Perspektif
Sebermula Hidup adalah Perspektif. Dalam menjadi manusia, perspektif menguap di mana-mana. Sebelum teori-teori dipatenkan, bukankah mereka adalah perspektif? Bahkan, hukum-hukum yang berlaku merupakan perspektif yang diseragamkan.

Kita, Sebatas Cerita

Benar adanya, bahwa kita hanya sebatas cerita yang kusimpan rapat dalam kepala

aku ingin bercerita tentang awan, tapi aku tak tau siapa yang bersedia mendengar aku ingin bercerita tentang embun, tapi sejuknya begitu menyakitkan aku ingin bercerita tentang laut, tapi dengan ketenangannya aku takut aku ingin bercerita tentang bulan, tapi ia selalu bersama malam aku ingin bercerita tentang angin, tapi ia begitu dingin aku ingin bercerita tentang […]

Senyap

Kamu tahu, terkadang menjadi satu terasa rancu, namun jika dua pun terasa ragu-ragu.

Kamu tahu, terkadang menjadi satu terasa rancu, namun jika dua pun terasa ragu-ragu. Aku paham jika raga siap tuk menanti, namun hati tak bisa basa basi. Terlalu durhaka kepada kenyataan. Meronta, meminta, memaksa. Kamu tahu, ketika sel-sel otak terkontaminasi oleh hati, ikut iri, lantas berlaku konotasi. Terus saja meminta satu untuk bertemu satu lainnya. Gila! […]

Paresthesia: Menemukan yang Tak Terjamah

Coba bantu aku. Beri aku secercah kebijaksanaan dan harapan dari relung sukmaku. Buahkan segala paling pada tiap tarikan benang merah dari nalarku. Wartakan kepadaku, apa segala yang sekarang kuusahakan akan bermakna?

Malam ini, lagi-lagi sekumpulan keraguan mengangkasa dalam cakrawalaku. Ada yang menjelma air yang membeku di jalanan yang liku. Lecat, berbahaya, dan repas. Kesempatannya terbatas. Memilih melintasi atau berhenti, ujungnya sama-sama terlibat dan membelit. Tetapi tergelincir seharusnya dapat lebih baik ketimbang terperosok. Di sini, aku sekarang. Memandang dan mengamati, tiap bayang dan remang, yang mungkin saja […]

Pohon Uang

Bersama iringan kepulanganku, aku berharap dalam hati semoga saat aku dewasa nanti dan mempunyai cukup uang untuk membeli sepatu mengkilap itu, aku bisa pergi menaiki pohon uang yang tinggi itu.

Ini hanyalah sepotong kisah tentang kegelisahan masa kecilku. Tentang kemana tanah lapang dan pepohonan pergi. Tentang tempat bermainku yang sudah tergantikan pohon uang, dan tentang layangan yang tak bisa ku terbangkan lagi. Tentang Ayah yang sangat aku kagumi dan Ibu seorang yang paling mengerti. Aku adalah Rama, anak yang dilahirkan normal oleh Ibuku. Aku adalah […]

Tanpa Tepi Tanpa Tetapi

Memandangmu, aku seperti tenggelam dalam lautan kata. Pasrah, membiarkan pena bergempita.

Sejauh – jauhnya kubertualang, Sajak terbaik selalu aku dapati di matamu. Memandangmu, Aku seperti tenggelam dalam lautan kata. Pasrah, membiarkan pena bergempita. Segala kita adalah narasi, Yang takkan habis diceritakan semesta, Sekalipun waktu menunduk minta ampun, Mencari akhir dari kita. Kita tetaplah kita, Yang tanpa tepi Tanpa tetapi

Hanya Ingin Mengingatkanmu

Hanya ingin mengingatkanmu, ketika kamu mempertanyakan eksistensimu di dunia ini, percayalah semakin banyak proses yang kamu lewati dalam hidupmu, hal yang kamu pertanyakan itu akan terjawab pada saatnya.

Hanya ingin mengingatkanmu, kamu berharga. Kesalahan apapun yang terjadi dalam hidupmu, bukan berarti kamu tidak berguna, bukan berarti semua salahmu. Hidup ini bukan untuk menyenangkan semua orang, karena kamu bukanlah manusia sempurna yang bisa melakukan segalanya. Aku tahu ini tidak mudah untukmu, tetapi itulah nyatanya. Hanya ingin mengingatkanmu, ketika kamu merasa bersalah, dan kamu merasa […]

Tentang Sebuah Hidup di Ruang Paling Sembunyi

Kutemukan lebih banyak kata-kata yang kau sembunyikan di rumit tumitmu, yang gemar melompat dari kenyataan pahit ke banyak sakit.

Aku hanya ingin membaca tentang apa saja yang kau tulis. Mendengar maki yang kau ciptakan untuk bertahan. Meski terlalu meyebalkan mencernanya sebagai amarah. Kutemukan lebih banyak kata-kata yang kau sembunyikan di rumit tumit mu, yang gemar melompat dari kenyataan pahit ke banyak sakit. Ketimbang meminta mencintaiku lebih, aku lebih senang mencitai dengan baik. Tentangmu belum selesai, dan tidak akan. Kecuali seseorang […]

Untuk Kamu yang Selalu Menetap

Maafkan aku yang selalu mengeluh akan adanya jarak dan waktu. Maafkan juga karena membuatmu selalu dirundung pilu dan kekhawatiran yang tak menentu.

Untuk kamu yang sedang merindu, Maafkan aku yang selalu mengeluh, akan adanya jarak dan waktu. Maafkan juga karena membuatmu selalu dirundung pilu, dan kekhawatiran yang tak menentu. Bagaikan air yang mengair dengan tenang, kamu menyimpan semua rasamu dalam bilik hatimu. Sendirian, penuh kecewa, resah, dan gelisah. Namun kini, ibaratkan langit dan bumi, kita tak dapat […]

Untuk Seseorang yang Sedang Kesepian

Aku mau jadi apa saja yang mengingatkanmu bahwa kau tidak pernah benar-benar sendiri. Dan sepi hanyalah bait-bait puisi yang fiksi.

Menjelang malam jatuh menimpa seisi kota, kutemukan dirimu muram menghadap ke luar jendela Ada kenangan-kenangan dan keinginan-keinginan, yang belum sempat kau tanggalkan dan tinggalkan. Udara di rongga dadamu, kini begitu sejuk dan sesak. Kau seolah ingin berteriak. Tapi kesunyian dan kesendirian, punya suara yang lebih nyaring, daripada kepedihan. Kau lalu berbaring dan mencoba memejamkan mata, […]

Apresiasi Diri sebagai Bentuk Bersyukur

Sering gagal menurut saya adalah suatu pembelajaran. Hidup tidak memberikan kesenangan setiap saat. Selalu ada kekurangan di dalamnya. Gagal dalam mencapai sesuatu tentu pernah dialami setiap manusia dengan porsi dan waktu yang berbeda. Tergantung manusia mana yang dapat melihat makna dari kegagalan tersebut dan mau percaya bahwa ada sesuatu yang lebih besar.

Suatu hari, saya sejenak merenung, “untuk apa saya dilahirkan di dunia ini?”. Satu kalimat pertanyaan yang menjadi awal dari langkah menapaki hidup itu sendiri. Terkadang, kita tidak sadar bahwa kita punya peran penting di dunia ini. Individu punya perannya masing-masing. Bukan berarti kita hanya sekedar hidup di dunia ini. Hanya lahir, tumbuh dan besar menjadi […]

Previous page Next page