Aku Vol. 2

Waktu berlalu dengan sadar,
kadang juga tidak.
Manusia, tabiat, dan segala yang rutin,
beberapa mulai berubah dan berulah.

Saat pandemi tiba,
aku juga mencoba berkenalan dengan ragam perasaan,
entah sekadar perasaanku semata,
atau memang rasa baru yang dikecap banyak yang tak biasa.

Aku bertemu dengan banyak berhasil, gagal, patah, dan sembuh.
berkenalan,
rindu,
melupa,
lalu bertemu dengan yang baru.

Terjebak,
mengeluh,
terpaksa,
lantas berujar,
“hmmm, ternyata nikmat juga, ya.”

Buruk-buruknya,
terkadang aku terlalu percaya diri,
terlampau menyibukkan diri,
sampai tak jarang menyulitkan tubuh sendiri.

Baik-baiknya,
aku bertemu dengan diriku dalam dua versi,
aku dalam versi yang paling menyenangkan,
dan aku dalam versi yang paling menyebalkan.

Bagiku,
selama pandemi,
aku seperti terlahir kembali.

4.3 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top