Yang Lain

Pesan Bapakmu

Hai puan, bapakmu sempat berpesan untuk menikah dengan yang mapan. Baiknya kau iyakan perkataan bapakmu.

Hai puan, bapakmu sempat berpesan untuk menikah dengan yang mapan. Baiknya kau iyakan perkataan bapakmu. Bukan perkara mudah untuk mengubah pola pikir yang saat ini dalam satu garis lurus, terpakem dan mengakar. Aku tak ingin kau lapar hingga harus memakan sisa makan siang karyawan. Idealisme bukan suatu hal yang harus diuangkan, alih-alih aku berharap bisa […]

Kamu yang Terlalu Kaku

Terkadang ada yang tersangkut karena terlalu dipaksakan. Alhasil, robek.

Aku kadang tidak mengerti dengan bagaimana konsep semesta bercanda Menarik, lalu mengulur. Membolak-balikan, lalu mungkin mereka tertawa. Mungkin nampaknya lucu, menyuguhkan secangkir coklat hangat saat aku tersungkur kedinginan. Tapi lalu memberikan masam di dalamnya. Katamu, “masih banyak yang lebih buruk dari itu” “Ah, tetap saja masam!” Lalu aku yakin mereka sedang tertawa, sekali lagi. Diikuti […]

Dari Perspektif William Hendradjaja Tentang Mimpi dan Bisnis Sebagai Kendaraan Perubahan Sosial

Setinggi apapun mimpi kita, tahapan demi tahapan harus tetap ada untuk bisa mencapai kesana.

Melihat kondisi sosial yang ada di lingkungan bisnis keluarga yang ia jalankan, membuka mata seorang William Hendrajaja untuk terjun ke social enterprise. Founder dari Hore Indonesia dan Impact Hub Jakarta ini bercerita tentang keresahannya melihat kondisi pendidikan di beberapa daerah di Indonesia yang belum memadai, hingga bagaimana ia akhirnya terjun ke social enterprise. William juga […]

Dari Perspektif Chika Bagaskara Tentang Hidup Dalam Ekspektasi dan Mengapa Berhenti Kuliah

"Orang-orang hanya berpura-pura bahagia, seakan semua hal dalam hidupnya berjalan sesuai dengan apa yang mereka rencanakan, padahal kenyataannya tidak."

Memiliki seorang ayah dan ibu yang berkecimpung di dunia seni, membuat Chika Bagaskara merasa hidup dalam bayang-bayang dan ekspektasi dari orang-orang di sekitarnya. Perempuan yang saat ini bekerja sebagai content writer di sebuah perusahaan start up ini, menceritakan pengalaman dan sudut pandangnya tentang Quarter Life Crisis serta bagaimana akhirnya ia memutuskan untuk berhenti berkuliah. Chika […]

Di Balik Diam

Kasihan orang-orang yang mulutnya satu, tak berdaya pula, seperti sudah lelah dan tahu ceritanya tidak akan pernah usai.

Aku diberi dua telinga Seharusnya juga kugunakan sebaik mungkin Cerita bertebaran begitu pula kebohongan Keputusan mana yang harus kudengar ada padaku dan selalu padaku bukan pada ayah, ibu, juga teman Beruntunglah aku yang bisa dan sadar Di pinggir jalan suka kulihat yang kurang beruntung pun di lingkaran pergaulanku Telinga boleh dua namun suka lupa mendengar […]

Aku, Kamu, dan Cerita Patah Hati Kita

Kepada hati yang sedang terluka, biarkanlah dirimu terpuruk sampai pada titik terendahmu, menangislah jika kamu perlu.

“Kita akhiri saja ya hubungan ini” ucapnya. Memecah tawa yang semula terjadi diantara kita. Kita sedang berada di sebuah kedai kopi yang tidak terlalu ramai dengan para manusia. “Bagaimana ? Gimana maksud kamu ? kenapa dengan tiba tiba ?” Dia tidak menjawab pertanyaanku. Genggaman tanganku yang semula menggenggam tangannya, kini terlepas. Ia melepaskan genggaman itu, lalu berdiri dan mengambil langkah untuk […]

Dari Hati Chandra dan Mama

Merawat seorang anak dari kecil hingga tumbuh menjadi dewasa adalah hal terbaik dalam menjadi orang tua.

Bagi ibunya, Chandra adalah seorang anak pertama yang kehadirannya sangat ditunggu-tunggu setelah 3 tahun menikah. Sedangkan bagi Chandra, ibunya adalah sosok ibu yang sangat bertanggung jawab, perhatian, dan selalu memaafkan anaknya. Simak ungkapan perasaan Chandra dan Ibunya dalam Dari Hati di bawah ini. Dari Hati, adalah sebuah konten video dimana 2 orang yang memiliki hubungan […]

Meredam Bara

Manusia dilahirkan bersamaan dengan ego, seperti dengan kasih sayang, ego menjadi sisi lain manusia. Ketika ia merasa lapar, ego lebih dulu menguasainya, ia menyalak pada setiap kata yang terlempar, ia mengaduh pada setiap kesalahan yang tak disengaja.

Menyebutnya sebagai suatu hal yang manusiawi, memberikan pengampunan pada sebuah kesalahan lalu memberikan ruang pada dendam untuk kemudian membiarkannya menjadi tuan rumah di dalam sanubari. Sebesar itulah pengampunan manusia untuk diri sendiri, sementara amarahnya pada manusia lain akan ia biarkan tumbuh dan mengakar. Sekecil apapun amarah yang disimpan, sekecil apapun jarak yang dicipta, kelak ia akan membawa jarak beribu – […]

Es Krim

Sebuah gumaman karena hal kecil: es krim. Aku sudah tidak bisa menikmatinya lagi gara-gara perbuatan manusia.

Waktu aku kecil, aku selalu membayangkan bisa memakan es krim sebanyak yang aku mau. Bahkan aku ingin memiliki rumah yang terbuat dari es krim.  Aku menyukai es krim rasa coklat, apalagi kalau di dalamnya terdapat lelehan coklat. Aku tidak peduli dengan perkataan dokter gigi yang botak itu. Berpuluh-puluh kali ia mengatakan hal  yang sama, “Es […]

Ku Tak Pulang-pulang ke Rumah

Sejauh-jauhnya pergi, jangan pernah lupa untuk pulang. Meski hanya sesekali, ingatlah, dampaknya bisa berkali-kali bagi perspektif yang lain.

Sejauh-jauhnya kaki melangkah, kepada rumahlah jua kita kembali. Tanah rantau sudah merawat saya selama lebih dari empat tahun. Kebaikan-kebaikan, rasa manis, pengalaman-pengalaman luar biasa, kenangan yang sulit lupa, pojok-pojok dan kanal-kanal yang setiap sudutnya memiliki cerita sendiri tentu kadang membuat saya alpa bahwa saya punya rumah nun jauh di sana. Bukan saat-saat seperti ini saya […]

Previous page Next page