Bantal Guling

1
Mereka hangat pada malam-malam dingin
Menyaksikan mimpi dua tuannya
yang bertebaran di langit-langit kamar
Menyaksikan sepasang cinta yang saling memeluk
dengan desah napas yang mengembun di jendela
Hingga pagi mengetuk, dan dua tuannya beranjak
Membiarkan mereka dingin pada siang yang hangat

2
Mereka tak protes ketika pada malam yang gerimis
dua tuannya saling berteriak, mengumpat
si lelaki melemparkan tamparan
dan ke luar dengan membanting pintu yang tak bersalah
Mereka hanya diam, merasa paham
ketika si perempuan terisak pelan
menaiki ranjangnya,
meletakkan kepalanya yang sedih pada bantal,
memeluk guling dengan raganya yang gemetar.
Hanya gerimis yang diam-diam mengiris sepi
tetesannya berirama seperti waktu
3

Si bantal tak bertanya
ketika si perempuan sibuk memeras air matanya
ia hanya diam-diam meminum kesedihan tuannya.
Si guling tak bergerak
hanya sibuk mendengarkan jantung tuannya yang berderak cepat
tak membalas pelukan tuannya, meski ia ingin.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top