Sudah Senin Lagi

Aku ingin berhenti mengusap anak sungai yang suka bertamu di sendumu. Bagaimanapun juga ingin kutukar polanya dengan kalimat-kalimatku. Biar tak hanya hatimu yang kerontang, tapi biar kata-kata ini juga menangis untuk menumpah rimbunan sesak yang kau punya.

Pertanyaan-pertanyaan klise dan menikam itu berbalik lagi menusuk jantungmu. Kau memeluk lututmu lagi, telingamu penuh bisikan iblis. Sudah bikin apa katanya? Besok sudah Senin, kau masih gagap memulai. Kau kacau sekali untuk membuat tualang. Bilanglah kau memang berjalan dengan caramu, namun akalmu sama sekali tidak menyimpan arah. Tumitmu tiba di nadi hutan, dilingkari definisi kehidupan yang keliru. Semacam diasingkan katamu yakin.

Setelah kutelaah dengan baik-baik, dengan panjang geming yang tak beralasan, aku masih mau lagi belajar paham bahwa pada akhirnya puing-puing yang meledak adalah bongkahan sisa untuk mengumpulkan nyawa hebat kemarin. Yang percaya sekalipun digilas, tubuh akan merayakan kehancuran. Bersedih juga cara untuk sampai pada pencapaian yang tertunda. Inilah modal untuk membuat kaki supaya tetap perkasa walau waktu akan membuatnya rimpuh.

Kepada aku, yang sedang bermusuhan pada keyakinan, yang akhir-akhir ini suka menghakimi dan lupa memuji, aku ingin mengajakmu lagi bernegoisasi dan saling mencintai.

Besok Senin, percaya biru langit atau tak sama sekali, aku ingin kita sama-sama menghadapinya. Kita terlanjur tahu kalau hidup tanpa cubitan perkara juga tidak apa-apanya dibanding seribu bencana yang sudah terjadi di mana-mana.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
2 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
astri Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
astri
Guest
astri

keren banget!

Top