Bertaut

Kita sama-sama tidak berpengalaman tentang bagaimana caranya untuk menjadi manusia yang baik dan benar. Tiap hubungan manusia pun unik. Lalu bagaimana dengan semesta kecil kita? Ada dan terjalin sejak sediakala. Bisa jadi kehadiran kita merupakan hal yang dinanti-nantikan oleh mereka, orang tua kita. Setiap anak mungkin belum tentu bisa menjadi orang tua. Tapi setiap orang tua pernah menjadi seorang anak. Sama seperti menjalani hidup, entah menjadi anak ataupun orang tua, kita tidak pernah berpengalaman sebelumnya. Peran dan porsi yang kita miliki pun tak pernah sempurna. Dari ketidaksempurnaan itu manusia memiliki hubungan yang unik; saling mengisi, saling melengkapi, dan sesekali saling berjauhan.

Beberapa waktu ini saya sedang menikmati serial drama korea berjudul Navirella. Saya justru terseret pada kisah yang bukan merupakan alur utamanya. Dari sana pula saya menemukan sudut pandang baru mengenai pandangan orang tua yang pernah menjadi anak. Saya sendiri belum memiliki pengalaman itu, saya hanya masih memiliki peran sebagai anak dalam keluarga. Serial ini juga kental dengan hubungan keluarga, hubungan orang tua dan anak, hubungan ayah dan anak. Hubungan mereka dalam cerita ini tidaklah sempurna. Cekcok kecil sering terjadi, bahkan si tokoh utama tak bisa tinggal dan hidup bersama ayahnya. Namun yang unik adalah mereka tetap saling peduli dan berusaha saling melindungi.

Tokoh lainnya, seorang kakek, ingin meraih mimpinya yang telah lama tertimbun waktu karena larangan orang tua dan harus menjalani hidup yang realistis untuk memenuhi kebutuhan daripada meraih mimpinya. Hal ini sering terjadi antara orang tua dan anak, yang kemudian menjadi masalah pelik di antara keduanya. Orang tua juga memiliki mimpi dan menaruh harapan kepada anaknya, pun seorang anak memiliki mimpi dan berharap kepada orang tuanya. Jika tidak berlabuh pada sebuah titik temu, tentu saja hal ini akan menjadi runyam. Kembali lagi pada relasi yang terjalin pada cerita Navirella, yang kemudian para tokohnya saling menghargai sebuah keputusan dan mengalah; mencoba untuk saling memahami.

Cerita itu entah mengapa mengingatkan saya pada kisah-kisah yang sungguh nyata terjadi, yang terkadang dihadapi diri sendiri, kadang di lingkungan terdekat, banyak juga kawan yang mengalami. Hubungan anak dan orang tua merupakan fondasi awal untuk menjalin hubungan yang lain, terlebih untuk perjalanan seorang anak. Namun hubungan dasar ini memiliki sekian warna yang kompleks yang terkadang tak bisa dijelaskan secara sederhana dengan kata-kata. Entah seberapa porsi dan peran kita, entah anak atau orang tua, bukankah yang perlu kita lakukan adalah berusaha sebaik dan sebisa mungkin tanpa menyakiti siapa pun dan apa pun untuk tetap terjalin?

4.3 6 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top