folder Filed in Adalah, Cerpen, Hidup, Perspektif, Sepasang, Yang Harus
Bunga Mawar
Dari darah itulah yang menjadikan bunga mawar putih lalu berubah menjadi merah. Kadang, kita memang terlambat menyadari seseorang begitu mencintai kita ketika orang itu sudah pergi.
Dio Hatala comment 3 Comments access_time 1 min read

Pada suatu malam, ada seekor burung yang sedang terbang di atas sebuah kebun bunga. kemudian dia melihat satu tangkai bunga mawar putih yang begitu indah. Hingga akhirnya dia pun jatuh cinta dengan bunga mawar putih itu.

Burung tersebut berusaha keras untuk mengungkapkan perasaan cintanya. Namun sayang, sang mawar putih menanggapi usaha burung itu dengan ucapan yang menyakitkan. Kata mawar itu, sampai kapan pun ia tidak akan pernah jatuh cinta dengan burung.

Tapi, burung itu tidak pantang menyerah. Dia kemudian membuktikan ucapannya dengan memotong sayapnya. Lalu ia menebarkan darah yang keluar dari sayapnya pada kelopak bunga mawar putih itu. dari situlah si mawar putih sadar bahwa burung itu begitu mencintainya. Namun sayang, ia sadar justru saat burung itu sudah tidak lagi hidup karena kehabisan darah.

Dari darah itulah yang menjadikan bunga mawar putih lalu berubah menjadi merah. Kadang, kita memang terlambat menyadari seseorang begitu mencintai kita ketika orang itu sudah pergi

Mawar putih itu salah satu contohnya. Sebetulnya dia juga tertarik dengan si burung itu, tapi mawar putih itu sadar betul bahwa sampai kapan pun mereka tidak akan bisa bersama. Hingga akhirnya dia memilih untuk berkata seperti itu agar si burung menyerah dan meninggalkannya.

Beberapa pendapat bilang, lebih mudah meninggalkan daripada ditinggalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment