Sarat Tersirat

Sebuah baja harus ditempa supaya menjadi sebuah pedang. Begitu pun manusia, harus berproses untuk menjadi sebagaimana manusia. Hidup akan selalu begitu, ditempa, berproses untuk berbuah menjadi bentuk. Meski pedang bermata dua, proses pun menimbulkan banyak kesan rupa. Tapi percayalah, tiap halnya memiliki makna. Bahkan biasanya apa yang tidak kita inginkan justru sangat membekas: luka. Kita selalu dapat belajar darinya. Akan ada sisi banyak yang kita dapat lebih dari luka; dari yang tidak menyenangkan, dari beban berat, luka yang membuat kita hebat. Meski luka tercipta karena kesalahan, kita sendiri pun kadang terpukau dengan kemampuan kita untuk menyembuhkan luka. Akhirnya kita sampai di sini, kita mampu melewatinya. Luka juga yang membuat kita makin menjadi kuat, mengajarkan bagaimana cara bertahan. Bukan hanya luka atau pedang bermata dua, semua hal selalu memiliki sisi banyak, hanya bagaimana kita memandang dan menggunakannya. Tiap luka memberi pembelajaran, lepaskan, dan sembuhkan supaya bukan hanya jadi beban, tapi menjadi pembelajaran yang mendewasakan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top