Kita Sama-Sama Manusia

Jika Tuhan saja menciptakan manusia dengan berbagai macam, lalu mengapa harus mempermasalahkan cara pikir yang tidak sama? Bukankah kita sama-sama tercipta berkat yang Maha Kuasa? Bukankah kita sama-sama disebut sebagai manusia?

Jika harus dibandingkan denganmu yang memiliki segalanya yang tidak aku miliki, jelas aku dan kau memang berbeda. 

Namun sadarkah kau bahwa semuanya hanya sebuah gambaran saja? Sadarkah kau bahwa sebenarnya kita sama saja, sama-sama menjadi manusia? Kita sama-sama memiliki hak untuk menangis dan bahagia, bahkan untuk hidup dan menapakkan kaki di bumi ini. Manusia sama-sama terlahir dalam keadaan telanjang. Manusia sama-sama dibawa ke bumi untuk menjalani hidup. Ya, semesta tahu itu. Lalu apa bedanya aku dan kau? 

Kita ini tidak ada apa-apanya di mata yang Maha Kuasa, hanya sebuah benda yang diberi nyawa dan jika terjatuh akan menangis dan jika terbangun akan tertawa. Aku dan kau hidup dalam kehidupan yang sama di bumi ini meskipun kehidupan dunia selalu membuatku merasa berbeda dengan orang lain, tetapi aku tetap percaya pada perbedaan. Namun, apakah sebuah perbedaan-perbedaan itu bisa menghalangi kita untuk terus hidup? Apakah kebahagiaan hanya diperuntukkan untuk orang-orang tertentu saja?

Jika memang ya, kurasa anggapanmu salah selama ini. Atau mungkin kau sudah lupa siapa dirimu, kau lupa untuk apa kau berada di bumi yang jelas tidak hanya kau yang hidup di bumi ini, bahkan kau pun lupa mengapa kau harus menjadi manusia sekarang. 

Jika bukan untuk menghargai setiap perbedaan yang ada, apa pentingnya hidup dalam dunia yang terpenuhi oleh jiwa yang berbeda-beda ini? 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top