folder Filed in Yang Sekarang
Ketika Dicintai oleh Diri Sendiri
Semua bermula dari diri sendiri. Sebelum dicintai, maka mencintailah.
Dhingga Hererha comment 2 Comments access_time 4 min read

Semua bermula ketika saya mulai memperluas literasi saya di bidang mental health issues. Terminologi self love atau mencintai diri sendiri menjadi suatu hal yang ganjil di benak saya. Sebab yang terpikir oleh saya kala itu setiap mendengar kata self love adalah egoistik dan narsistik. Namun, lambat laun saya mulai memahami makna self love melalui serangkaian peristiwa yang saya alami.

Mencintai diri sendiri tidak sama dengan narsistik

Ini adalah sebuah pemikiran keliru yang masih banyak diadopsi oleh sebagian orang, begitupun saya pada awalnya. Pelan-pelan saya memahami bahwasanya ternyata seseorang yang narsistik adalah seseorang yang justru tidak percaya diri. Di balik sosok yang narsis ternyata tersembunyi sesosok jiwa yang rapuh. Mereka membanggakan dirinya sendiri untuk mendapatkan validasi atau pengakuan dari orang lain, karena mereka tidak mampu untuk menghargai dirinya sendiri. Mereka membanggakan dirinya sendiri untuk menutupi kekurangan mereka yang tidak mampu mereka terima.

Mencintai diri sendiri adalah mampu mencintai segala kekurangan yang ada. Mencintai diri sendiri adalah mampu menerima segala macam ketidakmampuan.

Mencintai diri sendiri adalah sebuah bentuk kejujuran

Bermula dari pertanyaan, “Sudahkah kita berlaku jujur pada diri kita sendiri?” perlahan saya menyadari bahwa saya telah menciptakan begitu banyak kebohongan pada diri saya sendiri selama kehidupan saya berlangsung. Saya tidak menyadari bahwa saya telah menciptakan penyangkalan demi penyangkalan untuk menutupi bagian dari diri saya yang tidak saya sukai.

Kemudian saya memahami, ternyata ketika kita tidak mampu menghadapi dan menerima segala kekurangan yang ada di dalam diri kita, secara tidak sadar kita akan menciptakan sebuah dinding pertahanan. Sebuah mekanisme yang akan menjebak kita ke dalam dunia dengan kebohongan, yang apabila terus dilanjutkan akan menjadi racun, sampai akhirnya mungkin membunuh diri kita sendiri.

Mencintai diri sendiri adalah sebuah bentuk kejujuran; membantu kita berdamai dengan kenyataan. Mencintai diri sendiri membuat saya tidak pernah takut untuk mengakui segala kekurangan yang ada pada saya.

Mencintai diri sendiri mempermudah kita untuk mencintai dan dicintai

“Bagaimana kita dapat memberi jika diri kita sendiri tidak memiliki apa-apa untuk diberi?” Kutipan tersebut seringkali muncul dalam konteks amal dan sedekah materi. Namun bagi saya kutipan tersebut juga dapat berlaku dalam konteks mencintai dan dicintai. “Bagaimana kita dapat memberikan cinta kepada orang lain jika diri kita sendiri tidak memiliki cinta?”

Mencintai diri sendiri akan mempermudah kita untuk menerima cinta dari orang lain. Sebab bagaimana kita bisa menerima cinta jika kita tidak merasa diri kita layak untuk dicintai?

Bahkan mencintai diri sendiri juga akan mempermudah kita untuk mencintai orang lain. Sebab mencintai diri sendiri adalah obat yang dapat menghapus rasa takut akan disakiti.

Mencintai diri sendiri tidak sama dengan egois

Pada awalnya saya mengira bahwa mencintai diri sendiri adalah keberhasilan saya dalam menjadi sepenuhnya, seperti apa yang saya mau. Namun pemahaman saya berubah ketika saya dihadapkan pada kenyataan bahwa kita tidak sendiri hidup di dunia ini. Tuntutan sosial, norma, serta kehendak orang-orang yang kita cintai tidak dapat serta-merta saya abaikan begitu saja.

Mencintai diri sendiri bukan hanya menerima apa yang ada di dalam diri kita sendiri, namun juga menerima lingkungan, keluarga, serta hal-hal lain di luar tubuh yang terlahir bersama kita dan kita tidak berhak untuk mengubahnya. Perlahan saya mulai melepas ide-ide utopis saya mengenai menjadi sepenuhnya diri saya sendiri, karena saya sadar bahwasanya kita tidak dapat menjadi sepenuhnya bahagia hanya dengan cukup menjadi diri kita sendiri tanpa mempedulikan kebahagiaan orang lain.

Mencintai diri sendiri membantu saya menjadi dewasa. Dewasa untuk mampu mencari jalan tengah untuk berbahagia sekaligus membahagiakaan.

Mencintai diri sendiri adalah sebuah proses berkelanjutan

Dalam kehidupan ini, kita sebagai manusia tak dapat menghindar dari serangkaian peristiwa yang mampu menggoyahkan diri. Peristiwa-peristiwa seperti permasalahan keluarga, kehilangan orang tersayang, kehilangan pekerjaan, dikhianati, dan berbagai hal-hal lain yang bersifat menekan pasti akan terus datang sepanjang perjalanan. Pada saat itulah, self love hadir sebagai jaring penyelamat yang akan menemani kita, saat tubuh hampir jatuh karena tidak dapat menahan beban yang sedemikian rupa menekan.

Bak proses, mencintai diri sendiri merupakan suatu keberlanjutan karena rintangan demi rintangan kehidupan kerap berdatangan. Dan setiap langkahnya, semoga cinta terus tumbuh, semerbak di tubuh kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

  1. Tulisan yang amat apik, kawanku. Aku bangga padamu! Aku akan berusaha lebih untuk belajar mencintai diriku sendiri dari sekarang. Xoxo -poems

  2. “Self love hadir sebagai jaring penyelamat yang akan menemani kita, saat tubuh hampir jatuh karena tidak dapat menahan beban yang sedemikian rupa menekan” . Ini bener bgt. Ditunggu yhaaaa karya selanjutnyaa ♡