Prosa

HomeProsa

Petang Tahun Lalu

Petang tahun lalu mungkin jadi gelap yang paling kamu ingat, tentang bagaimana aku tidak lagi memandang kamu sebagai aku dan kita sebagai satu Apa yang kita takutkan akhirnya...

Semua Punya Ruang

Ruang-ruang itu berderet menampakkan masing-masing sinarnya Ada yang gelap, redup, dan terang Ada yang semula terang namun kini meredup, begitu juga sebaliknya, yang awalnya...

Tentang Hidup

Pagi tadi ia bertamu, kusambut datangnya dengan senyum hangat dan sebuah peluk di depan pintu Namun keesokan paginya, ia pergi tanpa mengucap sepatah kata pamit untukku Pagi-pagi...

Takut Tak Bertuan

Banyak sekali ketakutan-ketakutan dalam hidup yang sering kali membuat kita jadi takut melangkah; memikirkan “Di depan ada apa sih” Pada nyatanya setelah dijalani, ketakutan...

Pesan Suara

Pagi itu, bulat tekadku mengalahkan takutku Dengan suara lirih dan semburat air mata yang rapuh menggenang di ujung kelopak, kututurkan untaian kata yang membelenggu sedari pekan...

Sampai Kapan?

Meleburkan semua batas nyatanya bukan opsi karena perasaan tak meminta didikte, tak menuntut balas tapi ia berusaha menjadi saling pada semua silang yang lalu-lalang lalai Wajah...

Tak Ada Kita Lagi

Mataku mengerjap, aku meringkuk di bawah selimut hangat Masih bisa kurasakan saat malam kau menggenggam tanganku, memberikanku pelukan paling erat, samar kudengar suaramu...

Top