Ustadz Jaga Jarak: Menyebarkan Kebaikan, Menjaga Amanah

Apabila sebelumnya lekat dengan gelak tawa, dua episode Ustadz Jaga Jarak di bawah ini justru menawarkan suasana yang cukup menyayat hati. “Suara Di Saat Pandemi” dan “Godaan Amanah” menyoroti tantangan yang harus dihadapi oleh Ustaz Fahmi sebagai seorang perantau di Jakarta serta dai yang menarik perhatian banyak orang. Bagaimana kisahnya? Simak lebih lanjut!

Episode 5: “Suara Di Saat Pandemi”

Ibu Fatima, ibu kandung Ustaz Fahmi, harus mengakui bahwa ia baru saja menukar televisi di rumah demi bertahan hidup. Ustaz Fahmi menitikkan air mata lantaran ia merasa belum bisa membantu ibu di kampung halaman. Ustaz bahkan sampai-sampai menyesalkan keputusan merantau ke Jakarta yang telah ia pilih.

Seolah mendapat jalan keluar, Ustaz Fahmi dan Jidan kemudian berkesempatan untuk berbincang dengan Pak Tiar Mahendra, calon Bupati Tagelrejo. Ia mengaku kagum dengan Ustaz Fahmi, seorang dai milenial yang menggunakan pendekatan personal. Bagi Pak Tiar, setiap orang memiliki permasalahan atau cerita yang berbeda-beda sehingga dibutuhkan perlakuan yang khusus.

Pak Tiar kemudian menanyakan, menurut ajaran Islam, pemimpin ideal itu seperti apa?

“Gini, Pak Tiar, pemimpin yang ideal menurut ajaran agama Islam, kita bisa mencontoh kepada Nabi Muhammad SAW. Yang paling penting dari seorang pemimpin itu akhlaknya. Niat utamanya memimpin, bukan karena haus kekuasaan atau harta benda. Memimpin yang paling baik itu adalah memimpin dengan jujur dan adil, karena jujur itu yang paling sulit untuk dilaksanakan, Pak,” jawab Ustaz Fahmi.

Setelah banyak basa-basi dan membahas sedikit soal “suara” atau votes, Pak Tiar menyatakan niat utamanya, yakni mengajak Ustaz Fahmi menjadi tim sukses Pak Tiar. Ia pun menawarkan diri untuk menjadi sponsor utama bagi dakwah online yang digelar Ustaz Fahmi. Sebagai gantinya, Ustaz Fahmi harus bisa meyakinkan mad’u atau penerima dakwah untuk memilih pemimpin yang amanah, yang berarti adalah Pak Tiar sendiri.

Saya melihat tiga makna “suara” dalam judul episode ini, yaitu suara Ibu Fatima yang menyiratkan kesedihan, suara yang dibutuhkan Pak Tiar dalam lingkup politik, serta suara hati Ustaz Fahmi yang belum terjelaskan. Apakah Ustaz Fahmi akan mengambil tawaran Pak Tiar sehingga ia bisa membantu sang ibu di kampung halaman?

Episode 6: “Godaan Amanah”

Ternyata, Ustaz Fahmi menolak tawaran Pak Tiar. Alasannya sederhana namun bernas, ia hanya ingin berdakwah secara ikhlas tanpa kepentingan apa pun. Biar Allah yang membalas, ungkap Ustaz Fahmi.

Mendengar penolakan tersebut, bukan hanya Pak Tiar yang kecewa. Jidan pun ikut dongkol. Ia enggan berbicara beberapa saat kepada Ustaz Fahmi. Tidak hanya itu, Jidan juga enggan mengambilkan air minum buat kawannya dan bahkan tidak mau menemani sang dai saat sedang standby di depan pintu konferensi video.

Semua berawal dari suara hati Ustaz Fahmi yang berbenturan dengan kepentingan Pak Tiar dan keinginan Jidan. Tentu tidak mudah untuk memegang prinsip, menyiarkan ajaran agama dan mengamalkan niat baik di tengah masyarakat ibu kota. Godaan untuk mangkir pasti menghampiri, tawaran uang berbalut politik pasti muncul, bahkan kekecewaan seorang sahabat bisa saja memukul keras.

***

Apakah Ustaz Fahmi dan Jidan bisa menyelesaikan perteruan mereka dan menjaga amanah sebagai penyebar kebaikan? Saksikan terus kelanjutannya di serial web Ustadz Jaga Jarak!

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top