folder Filed in Puisi, Sekitar, Yang Lain
Terima Kasih Telah Pulang
Ingin rasanya menunggui mu pulang, berharap jumantara kehilangan senjanya. Lalu secarik kain tebal ku suguhkan di badan, berharap ada dingin melilit tanpa hipotermia.
Ema Auliya comment One Comment access_time 1 min read

Sore ini, ada yang bertamu di awan
Memandang lekat
Meliuk kehitaman
Membuncahkan rindu yang masih asik terbenam

Ingin rasanya menunggui mu pulang
Berharap jumantara kehilangan senjanya
Lalu secarik kain tebal ku suguhkan di badan
Berharap ada dingin melilit tanpa hipotermia

Nun jauh di ujung nadir ku kira
Dan aku yang hendak melempar harapan jauh ke dalam jurang
Hingga kemudian waktu menuntun mata tiba pada detiknya
Alam membuka pintu atas kedatangan yang paling dinantikan

Maaf,
Kami hanya rindu
Walau tanah yang nampaknya paling menunggu

Maaf,
Kami terlalu layu untuk tidak mengadu
Meski sadar bahwa daun-daun lebih dahulu merapuh
Dan sirna terbunuh sebab rindunya padamu tiada melabuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

  1. Aku suka…
    Baca semua puisi yg dibikin dengan segala akal budi, dengan pikiran jauh ke dalam jiwa……
    Tdk semua orang bisa memahami, Tapi aku suka, termasuk yg km bikin ini.