Mama dalam Narasi

Ia yang kupanggil “Mama”, selalu layak untuk dihormati kehadirannya. Anak perempuannya ini terlalu pecundang untuk sekadar berucap terima kasih. Melalui narasi kepecundangannya ini semoga dapat menjadi ibadahku dalam mencintainya, satu-satunya orang dalam hidupku yang kupanggil “Mama”.

Tepatnya Juni sembilan belas tahun silam, Tuhan menganugerahi Mama peran baru, sebuah tanggung jawab besar tentunya. Menjadi ibu dari sepasang anak kembar yang tidak diketahui sebelumnya, tentu bukanlah perkara mudah. Menjadi ibu berarti harus siap berbagi kasih kepada orang lain, berkorban untuk orang lain, bahkan bertanggung jawab untuk orang lain. Mungkin dapat dikatakan ibu adalah satu-satunya orang yang masih mengurusi kehidupan orang lain.

Setiap hari Mama yang mengurusi kebutuhan kami. Mama yang mencuci pakaian kami, menyiapkan makanan kami, membersihkan rumah, dan mengurusi kami baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Mama dan Ayah, dua orang yang tak pernah surut menebar kasih. Namun kadang aku terlalu egois untuk sekadar menghargai kehadirannya. Aku kerap meninggikan nada bicaraku saat Mama meminta bantuan; menunda pekerjaan rumah padahal sebelumnya aku sudah berjanji. Aku lalai dalam menjalankan titahnya, tapi Mama tak pernah lalai untuk memastikan kesehatan kami, anak-anaknya.

Mungkin Mama bukan sosok ibu di luar sana yang banyak dipuja anak-anaknya. Aku terlalu pendiam bahkan untuk sekadar mengutarakan perasaanku. Tak pernah ada kata sayang yang mampir ke indra pendengarannya dari aku, kakak, dan adik. Kami terlalu mencintai Mama dan Ayah hingga lidah ini kelu untuk sekadar mengutarakannya. Dalam sujud terakhirku di setiap salat, ada nama Mama dan Ayah yang selalu kuminta untuk dijaga dan dilindungi. Ada hasrat seorang anak yang ingin menggandeng mereka ke depan Baitullah dengan tangannya, semoga barisan doa di langit sana saling mengetuk pintu Tuhan untuk dibukakan dan dikabulkan, karena doa adalah caraku mencintai Mama dan Ayah.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top