Yang Sekarang

Doa-Doa Pada Tuhan yang Sederhana, 09

Tuhan, terima kasih untuk hari ini. Untuk lutut yang masih mampu menekuk, dan pejam yang masih sudi mampu untuk memujamu, dan utuh hadirmu dalam diri kami.

Tuhan, terima kasih untuk hidup. Terima kasih untuk napas. Terima kasih untuk mata yang masih mampu membuka, dan mulut yang masih mampu bersuara, masih mampu memujamu. Terima kasih untuk tidur di malam kemarin yang kauberi pada kami hingga kami mampu membuka mata kembali, dan rayakan syahdu dunia ini. Tuhan, kami adalah hamba yang kotor dan […]

Cahaya

Apa jika melakukan kebaikan, harus kita perhitungkan? Meneriakkan kata-kata kemanusiaan, namun tindakan mencerminkan kebiadaban.

Di dalam satu entitas yang hampa, Kita kembali menjadi yang terasingi. Terkukung dalam berbagai rasa tak percaya, Merampok mimpi, memperkosa jiwa. Mendamba hal yang baik, Namun diputus semua yang terkait. Dikutuk karna berbeda dari biasa, Lalu tunduk kepada yang berkuasa. Apa jika melakukan kebaikan, Harus kita perhitungkan? Meneriakkan kata-kata kemanusiaan, Namun tindakan mencerminkan kebiadaban. Tanpa […]

Merengkuh Perih

“Tuhan hadir dalam reruntuhan hidup.” Kau baca puisi itu dengan takjub. Pagi itu, di kamar yang tertutup, Kau mengucap: “aku masih bertahan. Tenagaku masih cukup.”

I Dengan cucuknya, aku coba menanyai. Bagaimana goresan hidupmu yang sudah kau lewati. Awalnya diam. Tapi, akhirnya kau coba mengurai. Kisahmu, memang sungguh perih.   II Rupanya, kau telah banyak belajar. Kau melawan dan bertahan meskipun gentar. Dalam kerapuhan kau coba tegar. Karena kau tak mau mimpimu pudar.   III “Tuhan hadir dalam reruntuhan hidup.” […]

Teh Ibu

Redupnya lampu kota, menambah haluan mesra ku dengannya. Kucing yang berjalan waktu itu berhenti untuk sejenak memberikan siulan kepada kami.

Secangkir teh yang disuguhkan ibu pagi itu, aromanya khas, memanggilku untuk singgah sementara. Ku teguk air coklat itu dan… Saat itu juga memoriku kembali ke satu titik bersamamu. Kala pertama kau beberkan tawa renyah, menyapaku. Ku yang saat itu sedang diam dengan mata yang menyusuri kota lama, kau datang, bersama ragamu yang gemilang, dengan candaan […]

Enigma Wajah Arca

Dalam remang kabut yang basah, seseorang itu mengheningkan cipta, sangat lama, sebelum akhirnya tersenyum ia, berjalan pergi kendati menoleh beberapa kali, tanpa busana, dan berjanji untuk kembali, kepada jiwa itu sendiri.

Suatu hari seseorang ingin melihat gambaran dirinya sendiri. Ia meminta penjelasan temannya, dengan bertanya: seperti apakah aku ini? Didengarkan sekian waktu, dan karena manusia punya batas percaya, lalu ia meminta temannya mengarahkan lensa dan memotret dirinya, sepenuh yang temannya bisa. Agar citra nampak apa adanya, pikirnya, dilepaskan seluruh pakaian, dibiarkannya kaca mengedip-ngedip mengingat tubuhnya. Dicuci […]

Harapku

Duhai,adakah semu yang memeluk purnama? Hingga terang menunjukkan jalan mana yang harus kulalui dan mana yang harus kutinggalkan.

Kutatap senja sedang bergurau dengan lembayung Menyuguhkan warna yang menggambarkan hatiku Ingin tersedu, namun kau mengajakku tertawa Untuk menghiburku, katanya   Kutatap lekat semburatnya diujung langit Berharap gelap tak segera datang Agar tangis tak memelukku hingga terlelap dan merindu tiada habisnya   Duhai, adakah semu yang memeluk purnama? Hingga terang menunjukkan jalan mana yang harus […]

Secangkir Kopi

Pada malam itu, resah berpijar begitu terang di sebuah ruang beratap hujan. Secangkir kopi berdiri di atas sepi, menunggu untuk dijadikan sebagai seorang teman.

“Tenanglah,” bisiknya. “Kita akan baik-baik saja.” Pada malam itu, resah berpijar begitu terang di sebuah ruang beratap hujan. Secangkir kopi berdiri di atas sepi, menunggu untuk dijadikan sebagai seorang teman. Barisan tanda tanya mengantre di samping imaji-imaji tak bersuara. Mendesak ruang kepala yang sudah sempit akibat monokrom yang tak juga padam. “Bertahanlah,” bisik suara itu […]

Rembulan yang Langka

Sebenarnya ketulusan itu sangat penting pada setiap sisi. Setelah mengenalnya aku tidak takut jika penghianatan dan cacian menghampiri, pada dasarnya ketulusan tidak akan pernah berwatak seperti itu.

Setengah windu menjalin kasih kepada pria tidak acuh menjelaskan betapa banyak sayang yang sudah aku guyurkan kepadanya. Engkau jangan meragukan kekasihku, seseorang menghabiskan kendi yang berisi cinta untuk memandikan seseorang bukan tanpa alasan tentunya. Untuk itu, aku berani menghabiskan isi kendi itu karena aku tahu kasih dan sayangnya tak sebanding dengan isi kendi yang aku […]

Titik Buta

Beberapa manusia membuka mata pada runyamnya dunia, lebih banyak lagi yang memilih buta. Menjalani kehidupan dan bersikap baik-baik saja seakan dunia sudah berjalan sebagaimana mestinya. Tapi kadang menjadi buta adalah pilihan. Pilihan untuk tidak membuka mata pada sekitar dan pilihan untuk tetap hidup tanpa bersentuhan.

Manusia kerap berteduh di bawah atap dosa-dosa yang mulai dilazimkan. Semua pelanggaran dan hal-hal yang tak wajar terlihat sangat jelas, namun pada titik tertentu manusia justru memilih menjadi buta.  Menutup mata atas bencana karena ulah tangan mereka atau menjadi tuli karena hak-hak minoritas yang masih diperdebatkan. Kampanye untuk menjaga semesta dan menciptakan masyarakat raharja tampaknya […]

Doa

“Bu, hari ini aku ke DPR atas nama keadilan. Kalau seandainya aku harus seperti Ayah, mohon ikhlaskan aku. Kupastikan Ibu akan tinggal di negara yang menjamin hak rakyatnya. Maafin aku. Aku sayang Ibu. Terima kasih buat semua yang indah di hidup aku.”

Barangkali keadilan bukan sesuatu yang diberikan cuma-cuma. Hak asasi adalah omong kosong yang walau sering kali disuarakan, pada akhirnya tetap menjadi angan belaka. Sialnya, meski keadilan digadang-gadang sebagai sesuatu yang harus dinikmati seluruh manusia, kekuasaan lebih menggoda untuk dimiliki dan menjadi jurang pemisah jalan menuju keadilan. Seperti rindu yang harus tandas pada kuasa jarak, atau […]

Previous page Next page