Bergumul dengan Isi Kepala

Kadang aku masih setengah percaya.
Ternyata sudah cukup jauh kaki ini melangkah.
Pernah berjalan santai, kadang lari-lari kecil bahkan sampai tersungkur dan tertatih bangun. Dari sekian banyak jalan yang kutapak, satu yang cukup terjal
adalah bagian menaklukkan diri sendiri.

Pernah satu waktu saat rasanya dunia akan runtuh.
Aku memaksa diri bergumul dengan isi kepala.
Kubiarkan sebagian berenang menyusuri lara yang sedang menyesaki dada dan sebagian sisanya kembali menyelami arus yang sudah-sudah.
Kubiarkan kepalaku tenggelam dalam komparasi keduanya.
Agar aku yang sekarang kembali melihat aku yang dahulu.
Bagaimana aku sudah memeluk banyak sungkawa,
meredam banyak amarah,
mengerdilkan banyak takut,
juga menjawab banyak tanya.

Lalu sekarang,
Tiap kali merasa duniaku sedang redup,
Aku ingat bahwa langkahku pernah mengarungi gulita.
Pada hakikatnya,
Kita dan perjalanan hidup tumbuh bertaut saling membentuk.

4 5 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top