Distraksi Lamunan

Saban larut kukumpulkan tiap-tiap takut
Agar lebur bersama langit malam dan sisa-sisa benderang
Kubiarkan dinginnya menelanjangi jemala
Agar pula menyeruak semua tanya yang lahir di dalamnya
Kemudian kami tenggelam dalam lamunan
Menjelajahi teka-teki masa depan

Di dalam sana,
Aku serupa pencipta lakon
Yang seakan paling tahu alur ceritanya
Yang seolah paling mahir menyiapkan jalan keluarnya
Nyatanya, itu hanya sebuah distraksi
Untuk menutupi puing-puing khawatir akan getir
Perihal hari-hari di depan yang akan hadir

Seketika semuanya buyar,
Kala jemariku memeluk gelas teh panas,
Hingga aku tersadar
Bahwa tidak perlu meraba yang masih semu
Cukup berjalan mengikuti arah Yang Mahatahu.

4.3 6 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top