Jangan Terburu-buru

Memasuki usia dewasa muda, seakan memasuki dunia baru. Padahal kenyataan berjalan seperti biasanya, namun sedikit-banyak perkara tanggungan dan jawabnya pun berubah. Rasanya, selama waktu berjalan seperti tak banyak hal yang dilakukan. Masih banyak pencapaian-pencapaian yang belum tercapai. Apalagi masuk kriteria validasi yang mumpuni bagi khalayak umum, masih jauh. Seakan selama ini yang penting adalah terus berlari untuk mencapai tujuan, tanpa menghiraukan prosesnya sehingga saat sampai pada tujuan, rasanya hampa. Saat sampai di sana, baru disadari bahwa ternyata banyak hal yang telah dilewatkan.

Setelah ditimbang, selama ini pun sudah cukup banyak sesuatu yang telah dilakukan. Sudah banyak hal-hal yang terjadi hingga saat ini. Maka sekarang tidak apa-apa melakukannya dengan sedikit lebih santai, tidak dengan terburu-buru. Apa yang harus dikejar? Keinginan? Bukan berarti memandangnya sebelah mata, hanya saja, jika itu memang akan terjadi untuk kita, garis waktu pasti akan mewujudkannya, dengan tepat. Pun bukan berarti tanpa persiapan. Bagaimana kalau memiliki pandangan: kita hidup seakan esok akan mati dan memiliki bekal seakan hidup seratus tahun lagi. Terdengar klise dan mengada-ada memang. Namun aku sendiri pun sedang mencoba menerapkannya.

Setelah melalui beberapa hal, aku percaya bahwa semua sudah memiliki porsinya dan telah diatur oleh semesta. Kita hanya perlu terus berusaha dan melakukan hal-hal baik–bagi diri dan sekitar. Terlalu dini memang untuk menyimpulkan. Tapi bukankah yang kita hadapi adalah hari ini sedangkan hari esok masih menjadi hari yang baik, sebuah harapan baru karena kita masih bisa mempersiapkannya. Dengan begitu, pun kita tidak meragukan kuasa-Nya, rencana yang telah dirancang-Nya dan jalan yang sudah disiapkan untuk kita.

Mungkin gagasan ini bisa tercipta karena posisiku yang kuanggap sudah cukup nyaman. Di luar sana, aku tidak tahu apa yang sedang kalian hadapi. Apa yang sedang kalian perjuangkan. Baik… teruslah berjuang, terus jalani dan bertahan. Katanya hidup itu seperti roda yang berputar, yakinlah hal yang tidak diinginkan ini akan berlalu. Kamu bisa melewatinya, kamu mampu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top