Berduet dengan Elvis Presley

Beberapa minggu yang lalu, Pakde saya berpulang. Kabar menyebar begitu cepat. Pada mulanya, saya hanya tahu kalau Pakde didiagnosis positif Covid-19. Tidak lama kemudian, beliau yang setahu saya belum lama ini menjalani operasi jantung, mengembuskan napas terakhirnya.

Tidak banyak memang, waktu yang kami habiskan bersama-sama. Namun, setiap kali Pakde berkunjung ke rumah, saya selalu menyempatkan diri untuk menyapa. Kala saya bersama keluarga bertamu ke rumah beliau, saya pun pasti mencium tangannya. Pakde lebih sering menghabiskan waktu untuk bercengkerama bersama Papa dan Mama saya. 

Mengenai Pakde, ada satu memori yang paling membekas dalam benak saya. Waktu itu, keluarga besar kami hendak mengadakan reuni akbar. Baik yang jauh maupun dekat; langsung ataupun tidak, mbah, eyang, om, tante, sepupu, dan keponakan-keponakan diundang untuk datang. Dari generasi pertama hingga yang terakhir, semuanya menerima invitasi. Panitia acara pun dibentuk dan saya tergabung di dalamnya. Saya diminta untuk menjadi pengiring musik (ini adalah acara wajib sebab famili saya suka sekali nyanyi-nyanyi sampai pagi).

Pakde, yang tentu tergolong ke dalam generasi pendahulu, menghampiri saya. Dia ingin menyanyikan lagu “Kiss Me Quick” yang dipopulerkan oleh Elvis Presley. Saya memang menyukai grup musik 1960-an, seperti The Beatles, Bread, dan The Rolling Stones. Saya juga tahu beberapa lagu yang Elvis nyanyikan: “Can’t Help Falling in Love”, “Hound Dog”, dan tentu saja, tembang Carl Perkins yang dia bawakan ulang, “Blue Suede Shoes”. Saya tidak pernah mendengarkan “Kiss Me Quick”, sebelum Pakde meminta saya untuk mengiringinya. Alhasil, saya kulik lagu itu. Pakde jauh-jauh datang ke rumah saya waktu itu dan kami latihan bersama-sama.

Saat latihan, saya membuka sontekan lirik, sedangkan Pakde, tidak sama sekali. Dia sudah hafal. Notasi vokal juga beliau lantunkan tanpa meleset sedikit pun.

Sewaktu acara berlangsung, Pakde menyanyikan “Kiss Me Quick” dengan sempurna. Mengejutkannya lagi, dia tidak mau duduk. “Nggak asyik kalau duduk,” katanya. Di atas podium, menggunakan mikrofon, Pakde dengan percaya diri menyita perhatian keluarga besar.

Pakde sudah sedo, siksane wis ba’do, siksa di dunia sudah selesai. Mungkin, mendiang sedang berduet bersama Elvis Presley, di alam yang lain, menyanyikan “Kiss Me Quick”. Tidak lama kemudian, istrinya, Bude saya, ikut menyusul. Barangkali, Bude tidak mau melewatkan duet hebat itu.

Kiss me quick because I love you so

Let the band keep playing while we are swaying

Let’s keep on praying that we’ll never stop

4.4 12 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
12 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Wiranto Mulyono
Wiranto Mulyono
1 month ago

Great, go ahead Dhis…, 🙂👍

Nina Avianti
Nina Avianti
1 month ago

Terimakasih ya Yudhi udh bercerita ttg alm. Papa.. 🙏
Sukses terus buat kamu yaa..

Nessy
Nessy
1 month ago

Makasiiii Yudhiii.. sudah menulis kenangan alm papa kami… In Shaa Allah papa sdh bahagia & pasti skrg bahagia banget bisa nyanyi bareng mama kami dsana…. Al Fatihah
Sukses selalu ke depan nya u kamu yaa Yudh…. 🙏💪👍👍

subiandono Soesilo
subiandono Soesilo
1 month ago
Reply to  Yudhistira

Thx Yud ,nice memory

Cathy Lawansuka
Cathy Lawansuka
1 month ago

Bagus sekali Yudh 🙏
Terharu ❤❤

Wibowo
Wibowo
1 month ago

Mantap Yudhistira. Lanjuuut..

Top