena pada akhirnya, kita dihadapkan pada dua pilihan, hendak memasangkan layar di atas kapalmu sendiri, selamanya, atau memasang layar di atas kapal orang lain, selamanya?

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top