Bukan Salah Luka

Aku tak pernah menolak jika diberi luka,
kuanggap Tuhan memberi jalan agar aku tumbuh jadi lebih dewasa.

Begitu pun aku,
masih suka salah tingkah jika luka sudah tiba,
akan kuterima selapang dada apa,
atau akan kumaki sekeras apa,
semuanya masih kutimbang dan kupertanyakan dalam kepala.

Kadang luka yang datang masih itu-itu saja,
tapi sembuhnya, lagi-lagi tampak ragu dan butuh disayang-sayang dulu.
Kadang luka baru datang dengan cara yang tak disangka,
malah sembuhnya yang terburu-buru.

Sepertinya, aku masih harus belajar mengenali dan bernegosiasi dengan luka.
Mengenalnya lebih dalam, bukan lagi berpura-pura untuk paham.

Namun,
jika senang kubagi dan resah kusesap seorang diri,
sudah betulkah caraku dalam menerima realita yang tidak sempurna?

3 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top