Wanita yang Selalu Mendengar

Aku mengenal seorang wanita. Dia adalah wanita yang selalu diam dan bicara seperlunya. Wanita itu kadang tersenyum untuk membalas satu dua kata yang ditanyakan padanya. Namun, dia selalu mendengar. Apabila diumpamakan, dia seperti kotak tanpa dasar. Dia selalu menerima semua cerita yang diceritakan kepadanya, tanpa mengeluh. Selalu dengan sabar mendengarkan cerita mereka yang bercerita padanya.

Wanita itu tak segan meluangkan waktu hanya untuk mendengar cerita mereka. Mereka jarang mendapatkan balasan kata-kata dari wanita itu. Saat kutanya, mereka tak masalah dan tetap merasa lega. Wajah mereka yang awalnya murung, berubah menjadi lepas lega setelah menemui wanita itu.

Aku heran, wanita itu tetap tersenyum walau mereka hanya membutuhkannya di saat-saat tertentu. Pernah kudengar seorang teman bercerita padanya. kebetulan saat itu aku duduk di sebelah mereka. Temanku menuangkan semua keluh kesahnya, seperti orang membuang sampah yang sudah lama tertumpuk di sudut rumah. Penuh kata-kata kotor. Wanita itu tetap tersenyum, mengangguk, menggeleng, menatap kedua mata temanku dan kemudian berkata

“Maafkan dan bertahanlah,”

Temanku tersenyum, memeluknya dan beranjak pergi. langkahnya pun berbeda.

Wanita itu tersenyum puas dan kemudian menoleh padaku. Melempar senyum padaku. Aku penasaran. Aku menghampiri untuk menanyakan semua pertanyaan yang ingin kutanyakan padanya. Bukannya aku ingin ikut campur dalam kehidupannya, aku hanya penasaran.

“Bagaimana bisa kau mendengarkan semua cerita mereka? Apa kau tak lelah hanya menjadi seorang pendengar?”

Lagi-lagi dia hanya tersenyum. Bagaimana bisa? Apakah dia tak pernah merasa muak? Aku saja yang mendengar keluh kesah temanku dari jauh sudah merasa muak dan lelah. Ia menarik napas dan kembali tersenyum.

“Mereka hanya membutuhkan seseorang untuk mendengar. Setiap hari aku memiliki 24 jam dan cerita-cerita itu mungkin hanya satu jam. Bukankah itu hal yang tak sulit?  Aku menyelamatkan mereka dan mereka memberikanku pelajaran. Sama-sama menguntungkan bukan?  Dan itu kurasa menyenangkan. aku menikmati kontak itu. Kau mungkin orang pertama yang menanyakan padaku dan orang pertama pula yang mendengarkan ceritaku. benar, bukan? Kau mendapatkan pelajaran dariku?”

“Terima kasih telah mendengarkanku,” ucapnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top