Terima Kasih Telah Pulang

Sore ini, ada yang bertamu di awan
Memandang lekat
Meliuk kehitaman
Membuncahkan rindu yang masih asik terbenam

Ingin rasanya menunggui mu pulang
Berharap jumantara kehilangan senjanya
Lalu secarik kain tebal ku suguhkan di badan
Berharap ada dingin melilit tanpa hipotermia

Nun jauh di ujung nadir ku kira
Dan aku yang hendak melempar harapan jauh ke dalam jurang
Hingga kemudian waktu menuntun mata tiba pada detiknya
Alam membuka pintu atas kedatangan yang paling dinantikan

Maaf,
Kami hanya rindu
Walau tanah yang nampaknya paling menunggu

Maaf,
Kami terlalu layu untuk tidak mengadu
Meski sadar bahwa daun-daun lebih dahulu merapuh
Dan sirna terbunuh sebab rindunya padamu tiada melabuh

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Ir. Kun Subroto Wiyono Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Ir. Kun Subroto Wiyono
Guest
Ir. Kun Subroto Wiyono

Aku suka…
Baca semua puisi yg dibikin dengan segala akal budi, dengan pikiran jauh ke dalam jiwa……
Tdk semua orang bisa memahami, Tapi aku suka, termasuk yg km bikin ini.

Top