Dua Perasaan dalam Satu Perjalanan

Siang hari ini dalam perjalanan menuju kantor
Aku mampir sebentar ke toko perbelanjaan
Di dalamnya aku melihat kerlap-kerlip lampu bulat bergelantungan di pohon cemara yang berdiri kokoh lengkap dengan hiasan-hiasan
Ramai orang wara-wiri bahkan sesekali memotret diri
Anak-anak berlarian memilih baju baru
Ibu-ibu yang tanpa ragu membeli kue-kue untuk tamu

Ya, besok adalah natal
Sebuah perayaan besar untuk seluruh umat Kristiani
Aku memang bukan satu di antaranya
Tapi aku turut berbahagia melihat banyak wajah bersukacita

Kemudian lekas kulanjutkan perjalanan
Tidak berselang lama setelah pemandangan tadi
Dari atas motor yang kukendarai dengan santai
Aku melihat orang-orang dengan gambar-gambar di badan berjalan tanpa tujuan
Aku juga melihat orang-orang duduk di trotoar sambil menadahkan tangan
Aku melihat anak-anak mengamen seraya menahan panas di lampu lalu lintas

Sejenak aku bertanya di dalam hati,
Adakah di antara mereka yang akan merayakan natal seperti orang-orang di toko perbelanjaan tadi?
Perasaanku seketika malih, aku turut bersedih melihat banyak wajah yang masih diselimuti nestapa
Tapi tidak apa-apa, saudara-saudariku.
Sebab sama seperti makna hari-hari besar agama lain
Natal bukan hanya perihal mewah dan hadiah-hadiah
Melainkan momentum untuk membersihkan diri dan hati
Serta waktu yang tepat untuk merenungi setiap kebaikan-kebaikan Tuhan
Percayalah bahwa roda kehidupan pasti berputar

2.5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top