Teruntuk Aku

Duhai diri, sudahkah kau merayakan kemenanganmu hari ini? Menang atas semua rasa benci dan bersalah yang menghantui tanpa henti. Aku yang selama ini murung, terkurung oleh kalut yang membendung adaku, kini telah bertumbuh dan tak akan lagi sama seperti dulu.

Aku yang merdeka, merayakan ruah cinta dan limpah asa yang tak pernah kurasa sebelumnya. Aku yang pada diri begitu acuh, sibuk mengemis kasih pada sesiapa yang bahkan tak mau tahu, pada akhirnya sanggup berdiri tegak atas kemauan dan keteguhan yang kupendam sekian waktu.

Wahai diri, maafkan aku yang begitu sulit mengasihimu sebagaimana aku mengasihi segalanya, maafkan aku yang acap kali berkelit setiap kau datang menuntut secercah cinta. Sejatinya, kebodohan diri yang menghalangiku untuk tersadar, bahwasanya kau, dan hanya kaulah seorang yang pantas untuk dicinta, jauh sebelum hati ini terbagi untuk lainnya.

Menarilah, singsingkan kebahagiaanmu, bahagia yang selama ini terenggut dan terbutakan darimu. Sukacita atas penyambutan aku yang baru. Aku, yang berhasil menyingkap mendung di kepalaku. Aku, yang tak lagi tenggelam dalam biru pilu yang menghujam dadaku. Kulepaskan diri dari segala tuntut dan paksa yang tertuju padaku. Aku bukan lagi budak bagi pengharapan siapa-siapa. Hanya aku, dan aku seorang, yang layak memutuskan apa yang lebih baik dan tidak untukku.

Busungkan dada dan bergembiralah. Sebab, aku yang selalu menuntut kesempurnaan diri kini tak akan lagi ada. Akan kuterima segala kurang dan lebihku, benar dan salahku, suka juga duka yang silih bertandang dalam hidupku. Tiada lagi hari dengan gundah dan cemas yang tak perlu, sebab diriku punya aku. Aku yang akan senantiasa mendampingi kala susah dan senang. Setia tak dilekang oleh masa. Tiada waktu terlewat tanpa rasa syukur atas diri yang begitu kuat menghadapi segala.

Duhai diri, terima kasih telah begitu tabah dan lapang dada atasku, atas kebencian tanpa sebab yang kulontarkan sebegitu teganya padamu. Mulai saat ini, ‘kan kugenggam dengan erat tanganmu. Akan kurawat, kujaga, kucinta, dan kukasihi dirimu sebagaimana harusnya aku.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top