Yang Lain

Pohon Uang

Bersama iringan kepulanganku, aku berharap dalam hati semoga saat aku dewasa nanti dan mempunyai cukup uang untuk membeli sepatu mengkilap itu, aku bisa pergi menaiki pohon uang yang tinggi itu.

Ini hanyalah sepotong kisah tentang kegelisahan masa kecilku. Tentang kemana tanah lapang dan pepohonan pergi. Tentang tempat bermainku yang sudah tergantikan pohon uang, dan tentang layangan yang tak bisa ku terbangkan lagi. Tentang Ayah yang sangat aku kagumi dan Ibu seorang yang paling mengerti. Aku adalah Rama, anak yang dilahirkan normal oleh Ibuku. Aku adalah […]

Untuk Kamu yang Selalu Menetap

Maafkan aku yang selalu mengeluh akan adanya jarak dan waktu. Maafkan juga karena membuatmu selalu dirundung pilu dan kekhawatiran yang tak menentu.

Untuk kamu yang sedang merindu, Maafkan aku yang selalu mengeluh, akan adanya jarak dan waktu. Maafkan juga karena membuatmu selalu dirundung pilu, dan kekhawatiran yang tak menentu. Bagaikan air yang mengair dengan tenang, kamu menyimpan semua rasamu dalam bilik hatimu. Sendirian, penuh kecewa, resah, dan gelisah. Namun kini, ibaratkan langit dan bumi, kita tak dapat […]

Untuk Seseorang yang Sedang Kesepian

Aku mau jadi apa saja yang mengingatkanmu bahwa kau tidak pernah benar-benar sendiri. Dan sepi hanyalah bait-bait puisi yang fiksi.

Menjelang malam jatuh menimpa seisi kota, kutemukan dirimu muram menghadap ke luar jendela Ada kenangan-kenangan dan keinginan-keinginan, yang belum sempat kau tanggalkan dan tinggalkan. Udara di rongga dadamu, kini begitu sejuk dan sesak. Kau seolah ingin berteriak. Tapi kesunyian dan kesendirian, punya suara yang lebih nyaring, daripada kepedihan. Kau lalu berbaring dan mencoba memejamkan mata, […]

Saung Pak Tua

"Jangan habiskan masa mudamu hanya untuk membayar tagihan cicilan, anak muda."

Lampu-lampu sentir kian sayup tatkala congkaknya angin makin kencang berhembus bersamaan dengan menembus paksa masuk ke tulang rusuk ini. Malam makin menebar hawa mistik, sebuah akibat timbulnya mitos-mitos ciptaan orang-orang tua kita dahulu. Topik diskusi dari “Pak Tua” yang membuat kami tidak mengacuhkan suara reyot dari saung tua ini. “Tolong seduhkan kopi lagi, Nak!”. Ucap […]

Ibu-ibu Di Depan Warung

“Bu, gak pulang?” tanyaku. “Saya rumah,” Otakku mendadak bingung berusaha mengerti bahasa Ibu tersebut.

Seorang anak pernah datang ke warungku Ia ribet, bawa koper dan gendolan lainnya seperti mau pulang kampung tapi lebaran masih lama “Bu, titip ya!” katanya Ia tunjuk seorang ibu-ibu tua sedang duduk, lamunannya jauh sembari menggigiti tusuk gigi “Mau kemana?” tanyaku pada anak itu “Pamit, Bu.” Sore-sore warungku tutup sebelum maghriban di masjid Ibu-ibu itu […]

Dari Perspektif "Days After 24" Tentang Alasan Membuat Daily Vlog, Uang dan Titik Terendah Hidup

Hidup itu nggak selamanya harus seperti yang society inginkan

Raysha atau yang lebih dikenal sebagai Daysafter24, menceritakan awal mulanya membuat daily vlog tentang keseharian hidupnya. Nama Daysafter24 sendiri muncul atas idenya untuk mulai membuat daily vlog setelah ulang tahunnya yang ke-24. Ide untuk membuat daily vlog pun muncul atas serangkaian kejadian yang terjadi di hidup Raysha yang akhirnya menyadarkan Raysha bahwa perpektif orang lain […]

Istirahat Sesaat

Iya, ibukota kita ini lucu ya? Tak ada “ibu” di dalamnya. Tak ada hangat yang membuat kita ingin berlama-lama ada di tengahnya. Kalau mau tetap hidup, ya harus mampu bertahan. Kalau tidak, ya kau mati dibunuh oleh pelakon yang lain.

Kemarin, aku pulang kala mentari sudah kembali bersembunyi di balik bahari. Di tengah kota Jakarta yang penuh akan hiruk pikuk manusianya, aku membaur, tersaur, tersungkur. Rasanya kecil, mengecil, kemudian nihil. Entah apa yang aku rasa saat itu, namun rasanya memuakkan. Ketika kulihat seisi jalanan padat ibukota, selasar pertokoan yang dipenuhi manusia tanpa rumah, KRL yang […]

Pesan Bapakmu

Hai puan, bapakmu sempat berpesan untuk menikah dengan yang mapan. Baiknya kau iyakan perkataan bapakmu.

Hai puan, bapakmu sempat berpesan untuk menikah dengan yang mapan. Baiknya kau iyakan perkataan bapakmu. Bukan perkara mudah untuk mengubah pola pikir yang saat ini dalam satu garis lurus, terpakem dan mengakar. Aku tak ingin kau lapar hingga harus memakan sisa makan siang karyawan. Idealisme bukan suatu hal yang harus diuangkan, alih-alih aku berharap bisa […]

Kamu yang Terlalu Kaku

Terkadang ada yang tersangkut karena terlalu dipaksakan. Alhasil, robek.

Aku kadang tidak mengerti dengan bagaimana konsep semesta bercanda Menarik, lalu mengulur. Membolak-balikan, lalu mungkin mereka tertawa. Mungkin nampaknya lucu, menyuguhkan secangkir coklat hangat saat aku tersungkur kedinginan. Tapi lalu memberikan masam di dalamnya. Katamu, “masih banyak yang lebih buruk dari itu” “Ah, tetap saja masam!” Lalu aku yakin mereka sedang tertawa, sekali lagi. Diikuti […]

Dari Perspektif William Hendradjaja Tentang Mimpi dan Bisnis Sebagai Kendaraan Perubahan Sosial

Setinggi apapun mimpi kita, tahapan demi tahapan harus tetap ada untuk bisa mencapai kesana.

Melihat kondisi sosial yang ada di lingkungan bisnis keluarga yang ia jalankan, membuka mata seorang William Hendrajaja untuk terjun ke social enterprise. Founder dari Hore Indonesia dan Impact Hub Jakarta ini bercerita tentang keresahannya melihat kondisi pendidikan di beberapa daerah di Indonesia yang belum memadai, hingga bagaimana ia akhirnya terjun ke social enterprise. William juga […]

Previous page Next page