Pencarian dan Penantian

Derai hujan membasahi tanah dan ilalang
Berjalan tuan mengembara mencari jalan pulang
Telah dilaluinya segala yang merintang
Telah disentuh dan menyentuhnya oleh segala yang pernah datang
Berbaur apapun dihatinya telah tertuang
Peluh ditubuhnya tak menghadang
Setiap langkahnya selalu terkenang

Derai cemara di musim hujan
Di beranda rumah yang berisik oleh gemercik suara hujan
Sayup-sayup angin bersiul tak karuan
Terduduk nona yang menunggu tuan pulang menyudahi segala penantian

Setiap pencarian pasti punya titik penemuan masing-masing
Setiap penantian pasti punya titik kedatangan masing-masing

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top