Yang Sekarang

Rona Pada Paras

Engkau harus tau, deru seruan ronamu itu menenggelamkan biru di diriku

Rona merah di pipimu Membuatku tersipu malu Mata tak lihai bersembunyi, kau tahu itu Melihat kanan kiri lamun tertuju ronamu itu Gelagapan bertingkah tak menentu Lelaki pemalu; yang pertama kali tidak malu Namun memalukan saat pertama kali bertemu Aku tertambat saat kau ceritakan sisi dari gelap malam Yang membuatmu mencintai larik sajak Yang engkau hela […]

Masih

Aku melihatmu meletakkan prasasti bukti adanya "kita" dalam sebuah tungku kayu,  kamu bersiap membakar, merelakan, melepas, menjadikannya abu lalu hilang dalam udara ruang.

Malam itu, kita berdebat mengenai kelangsungan bunga yang kita tanam bersama. Apakah harus kita tetap rawat di tempat yang sama atau langsung saja kita cabut hingga ke akarnya, lalu jatuhkan pada aspal yang kasar tanpa sedikit sentuhan tanah. Berulang kali ku katakan aku menyayangimu, namun belum cukup dapat membuatmu tinggal dan menetap. Senyum manis yang […]

Teruntuk Yang Kusebut Perempuan

Perempuan-ku, sudahkah kau terima undangan-ku? Sudah kusiapkan jamuannya; separuh hatiku.

[1] Jika Aku adalah Keluh, Maukah kau mengulurkan tangan? Mengusapnya, Agar keluh itu tetap milikmu. Jika aku adalah gaduh, Sudikah kau membisikkan suara? Lirih, berbisik: “Gaduh atau melepuh bersamaku?” Jika aku adalah riuh, Relakah kau berdiam sejenak? Menatapku, Menyadarkanku, Keluh, gaduh, riuh; itu Kamu.   [2] Kulipat rindu menjadi sebuah kertas, Kupanggil angin, lalu kutitipkan. […]

Kita, Sebatas Cerita

Benar adanya, bahwa kita hanya sebatas cerita yang kusimpan rapat dalam kepala

aku ingin bercerita tentang awan, tapi aku tak tau siapa yang bersedia mendengar aku ingin bercerita tentang embun, tapi sejuknya begitu menyakitkan aku ingin bercerita tentang laut, tapi dengan ketenangannya aku takut aku ingin bercerita tentang bulan, tapi ia selalu bersama malam aku ingin bercerita tentang angin, tapi ia begitu dingin aku ingin bercerita tentang […]

Tanpa Tepi Tanpa Tetapi

Memandangmu, aku seperti tenggelam dalam lautan kata. Pasrah, membiarkan pena bergempita.

Sejauh – jauhnya kubertualang, Sajak terbaik selalu aku dapati di matamu. Memandangmu, Aku seperti tenggelam dalam lautan kata. Pasrah, membiarkan pena bergempita. Segala kita adalah narasi, Yang takkan habis diceritakan semesta, Sekalipun waktu menunduk minta ampun, Mencari akhir dari kita. Kita tetaplah kita, Yang tanpa tepi Tanpa tetapi

Tentang Sebuah Hidup di Ruang Paling Sembunyi

Kutemukan lebih banyak kata-kata yang kau sembunyikan di rumit tumitmu, yang gemar melompat dari kenyataan pahit ke banyak sakit.

Aku hanya ingin membaca tentang apa saja yang kau tulis. Mendengar maki yang kau ciptakan untuk bertahan. Meski terlalu meyebalkan mencernanya sebagai amarah. Kutemukan lebih banyak kata-kata yang kau sembunyikan di rumit tumit mu, yang gemar melompat dari kenyataan pahit ke banyak sakit. Ketimbang meminta mencintaiku lebih, aku lebih senang mencitai dengan baik. Tentangmu belum selesai, dan tidak akan. Kecuali seseorang […]

Apresiasi Diri sebagai Bentuk Bersyukur

Sering gagal menurut saya adalah suatu pembelajaran. Hidup tidak memberikan kesenangan setiap saat. Selalu ada kekurangan di dalamnya. Gagal dalam mencapai sesuatu tentu pernah dialami setiap manusia dengan porsi dan waktu yang berbeda. Tergantung manusia mana yang dapat melihat makna dari kegagalan tersebut dan mau percaya bahwa ada sesuatu yang lebih besar.

Suatu hari, saya sejenak merenung, “untuk apa saya dilahirkan di dunia ini?”. Satu kalimat pertanyaan yang menjadi awal dari langkah menapaki hidup itu sendiri. Terkadang, kita tidak sadar bahwa kita punya peran penting di dunia ini. Individu punya perannya masing-masing. Bukan berarti kita hanya sekedar hidup di dunia ini. Hanya lahir, tumbuh dan besar menjadi […]

Dari Hati Seorang Anak Perempuan

Saya merasa menemukan satu harta yang seharusnya dapat saya sadari minimal ketika mengalami peralihan dari remaja menuju dewasa. Bapak adalah jawabannya.

Kita semua tentu mempunyai seorang idola. Kita semua tentu mempunyai beberapa hingga banyak alasan mengapa kita mengidolakannya. Waktu saya kecil, saya pernah ditanya oleh guru saya siapakah yang menjadi idola saya. Kala itu, jawaban saya dan teman-teman saya tentu beraneka ragam. Banyak di antara kami yang mengidolakan pemain film, atlit hingga penyanyi. Saya menjadi salah satu anak yang mengidolakan […]

Monster

Ibuku pernah bilang, kita semua memelihara monster. Monster itu akan keluar di saat yang tidak tepat, atau barangkali saat yang tepat, tergantung dari sudut pandang siapa yang kita bicarakan.

Dia selalu menungguku setiap aku pulang ke rumah. Setiap aku selesai melakukan suatu kegiatan, atau pergi ke suatu tempat, atau berinteraksi dengan orang-orang lain. Dia selalu ada, setia bertanya setiap malam dengan pertanyaan favoritnya, “Bagaimana hari ini?” Yang selalu aku jawab dengan panjang lebar, namun tentu saja tidak detail. Seperlunya saja. Dalam keharusanku menjawab itu, […]

Bintang Hati

Seperti bintang, jati diri kita itu amat banyak, menawan, bersinar, dan mematikan.

Mengapa kita tidak bisa melihat langit bertaburan bintang sesering kita melihat awan? Mereka bintang-bintang sebenarnya selalu ada di langit, tetapi mengapa kita hanya bisa melihat beberapa saja dari berjuta-juta? Bintang-bintang sering terhalang awan atau lapisan bumi lain yang tebal. Mungkin sama seperti hati kita? Maksudku, coba kaitkan itu dengan hati kita. Siapa tahu ada penghalang […]

Previous page Next page