Hari Ini, Kita Cuma Punya Jarak

Hari ini, kita cuma punya jarak,

jarak untuk menjaga satu sama lain, melepaskan sejenak lalu menari bebas; pulang menuju palung; membereskan memori-memori di dalam kamar dan bahagia sendiri-sendiri.

Kita cuma punya jarak, diikuti alasan-alasan baik untuk menyelamatkan diri sendiri, juga orang lain.

Di kamar, setelah membersihkan debu-debu rak buku, aku memperhatikan judul-judul yang selama ini kupendam. Aku menanyakan kabar mereka, layaknya teman lama yang setia menunggu; memahami kita yang betul-betul kaya raya sampai-sampai tidak mempunyai waktu.

Seketika, ada yang bergema dalam ruangan, getaran yang sudah lama tidak aku dengar, sunyi namanya. Dunia luar bergerak begitu cepat, aku selalu saja tertinggal. Untuk dapat menyusulnya, aku mesti meninggalkan kamar, pergi ke luar, melayangkan jabat tangan dan peluk, batuk kemudian bersin seenaknya. Kita sama-sama tau, tidak semua orang bisa memberikan jarak. Tidak setiap waktu, rezeki bisa dicairkan lewat jarak jauh. Namun, tetap ada yang beranggapan, bahwa hidup akan terus berjalan dan hanya keberanian yang mereka punya.

Sekarang adalah waktunya aku untuk memutar balik, memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya. Tanpa mau menyudutkan siapa pun, aku sadar ternyata jarak adalah privilese; sama halnya dengan resep dokter, melek huruf, kopi susu, dan lain-lain.

Hari ini, kita punya jarak, diikuti alasan, dan waktu untuk menerapkan. Aku membersihkan apa-apa yang kotor; membantu diri, mama, dan papa. Satu nyawa di luar sana bisa selamat karena kita memilih untuk tinggal. Selebihnya, mari menyumbang doa, dana, bahkan sekadar imbauan. Ah, tidak ada yang percuma atau sekadar. Sekarang, bola panas ada di tanganku, di tanganmu, di tangan kita. Semoga semua sedang berusaha supaya sampai pada posisinya masing-masing, berbuat semampunya, untuk pulih.

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
AnonimYanti Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Yanti
Guest
Yanti

Menyentuh hati

Anonim
Guest
Anonim

such a warmthful words ever, thanks:’)

Top