Ustadz Jaga Jarak: Tentang Korona, Dendam, dan Jodoh

Pada dua episode sebelumnya, Ustadz Jaga Jarak menceritakan Ustaz Fahmi dan kawannya, Jidan, yang menyediakan dakwah singkat secara daring. Ada Dodi Hotwil yang menanyakan peran kita sebagai manusia di bumi serta Ibu Siti yang berkeluh kesah sebab rumah makannya sepi dari pengunjung. Kali ini, episode 3 dan 4 Ustadz Jaga Jarak mempertemukan Ustaz Fahmi dan Jidan dengan teman-teman yang tengah berjuang menangani pasien COVID-19.

Episode 3: “Curhatan Garda Depan”

Ketika konferensi video dimulai, kita bisa sama-sama tahu bahwa Erni, Nurul, dan satu temannya di belakang merupakan tiga orang perawat yang menangani pasien COVID-19. Entah kenapa, alat pelindung diri yang mereka gunakan seolah sudah mewakilkan konteks saat ini. Erni kemudian bercerita soal rekan medis mereka yang terjangkit virus korona dan meninggal dunia. Jenazah kawannya itu ditolak oleh masyarakat setempat untuk dikebumikan. Keluarganya pun dikucilkan. Saya rasa, isu seperti ini sudah banyak tersiarkan di media sosial.

“Siang malam kami jaga, kok masih ada yang tega? Kalo ini wewenangku, pengen rasanya kutolak juga kalo mereka minta dirawat. Biar tau rasanya gimana,” kata Erni.

Menanggapi curahan hati tersebut, Ustaz Fahmi menceritakan kisah Nabi Muhammad yang begitu murah hati dalam memaafkan; bahwa Nabi Muhammad diturunkan oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia yang sarat akan amarah dan dendam.

“Dia (Nabi Muhammad) selalu mengajarkan, jangan pernah memelihara dendam di dalam hati,” tutur Ustaz Fahmi.

Di sini, kita diajak untuk membalas keburukan dengan kebaikan.

Berbeda dengan Erni, Nurul justru berterus terang mengenai kewajibannya sebagai perawat yang membuat dia tidak begitu leluasa untuk bepergian, berjalan-jalan keluar, dan menemukan jodoh.

Bagaimana Ustaz Fahmi menanggapi persoalan cinta? Lalu apakah kali ini Ustaz Fahmi dan Jidan berhasil mendapatkan donasi?

Episode 4: “Tak Cukup Jaga Jarak”

Masih berkesinambungan dengan teman-teman perawat pasien COVID-19, kali ini Ustaz Fahmi dan Jidan bertemu dengan Aisyah, salah satu kawan Erni dan Nurul di rumah sakit yang kita saksikan dalam episode 3. Aisyah bercerita bahwa ada kemungkinan jika dirinya terjangkit COVID-19. Dia takut sekali untuk menjalankan tes dan mengetahui hasilnya.

Menariknya, judul episode ini seperti hendak mengatakan bahwa jarak yang terpaut bukanlah alasan kuat untuk tidak berbuat dosa. Menjaga pandangan adalah salah satu upaya untuk mencegah perbuatan zina. Ustaz Fahmi yang menunjukkan ketertarikan terhadap Aisyah kembali menghubungi Aisyah dan menanyakan hasil tes yang sudah keluar. Bagaimana hasilnya?

***

Ikuti terus serial web Ustadz Jaga Jarak di kanal YouTube Menjadi Manusia!

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top