Kali Ini, Masih Salah Waktu

Setelah malam tanpa kantuk dan penuh kutuk, puluhan skenario yang kubentuk dalam kepala, diikuti puluhan ekspresi wajah yang kusiapkan agar tak tampak begitu menyedihkan di hadapmu, akhirnya hari ini muncul dan bertamu.

Engganmu lenyap dan jujurmu bercakap. Kau ingin tumbuh tanpa berpeluh denganku, mimpi-mimpimu menganggapku penghalang dan bukan tempat pulang. Suasana pelik ini terasa seperti delik, setiap kata yang telah rapi kususun seketika runtuh tanpa ampun.

Tak mungkinkah kau mengukir segala harap sembari menahan tawa di setiap malam kita bercakap? Tak sanggupkah kau melukis asa sembari menungguku merias diri sebelum menuju pesta dansa? Tak bisakah kau mewujudkan angan sembari kita berpegang tangan?

Dalam mencari jawaban atas segala kemelut citra, tak mungkinkah kita tetap merajut kisah dan bukan tumbuh terpisah? Dunia memang tak hanya berputar di sekitarku, tapi bukankah dunia masih berputar jika kau tetap di sisiku?

“Waktu tak menungguku,”

katamu yang berusaha menyalahkan segala, selain ribuan ragumu. Aku tersenyum, mendongakkan kepala dan menatap langit. Sore itu, duduk di sampingmu, langit dan warnanya mengingatkanku tentang jutaan alasan untuk merangkak maju dan kembali pada diriku. Langit tak pernah gagal membuatku merasa kecil, menunjukkan kepadaku seberapa besar langkah di depan mata yang hanya bisa kulalui seorang diri.

Aku menatapmu sekali lagi, tak mampu menahan ayunan tangan menuju pundakmu,

“Begitu juga denganku.”

Di tengah puluhan perbedaan, berdiri satu persamaan: kau dan aku sama-sama dipenuhi oleh dirimu. Lidahku memilih untuk menahan setiap kata dari jantung yang memberontak terbelenggu.

Katamu, waktu tak menunggu. Tak sadar bahwa dalam setiap tatap, tawa, riuh, bahkan hening,

selama kita berdua,

kita tak pernah gagal menghentikan waktu.


Mari lanjutkan hidup dengan berpura-pura tak pernah menyadari semua ini. Mari berlari berlawanan arah, sembari terus mengutuk waktu.

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top