Nirwasita

“Nis, bunda masih kerja?”

“Masih, Tante.” Ada senyum getir yang kupancarkan pada respons Tante Kemala kali ini, pasalnya pertanyaan Tante Kemala tidak lebih pada ungkapan kegusaran untuk menyudutkan bunda.

“Harusnya Bunda kamu tuh di rumah aja, Nis. Kasian kamu harus mengajar Okta belajar di rumah, memangnya kamu tidak kuliah?”

“Aku dan Okta saling membantu, Tan. Karena kuliah dilakukan daring aku jadi punya lebih banyak waktu untuk mengajari dan membimbing Okta belajar.”

“Kalau Tante jadi Bunda, lebih baik tante resign dari kerjaan daripada lepas tangan mendidik dan mengawasi anak-anak.”

“Tan, aku permisi dulu ya, terima kasih untuk makanannya.”

Selama perjalanan pulang dari rumah Tante Kemala, hatiku teramat hancur, aku benci penilaian Tante Kemala terhadap Bunda. Di sisi lain aku pun menyesali keputusan Bunda untuk kembali bekerja. Padahal kemarin aku dan Ayah sepakat untuk memberikan izin Bunda bekerja. Entahlah hari ini aku tidak dalam suasana hati yang baik.

Bunda baru tiba di rumah setelah Aku, Ayah, dan Okta menyelesaikan makan malam. Aku semakin menyesali keputusanku mengizinkan Bunda kembali bekerja, pasalnya aku yang secara tidak tertulis harus mengambil alih tanggung jawab membersihkan rumah.

“Nisa, hari ini kamu kelihatan murung, ada apa, Nak?” Bunda membawa tubuhnya berbaring di samping ranjangku, aku masih kesulitan mengatur emosi karena terpengaruh ucapan Tante Kemala yang menurutku ada benarnya juga.

“Bunda kenapa bekerja lagi? Aku…,” terlihat dari wajahnya ia penasaran dengan kalimatku yang belum rampung.

“Aku keberatan Bunda bekerja lagi.” Tidak ada kekecewaan atau kesedihan di raut wajah Bunda. Apakah Bunda memang tidak peduli pada perasaanku?

“Aku serius, Bun. Aku keberatan Bunda bekerja.” Lalu tanpa diminta aku mengungkapkan kekesalanku atas ucapan Tante Kemala dan acara bersih-bersih rumah yang terpaksa kukerjakan.

“Nisa, mengapa ucapan Tante Kemala membuatmu marah? Bukankah kemarin kita sudah membicarakan hal ini?”

“Nisa tidak suka cara Tante Kemala berbicara tentang Bunda, kesannya seperti menuduh Bunda lepas tangan dalam mendidik kita. Bunda juga pasti merasa marah ‘kan disudutkan seperti itu oleh Tante Kemala?”

“Tidak sama sekali, sayang. Bunda tidak marah pada siapa pun.”

“Bunda pasti kecewa padaku, ya? Karena aku keberatan Bunda bekerja lagi.”

“Tidak, Bunda tidak kecewa sama Nisa.”

“Berarti memang benar dugaanku, Bunda tidak suka kalau harus mengurus Aku dan Okta.”

“Nisa sayang, mengapa kamu harus terus-menerus mengizinkan orang lain menentukan caramu bertindak, Nak?”

“Maksud Bunda?”

“Maksud Bunda, biarkan penilaian Tante Kemala menjadi urusannya. Kamu tidak perlu menjadikan asumsi Tante Kemala sebagai kebenaran. Jika Tante Kemala berlaku kurang sopan biarkan itu menjadi masalahnya, kalau Nisa sampai terpengaruh itu artinya kamu mengizinkan orang lain mengontrol dan memengaruhi tindakanmu, sayang.”

“Sekarang Bunda tanya, kalau Nisa diperlakukan tidak sopan apa kamu akan berbalik bersikap tidak sopan lagi? Tidak begitu kan, sayang?”

“Mengapa tindakan Nisa harus dipengaruhi oleh orang lain? Apa Nisa akan berbuat baik hanya jika orang tersebut bersikap baik kepadamu? Atau menunggu orang lain bersikap baik terlebih dulu?”

“Aku tidak perlu menunggu untuk berbuat baik, Bun.”

“Benar sekali, sayang. Karena kitalah yang menentukan tindakan kita sendiri bukan orang lain. Jangan sampai tindakan Tante Kemala menentukan caramu untuk bertindak. Karena menurut Bunda berbuat baik adalah pilihan paling dermawan sekalipun kita menerima hal tidak baik. Mulai sekarang belajar bertanggung jawab atas diri sendiri, ya Nak.”

Aku melihat bahtera Nuh ketika menyelami Bunda dan pemikirannya. Bahtera yang menyelamatkan Nuh beserta pengikutnya. Begitu pun pemikiran bunda telah menyelamatkanku dari badai emosi. Bunda menyadarkanku untuk tidak menjadi Darmasyil, tokoh pembangkang dalam kisah Nuh AS. Lewat bunda aku mempelajari apa itu tanggung jawab, apa artinya mencintai diri sendiri. Sudah patah asumsiku, Bunda punya caranya sendiri untuk mencintai anak-anaknya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top