Yang Sekarang

Jonna Damanik: Tunanetra dan Berdampak Bagi Semesta

Jangan menganggap langkah kecil sebagai bagian yang terpisahkan dari proses menjadi manusia, sebuah roda yang terus bergerak untuk mengembangkan sisi kemanusiaan dan melakukan tindakan yang bermakna, meski memiliki banyak kekurangan.

Pada 2007, Jonna Damanik didiagnosis sebagai seorang tunanetra akibat penyakit glaukoma, yaitu tekanan bola mata yang berlebihan. Jonna pun mengikuti beberapa kali tindakan operasi. Tekanan bola mata yang sudah terlampau besar akhirnya berujung pada mata kanan Jonna yang buta total dan hanya dapat menangkap cahaya (light perception). Walaupun masih memiliki sisa penglihatan atau tergolong ke […]

Hari Ini Tidak Hujan

Hari ini tidak hujan. Mimpi saya sedang mengendap, tidak benar-benar menghilang. Biarkan saja tinggal dalam pikiran, meski sesekali terasa gamang. Tidak perlu dicela, apalagi berkata tidak bisa. Setidaknya jangan dulu sebelum benar-benar mencoba.

Hari ini tidak hujan. Mimpi saya sedang mengendap, tidak benar-benar menghilang. Biarkan saja tinggal dalam pikiran, meski sesekali terasa gamang. Tidak perlu dicela, apalagi berkata tidak bisa. Setidaknya jangan dulu sebelum benar-benar mencoba. Hari ini tidak hujan. Tapi saat ini saya harus mencari jalan lingkar. Mungkin sedang perbaikan jalan. Sembari menimbang-nimbang kemungkinan, serta apa yang […]

Sepasang Nahkoda dengan Arah yang Berbeda

Kita perlu menepi sebentar, karena aku masih punya pundak yang kuat untuk kau bersandar. Pintaku, kau tidak bergegas kemana-mana, temani aku merakit sempurna yang nyaris sirna.

Kita berada di kapal yang sama, bertugas mengerahkan segala imbang agar tak terambing. Berlindung di balik kata ‘saling percaya’, dari badai yang seketika memecah aman, lalu berdampak pada hilangnya nyaman. Riuh tak kunjung menemukan teduhnya, cemas menyelimuti batin beserta tenangnya. Kita perlu menepi sebentar, karena aku masih punya pundak yang kuat untuk kau bersandar. Pintaku, […]

Tidur, Nak

Tidur, Nak… Mak tahu langkahmu sudah amat kepayahan, menyusuri hidup dan naik turun tangga samsara yang panjangnya ampun-ampunan.

Tidur, Nak… Mak tahu langkahmu sudah amat kepayahan, menyusuri hidup dan naik turun tangga samsara yang panjangnya ampun-ampunan. Sering sudah engkau jatuh, jalan pincang-pincang, dan lutut bergemetar. Mengapa masih saja kaulawan segala lelah? Berhentilah barang sedetik. Waktu memang tiada berjeda, tetapi pahamilah bahwa dirimu butuh rebah. Meski masih amat panjang jalan di depanmu, meski masih […]

Untuk Setiap Singgah yang Tak Pernah Menjadikannya Rumah

Tujuh milyar manusia, katanya, namun ia gemar sekali mempertemukan sebelum akhirnya memisahkan—menjadikan yang awalnya asing menjadi tak asing, sebelum akhirnya kembali menjadikannya asing.

Perihal kehidupan, ternyata ia memang jenaka apa adanya. Tujuh milyar manusia, katanya, namun ia gemar sekali mempertemukan sebelum akhirnya memisahkan—menjadikan yang awalnya asing menjadi tak asing, sebelum akhirnya kembali menjadikannya asing. Berpindah mengetuk dari satu hati ke hati yang lainnya, hanya untuk sekedarnya singgah sementara. Berpindah secara berkala sampai akhirnya kita lupa, sudah berapa banyak […]

Jakarta Pukul Tiga

Ayah bercerita perihal hidupnya yang penuh akan kerja keras sampai hasil menyapa tanpa berkhianat. Ibu bercerita mengenai iklim impiannya yang terbentang sampai senja menjelma.

“Apa kabar?” sebuah pertanyaan seribu makna. Sudah terpaut sepekan sejak senja meninggalkan corak tak berarti di wajah jumantara. Yang terbesit hanya semburat garis menua bersama. Ayah bercerita perihal hidupnya yang penuh akan kerja keras sampai hasil menyapa tanpa berkhianat. Ibu bercerita mengenai iklim impiannya yang terbentang sampai senja menjelma. Perihal waktu, aku percaya semua berawal […]

Pekik Kalbu

Kemarin aku pun sangat sibuk. Membenam rindu yang membabi buta padamu. Menyapu air yang mengalir di pipi belahan jiwamu. Merelakan semesta yang tidak akan pernah memulangkanmu.

Pa, Kemarin aku bersembunyi dari isi kota. Sebab enggan melihat semua pemandangannya. Toko kue yang laris manis. Toko bunga yang diborong habis. Toko perbelanjaan yang ramai semarak. Toko perkakas ulang tahun yang penuh sesak. Pa, Kemarin semua anak terlihat sangat sibuk. Menyiapkan rencana kejutan terunik. Membeli hadiah-hadiah terbaik. Menulis kartu ucapan yang cantik. Mendekor seisi […]

Untuk Seseorang yang Kupanggil Ayah

Sebagai anak, baktiku hanya selembar daun kering yang gugur karena terlalu tua. Sulit untuk jujur bila akupun menyayangi kedua orangtuaku.

Dini hari, di hari yang orang-orang peringati sebagai cara berterima kasih kepada seseorang yang  dipanggil Ayah. Aku menasbihkan diri untuk memperingatinya dengan menyetubuhi aksaraku. Ayah, yang kuteguk ranum kasihnya saat orang-orang tertidur melewati waktu yang hinggap pada sepertiga malam yang akhir. Seperti hari ini, kala orang-orang memasang foto wajah ayah-ayah mereka di media sosial serta […]

Dasar yang Sama

Manusia sama pada dasarnya. Kita hanya sedang melalui persimpangan jalan yang berbeda, namun sama tujuannya.

Setiap saat terasa seperti malam. Pagi itu gelap. Siang itu dingin, Malam tetap menjadi malam. Seolah waktu tak bergerak, rasanya seperti berjalan di atas benang yang melingkar tak berujung. Memasang senyuman indah sekuat tenaga. Menegapkan badan, jangan sampai bungkuk. Menjaga intonasi bicara, jangan sampai terbawa emosi. Semua itu dengan ganas mengikat, agar menjadi rutinitas abadi. […]

Doa-Doa Pada Tuhan yang Sederhana, 09

Tuhan, terima kasih untuk hari ini. Untuk lutut yang masih mampu menekuk, dan pejam yang masih sudi mampu untuk memujamu, dan utuh hadirmu dalam diri kami.

Tuhan, terima kasih untuk hidup. Terima kasih untuk napas. Terima kasih untuk mata yang masih mampu membuka, dan mulut yang masih mampu bersuara, masih mampu memujamu. Terima kasih untuk tidur di malam kemarin yang kauberi pada kami hingga kami mampu membuka mata kembali, dan rayakan syahdu dunia ini. Tuhan, kami adalah hamba yang kotor dan […]

Previous page Next page