folder Filed in Prosa, Sekitar
Temui Aku Sehabis Hujan
Hujan mengajakmu untuk menangis, namun ia mengajarimu untuk tetap kuat dan bertahan. Untuk dapat menaklukkan setiap panas badai dalam hidupmu.
Debora Violin comment 0 Comments access_time 1 min read

Ketika semua yang kamu rasakan bercampur-aduk menjadi satu, bahkan untuk memilahnya pun kamu tidak mampu. Hanya bisa terdiam, memandang udara tak kasat mata, begitu pasrah mendengar suara dari berbagai arah. Lamunanmu terlihat begitu asyik, matamu terkunci tanpa adanya kedipan pasti. Padahal sebenarnya di dalam dirimu semua sudah hancur-lebur tidak bersisa apa-apa, bukan?

Tiap kali ada yang membuyarkan segala hal dalam dipikiran, begitu cepat dan otomatis kamu langsung membalasnya dengan senyuman. Tujuan bibirmu untuk menandakan semuanya baik-baik saja, namun hatimu terus berusaha meminta pertolongan. Kemana pun kaki melangkah, dirimu terasa seperti dijarah. Semua tempat ramai tidak mampu menepis rasa pedih. Satu ruang sepi mampu menyadarkanmu, kamu berada di titik sedihmu yang teramat dalam, teramat sakit, sampai alam bawah sadarmu saja tidak mengaku bila dirimu terluka begitu hebatnya.

Dunia ini begitu penuh semak-belukar yang panas untuk ditapaki, sinar matahari membakar kulitmu, tidak ada tempat yang pantas untuk disinggahi. Lalu, hujan turun membasahi tanah, semak-belukar yang memarah, dan hatimu yang terus-menerus gelisah. Petrikor tercium begitu tajam. Suara rintik-rintik memenuhi telingamu. Langit tidak lagi terlalu silau, sama sepertimu yang tidak menentu, semuanya hanya kelabu. Semua bukan tentang keadaan di luar sana yang menentukan duniamu. Perdebatan yang tidak terdengar itu terus terjadi di dalam sana, hatimu. Sejauh apapun mata memandang lautan, rumah yang pantas ditempati ada di dalam dirimu sendiri. Sudah cukup untuk tersakiti, maka, berdamailah sebagai cara yang pasti.

Hujan mengajakmu untuk menangis, namun ia mengajarimu untuk tetap kuat dan bertahan. Untuk dapat menaklukkan setiap panas badai dalam hidupmu.

Aku akan selalu ada untuk menemuimu sehabis hujan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment