folder Filed in Puisi, Senadi, Yang Sekarang
Pekik Kalbu
Kemarin aku pun sangat sibuk. Membenam rindu yang membabi buta padamu. Menyapu air yang mengalir di pipi belahan jiwamu. Merelakan semesta yang tidak akan pernah memulangkanmu.
Erin Nadia comment 0 Comments access_time 1 min read

Pa,
Kemarin aku bersembunyi dari isi kota.
Sebab enggan melihat semua pemandangannya.
Toko kue yang laris manis.
Toko bunga yang diborong habis.
Toko perbelanjaan yang ramai semarak.
Toko perkakas ulang tahun yang penuh sesak.

Pa,
Kemarin semua anak terlihat sangat sibuk.
Menyiapkan rencana kejutan terunik.
Membeli hadiah-hadiah terbaik.
Menulis kartu ucapan yang cantik.
Mendekor seisi rumah dengan sangat apik.

Begitu juga dengan aku, Pa.
Kemarin aku pun sangat sibuk.
Membenam rindu yang membabi buta padamu.
Menyapu air yang mengalir di pipi belahan jiwamu.
Merelakan semesta yang tidak akan pernah memulangkanmu.

Selamat hari ayah, Pa.
Maaf tidak ada kue, bunga, kado, juga kartu ucapan.
Hanya doa.
Seperti selalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment