Perspektif
Sebermula Hidup adalah Perspektif. Dalam menjadi manusia, perspektif menguap di mana-mana. Sebelum teori-teori dipatenkan, bukankah mereka adalah perspektif? Bahkan, hukum-hukum yang berlaku merupakan perspektif yang diseragamkan.

Serangan Fajar

Serangan fajar itu nyata, katanya. Sebagaimana aku lupa bahwa kamu pernah ada, dan tiba-tiba saja... kamu tak lagi ada.

Serangan fajar itu nyata, katanya. Menunggu untuk menyerang mereka yang tidak awas, menghancurkan apa yang tidak mereka sadari mereka miliki, menanti waktu yang tepat untuk mencuri sampai akhirnya mereka sadari bahwa hilang kini telah jadi teman mereka yang pasti. Iya benar, serangan fajar itu nyata, katanya. Sebagaimana aku lupa bahwa kamu pernah ada, dan tiba-tiba […]

Tak Perlu Sama

Seperti kata kak Novie Ocktaviane di buku Bertumbuh, “Kilometer nol setiap orang itu berbeda. Kita tak perlu memaksakan sama.”

Seperti kata kak Novie Ocktaviane di buku Bertumbuh, “Kilometer nol setiap orang itu berbeda. Kita tak perlu memaksakan sama.” Saya kilometer nol nya di Bandung, kamu mungkin di Jakarta, Depok, Bekasi, dan kota lainnya sesuai tempatmu berada. Kalau tujuan kita ke Ciamis, maka yang sampai duluan kemungkinan saya, lalu kamu menyusul. Belum lagi ditambah kemungkinan terjadi hal lain […]

Bermonolog Dengan Kamu yang Aku

Kepada siapapun kamu yang menemukan aku, tolong beritahu bahwa lukaku akan luruh, kecewaku yang aduh takkan lagi gaduh, pikiranku kosong bukan sebab hati melompong, melainkan remah harap yang hampir tak tergotong, gosong dan beralibi di balik titah sombong.

Izinkan aku berbicara dengan diriku, barang satu menit saja atau bahkan kulebihkan, kepada siapapun kamu yang menemukan aku, tolong beritahu bahwa lukaku akan luruh, kecewaku yang aduh takkan lagi gaduh, pikiranku kosong bukan sebab hati melompong, melainkan remah harap yang hampir tak tergotong, gosong dan beralibi di balik titah sombong. Hanya butuh telinga sepasang untuk […]

Burung-Burung Kertas

Hari-hari kita telah usang, sebelum sempat mengucap sayang. Tapi, bisakah aku membuka jeruji? Agar kita bisa terbang tinggi lagi?

Kawan, Ada burung-burung terbang dengan kertas. Membawa pensil, dan kenangan yang membekas. Mengitari angkasa dengan kasih. Bersama hatiku yang sebentar lagi akan rapuh. Hari-hari kita telah usang. Sebelum sempat mengucap sayang. Tapi, bisakah aku membuka jeruji? Agar kita bisa terbang tinggi lagi? Kawan, Diriku kehilangan harap tentang kita. Kita yang pernah terbang tinggi bersama. Mengudara […]

Berat Beban

Suatu hari bebanmu akan kurang dari beratmu, percayalah.

beratku hanya timbangan yang tahu bebanku hanya aku yang tahu angka 70 stagnan selalu sudah berapa tahun baru, berapa lebaran, berapa natal tubuhku sepertinya betah di angka itu sudah coba sering jalan kaki coba kurangi makan, coba kurangi minum tetap segitu-segitu saja sudah naik kelas, sudah naik tingkat nambah pikiran, nambah teman tetap segitu-segitu saja […]

Rona Pada Paras

Engkau harus tau, deru seruan ronamu itu menenggelamkan biru di diriku

Rona merah di pipimu Membuatku tersipu malu Mata tak lihai bersembunyi, kau tahu itu Melihat kanan kiri lamun tertuju ronamu itu Gelagapan bertingkah tak menentu Lelaki pemalu; yang pertama kali tidak malu Namun memalukan saat pertama kali bertemu Aku tertambat saat kau ceritakan sisi dari gelap malam Yang membuatmu mencintai larik sajak Yang engkau hela […]

Masih

Aku melihatmu meletakkan prasasti bukti adanya "kita" dalam sebuah tungku kayu,  kamu bersiap membakar, merelakan, melepas, menjadikannya abu lalu hilang dalam udara ruang.

Malam itu, kita berdebat mengenai kelangsungan bunga yang kita tanam bersama. Apakah harus kita tetap rawat di tempat yang sama atau langsung saja kita cabut hingga ke akarnya, lalu jatuhkan pada aspal yang kasar tanpa sedikit sentuhan tanah. Berulang kali ku katakan aku menyayangimu, namun belum cukup dapat membuatmu tinggal dan menetap. Senyum manis yang […]

Pilihan

Jika di dalam dirimu ada dua singa. Singa hitam dan singa putih, singa yang mana yang paling cepat tumbuh dan besar?

Pernah sekali ibuku bertanya, “Jika di dalam dirimu ada dua singa. Singa hitam dan singa putih, singa yang mana yang paling cepat tumbuh dan besar?” Aku diam sejenak, mencoba memahami kemana arah pembicaraan ini. Aku menggeleng. “Tidak tahu.” Ibuku tersenyum. “Singa yang paling sering kau beri asupan, ia akan bertumbuh dengan cepat.” Aku masih mencoba […]

Teruntuk Yang Kusebut Perempuan

Perempuan-ku, sudahkah kau terima undangan-ku? Sudah kusiapkan jamuannya; separuh hatiku.

[1] Jika Aku adalah Keluh, Maukah kau mengulurkan tangan? Mengusapnya, Agar keluh itu tetap milikmu. Jika aku adalah gaduh, Sudikah kau membisikkan suara? Lirih, berbisik: “Gaduh atau melepuh bersamaku?” Jika aku adalah riuh, Relakah kau berdiam sejenak? Menatapku, Menyadarkanku, Keluh, gaduh, riuh; itu Kamu.   [2] Kulipat rindu menjadi sebuah kertas, Kupanggil angin, lalu kutitipkan. […]

Kopi Asin

Otak saya dengan cepat mengulang kejadian beberapa hari lalu. Kejadian yang membuat hidup saya tak manis lagi. Sejak hari itu, rasa kopi dalam mulut saya selalu berubah rasa. Tak manis, pahit ataupun gurih. Kopi yang saya teguk berubah rasa jadi asin.

Sore ini saya kembali beraktivitas setelah beberapa hari terpuruk karena dia. Saya kembali menjadi seorang perempuan yang sibuk. Pergi mencari inspirasi untuk menulis jadi pilihan sore ini. Saya datang ke kedai kopi di kawasan Kemang. Dan duduk di sekitar orang-orang. Sesekali saya melihat ke depan, kiri, belakang, dan kanan. Orang-orang berlalu lalang. Pergi dan datang. […]

Previous page Next page