folder Filed in Adalah, Hidup, Prosa, Sepasang, Yang Lain
Legitimasi Rasa
Ia sederhana, dan karenanya ada yang terus menajam diasah waktu. Ada rasa yang tumbuh tanpa perlu dipupuk banyak alasan.
Ema Auliya comment One Comment access_time 1 min read

Aku dan ia adalah sepasang manusia masa lalu, hidup dalam kisah hitam putih yang berdebu dan tak banyak orang tahu. Aku dan ia tidak saling bertemu, karena aku yang lebih dulu menemukannya pada tiga tahun yang lalu. Ia sederhana, dan karenanya ada yang terus menajam diasah waktu. Ada rasa yang tumbuh tanpa perlu dipupuk banyak alasan. Walau nyata, namun tak ada legitimasi perihal rasa antara aku dan ia. Jadi, rasa ini adalah nyata kurasakan padanya, dan perihal rasanya padaku mungkin hanya perasaanku saja. 

April. Tidak, itu bukan namanya. April hanyalah waktu yang ikut menjadi saksi, terutama penghujungnya. April pula yang turut menggarisbawahi bahwa perpisahan bukan lagi candaan. Sungguh aku menangis antara bangga dan duka, bangga karena ia berhasil menuntaskan pendidikannya, dan duka karena tak akan lagi melihatnya. 

Waktu tak memberi izin cukup lama untukku mengerti tentangnya. Tapi waktu telah memutuskan kami saling mengenal, dan itu cukup bagiku. Sebuah barang dan surat yang kutulis dengan diawali nama Allah kuberikan, hadiah perpisahan untuknya. Bismillahirrahmanirrahim dalam hati kuucap, semoga kenangan tentangku akan manis diingatannya.

Entah apa yang membuat perasaanku penuh terhadapnya, tiada kurang dan celah setelah menemukannya. Ia hanya manusia, tidak sempurna, dan aku sadar akan hal itu. Keberadaannya juga tak lantas menyempurnakan kehidupanku, tetapi dengan adanya ia aku merasa lengkap.

Dalam kisah yang ditakdirkan-Nya ini, tidak ada waktu yang memihak sehingga menjadikan kami sempat bersama, atau ruang yang seketika menyempit hanya untuk menghidupkan rangkaian satu cerita menuju rangkaian cerita lainnya. Tapi nyatanya, walau telah usang pun kisah ini masih tetap hidup, dan nyawanya berlarian dalam kenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

  1. Rasa itu perlu dipupuk agar tumbuh dan berkembang. Rasa yang tidak dijaga akan mati dan menghilang. Rasa itu indah pada awalnya, manis dipertengahan dan luar biasa pada akhirnya