Yang Sekarang

Benny Prawira Siauw: Tentang Menghadapi Ekspektasi dan Menghargai Setiap Proses

Hal yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menerima proses kita sebagai manusia. Kita semua berasal dari titik, latar belakang, sumber daya dan batasan yang berbeda-beda. Kalau kita memaksakan proses kita dengan norma dan ekspektasi ideal yang ada, akhirnya kita tidak akan pernah menemukan siapa diri kita.

Jauh sebelum Benny membentuk komunitas Into The Light, yang memiliki tujuan untuk mencegah bunuh diri dan menyelamatkan kesehatan jiwa, ini adalah penggalan kisah perjalanan bagaimana Benny Prawira Siauw menghadapi terang gelapnya kehidupan.  Sejak umur 13 tahun dia telah bertanya-tanya tentang banyak hal seperti apa makna dari hidup yang sesungguhnya serta apa yang dimaksud dengan bermanfaat […]

Makanan dan Cinta Di Dalamnya: Seporsi Hati yang Membahagiakan

Jika semua yang membahagiakan disebut cinta, pantas bukan jika saya bilang bahwa semangkuk mie atau sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk adalah perwujudannya? Ternyata cinta tak serumit pikiran kita. Cinta bisa menjelma jadi apapun yang kau mau sepanjang itu membahagiakanmu.

Bicara soal cinta terlalu sulit rasanya. Jika saya pinta, apa ada yang bisa mendeskripsikan makna cinta yang sesungguhnya? Jujur saya bingung jika harus memaparkan tentang cinta dengan beberapa kata. Mungkin kamu juga. Kita sama-sama terjebak dalam sebuah emosi bernama cinta yang kita paham betul rasanya tapi tak sanggup untuk memaparkan makna sesungguhnya. Sepertinya cinta memang […]

Tentang Bertahan Hidup dari Petra Sihombing

Banyak kekuatan dan alasan untuk tetap bertahan. Hal baik dan buruk bersatu padu membangkitkan sehingga Petra dapat menganggap hidup sebagai perjalanan yang seru. Petra kini sudah bisa menerima masa kelamnya dengan tertawa. Buat Petra, masalah telah berlalu ketika kita sudah betul-betul bisa mengalihkannya menjadi lelucon, memandangnya sebagai pemanis hidup dan memori yang berharga.

Petra Sihombing, seorang musisi yang akhir-akhir ini seolah kembali muncul ke permukaan, membagikan ceritanya tentang bertahan hidup. Sejak usia 13 tahun, Petra sudah akrab dengan musik. Ia mendisiplinkan diri untuk melahap 10—12 album yang berbeda per harinya lewat IPod. Tidak sekadar menikmati, rasa penasaran yang besar membuat Petra bertanya-tanya soal konsep produksi musik: kenapa gitarnya […]

Membenci Ibu Kota

Mereka lebih suka menggunakan tanda seru atau sama sekali tidak menggunakan tanda baca. Seolah mereka selalu tergesa-gesa menyelesaikan tiap-tiap kalimat, seakan setiap besok adalah hari kiamat.

Aku tak pernah benar-benar suka tinggal di ibu kota. Terlalu banyak pertanyaan di sana. Misalnya, mengapa harus ada kata ibu dan tidak ada kata kita di sana? Orang-orang bertanya tidak lagi dengan tanda tanya. Mereka lebih suka menggunakan tanda seru atau sama sekali tidak menggunakan tanda baca. Seolah mereka selalu tergesa-gesa, menyelesaikan tiap-tiap kalimat, seakan […]

Jonna Damanik: Tunanetra dan Berdampak Bagi Semesta

Jangan menganggap langkah kecil sebagai bagian yang terpisahkan dari proses menjadi manusia, sebuah roda yang terus bergerak untuk mengembangkan sisi kemanusiaan dan melakukan tindakan yang bermakna, meski memiliki banyak kekurangan.

Pada 2007, Jonna Damanik didiagnosis sebagai seorang tunanetra akibat penyakit glaukoma, yaitu tekanan bola mata yang berlebihan. Jonna pun mengikuti beberapa kali tindakan operasi. Tekanan bola mata yang sudah terlampau besar akhirnya berujung pada mata kanan Jonna yang buta total dan hanya dapat menangkap cahaya (light perception). Walaupun masih memiliki sisa penglihatan atau tergolong ke […]

Hari Ini Tidak Hujan

Hari ini tidak hujan. Mimpi saya sedang mengendap, tidak benar-benar menghilang. Biarkan saja tinggal dalam pikiran, meski sesekali terasa gamang. Tidak perlu dicela, apalagi berkata tidak bisa. Setidaknya jangan dulu sebelum benar-benar mencoba.

Hari ini tidak hujan. Mimpi saya sedang mengendap, tidak benar-benar menghilang. Biarkan saja tinggal dalam pikiran, meski sesekali terasa gamang. Tidak perlu dicela, apalagi berkata tidak bisa. Setidaknya jangan dulu sebelum benar-benar mencoba. Hari ini tidak hujan. Tapi saat ini saya harus mencari jalan lingkar. Mungkin sedang perbaikan jalan. Sembari menimbang-nimbang kemungkinan, serta apa yang […]

Sepasang Nahkoda dengan Arah yang Berbeda

Kita perlu menepi sebentar, karena aku masih punya pundak yang kuat untuk kau bersandar. Pintaku, kau tidak bergegas kemana-mana, temani aku merakit sempurna yang nyaris sirna.

Kita berada di kapal yang sama, bertugas mengerahkan segala imbang agar tak terambing. Berlindung di balik kata ‘saling percaya’, dari badai yang seketika memecah aman, lalu berdampak pada hilangnya nyaman. Riuh tak kunjung menemukan teduhnya, cemas menyelimuti batin beserta tenangnya. Kita perlu menepi sebentar, karena aku masih punya pundak yang kuat untuk kau bersandar. Pintaku, […]

Tidur, Nak

Tidur, Nak… Mak tahu langkahmu sudah amat kepayahan, menyusuri hidup dan naik turun tangga samsara yang panjangnya ampun-ampunan.

Tidur, Nak… Mak tahu langkahmu sudah amat kepayahan, menyusuri hidup dan naik turun tangga samsara yang panjangnya ampun-ampunan. Sering sudah engkau jatuh, jalan pincang-pincang, dan lutut bergemetar. Mengapa masih saja kaulawan segala lelah? Berhentilah barang sedetik. Waktu memang tiada berjeda, tetapi pahamilah bahwa dirimu butuh rebah. Meski masih amat panjang jalan di depanmu, meski masih […]

Untuk Setiap Singgah yang Tak Pernah Menjadikannya Rumah

Tujuh milyar manusia, katanya, namun ia gemar sekali mempertemukan sebelum akhirnya memisahkan—menjadikan yang awalnya asing menjadi tak asing, sebelum akhirnya kembali menjadikannya asing.

Perihal kehidupan, ternyata ia memang jenaka apa adanya. Tujuh milyar manusia, katanya, namun ia gemar sekali mempertemukan sebelum akhirnya memisahkan—menjadikan yang awalnya asing menjadi tak asing, sebelum akhirnya kembali menjadikannya asing. Berpindah mengetuk dari satu hati ke hati yang lainnya, hanya untuk sekedarnya singgah sementara. Berpindah secara berkala sampai akhirnya kita lupa, sudah berapa banyak […]

Jakarta Pukul Tiga

Ayah bercerita perihal hidupnya yang penuh akan kerja keras sampai hasil menyapa tanpa berkhianat. Ibu bercerita mengenai iklim impiannya yang terbentang sampai senja menjelma.

“Apa kabar?” sebuah pertanyaan seribu makna. Sudah terpaut sepekan sejak senja meninggalkan corak tak berarti di wajah jumantara. Yang terbesit hanya semburat garis menua bersama. Ayah bercerita perihal hidupnya yang penuh akan kerja keras sampai hasil menyapa tanpa berkhianat. Ibu bercerita mengenai iklim impiannya yang terbentang sampai senja menjelma. Perihal waktu, aku percaya semua berawal […]

Previous page Next page