folder Filed in Puisi, Senadi
Cinta Tak Semenakutkan Itu, Sayang
Tak peduli seberapa tinggi tembok yang kau bangun hanya demi membentengi hatimu, yang kuat hanyalah tembokmu saja.  
Dhingga Hererha comment One Comment access_time 1 min read

Cinta tak semenakutkan itu, sayang.

Tak selalu seperti hatimu yang dipatahkah bertubi-tubi,

Tak selalu seperti yang digambarkan oleh pertengkaran juga perpisahan ayah dan ibumu,

Tak selalu seperti temanmu yang datang hanya untuk menangis-nangis di bahumu,

Tak selalu seperti masa lalu yang beranjak hanya demi orang baru,

Tak selalu seperti kata tidak pada ajakan berkencan,

Tak selalu seperti kata acuh pada segala bentuk perhatian,

Tak selalu seperti kata teman pada segala bentuk rasa sayang,

Dan tak pula selalu seperti mereka yang menolak untuk mencintaimu.

 

Cinta tak pernah mengecewakan, sayang.

Jangan salahkan cinta saat kau merasakan kecewa.

Sebab kecewa adalah bagian dari kehidupan manusia yang tak pernah dapat dipisahkan.

Kecewa akan selalu hadir dan menunggu di depan pintumu,

tak peduli seberapa tinggi tembok yang kau bangun hanya demi membentengi hatimu,

karena yang kuat hanyalah tembokmu saja,

namun hatimu masih tetap kecil, rapuh dan ketakutan.

 

Tidak ada seorang pun yang sudi memanjat tembok yang kau bangun begitu tinggi sayang,

bahkan cinta pun tak mau masuk.

Runtuhkan saja tembokmu!

Hiduplah tanpa tembok!

Sebab hatimu adalah otot yang bisa kau latih hingga menjadi sekeras baja,

jauh lebih keras dan kokoh daripada tembok yang dengan susah payah kau bangun.

 

Cinta tidak akan menghancurkanmu, sayang.

Tidak selama kau yakin bahwa engkau tidak bisa dihancurkan.

 

Cinta pasti akan datang, sayang.

Seiring dengan cinta yang kau tumbuhkan pada dirimu sendiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment