Yang Lain

Pagi Ini Hujan Belum Berhenti

Air hujan di luar masih saja berjatuhan.

Sudah pukul tiga pagi, hujan tak kunjung berhenti. Masih dengan tugasnya membasahi bumi juga turut serta berlomba dengan air lain yang membasahi pipi. Sama derasnya. Suara hunjaman air hujan terdengar berirama mampu meredam isakan yang semula menggema ke seluruh penjuru ruangan. Isakan kesedihan yang tak mampu diutarakan. Isakan kekecewaan yang tak mampu disampaikan. Semua sengaja […]

Guratan Ekspektasi

Pertemuan yang tak pernah direncanakan dan dibayangkan terjadi begitu saja, sesuai alur yang sudah dilukis Tuhan. Semesta sepakat bahwa inilah yang terbaik dari sebuah kisah dipenghujung tahun.

Pertemuan yang tak pernah direncanakan dan dibayangkan terjadi begitu saja, sesuai alur yang sudah dilukis Tuhan. Semesta sepakat bahwa inilah yang terbaik dari sebuah kisah dipenghujung tahun. Mereka bertemu di stasiun. Mungkin, bagi sebagian orang stasiun lebih dari tempat kedatangan dan kepergian, lebih dari tempat awal perjumpaan, lebih dari sapa yang sudah lama tak bersua, […]

Meranggas, Kau Meranggas

Apa yang kau harapkan dari itu? Sebegitu takutkah kau dipinggirkan? Sedemikian takutkah kau dinafikan? Berhentilah untuk aku yang mencintaimu.

Sudah meranggas tubuh terlebih jiwamu, begitu ringkih seperti mereka yang sepuh, ku tau hidupmu baru dua dasawarsa lebih sedikit, lantas apa yang membuatmu meranggas? Kemarin kucari jawaban ke ahli dunia, katanya kau mudah berputus asa. Jika benar, seharusnya kau sudah bunuh diri sejak lama. Kucoba ke ahli agama, kau kurang iman katanya butuh seberapa iman […]

Surat Kecil Tanpa Takhta

Pemilik tawadhu di ujung senja, selamat menyulam mimpi yang kau simpul sejak lama. Walau garis takdir tinggal menunggu isyarat, semoga larik-larik sajakku masih bisa kau ingat.

Sang Yaswanta, Tak banyak yang aku tahu tentang kau hanya cerita daun kering yang menjamah seluruh kata sebab raut terlampau kusut ditangkap makna  Pada hening aku berdiri menjumpai kau di kala hawa dingin menusuk kulit bersama sepatu hitam milikmu yang mendahului tak ada yang tersisa kecuali tanya dalam benak Menyibak dari layar ke layar lagi […]

Catatan Pukul Satu

Kita adalah satu yang lekas jadi kosong karena batas yang diciptakan masing-masing kita. Kita adalah utuh yang lekas jadi remuk karena berusaha jadi baik-baik saja.

Kita adalah satu yang lekas jadi kosong karena batas yang diciptakan masing-masing kita. Kita adalah utuh yang lekas jadi remuk karena berusaha jadi baik-baik saja. Kita. Masing-masing kita tahu bahwa pulang adalah ke rumah, kepelukanmu dan memeluk aku. Tapi kita, Berusaha jadi seperti yang lain. Masing-masing kita tahu bahwa bersandar pada bahumu dan bahuku adalah […]

Melalui Diam dan Menahan, Cerita Ini Berawal

Khayalan ini terlalu berlebihan, mari akhiri. Jangan tahan apapun, jangan dahului takdir dalam keadaan bagaimana pun. Biarlah yang terbang bebas, tetap terbang. Biarlah yang mengalir deras, tetap mengalir. Biarlah semesta yang menghubungkan semua yang telah terukir.

Aku seperti telah mengenalmu dengan baik sejak beberapa tahun lalu. Meski semua persepsi yang terpoles ayu dalam memoriku hanyalah nyanyian  dari bibir kering yang melantur halu. Kita tak pernah terduduk di atas kursi yang sama pada nyatanya. Kita adalah individu-individu yang duduk sendiri-sendiri, tak pernah saling mengisi walau melontar sapa pemecah sepi, apalagi basa-basi. Membungkam […]

Dua

Banyak sekali perbedaan di antara kita. Yang membuat tetap bisa bersama adalah karena kau dan aku tidak pernah memikirkan perbedaan itu. Perbedaan bukan masalah. Masalah adalah apa yang kita anggap masalah, kalau tidak kita anggap, maka itu bukan.

Kita terduduk pada dua bangku. Di kafe langganan kita pada satu minggu sore yang sendu. Meja di tengah menjadi pemisah. Duduk berhadapan dengan sedikit percakapan, kita disibukkan oleh bacaan  dalam genggaman. Kau pegang novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi. Kucoba cerna kata-kata Nietzhe tentang eksistensialisme. “Hati-hati baca Nietzhe, jadi atheis kau nanti,” katamu. “Hati-hati baca […]

Ruang Hidup

Kau bilang kita ini satu? Kau bilang kita akan bersama menemui Tuhan menagih pertanggungjawaban, meminta kesembuhan. Namun, Bhima, aku akan sembuh, untuk kamu, untuk kita, bahagialah di manapun kau berada, aku akan menjaga bapak dan ibu.

Aku terbangun karena suara teriakan dan berbagai keributan. Dari tempatku tertidur di ruang keluarga, aku seperti melihat diriku sendiri sedang membanting remote dan membenturkan kepalanya pada lantai. Aku tahu apa yang sedang terjadi tapi aku tidak bisa melakukan apapun selain menonton keributan ini. Wanita cantik kesayanganku tampak mulai gusar dan mata cantiknya menangkap mataku, kebingungan. […]

Terima Kasih Telah Pulang

Ingin rasanya menunggui mu pulang, berharap jumantara kehilangan senjanya. Lalu secarik kain tebal ku suguhkan di badan, berharap ada dingin melilit tanpa hipotermia.

Sore ini, ada yang bertamu di awan Memandang lekat Meliuk kehitaman Membuncahkan rindu yang masih asik terbenam Ingin rasanya menunggui mu pulang Berharap jumantara kehilangan senjanya Lalu secarik kain tebal ku suguhkan di badan Berharap ada dingin melilit tanpa hipotermia Nun jauh di ujung nadir ku kira Dan aku yang hendak melempar harapan jauh ke […]

Mengaung dalam Pasung

Mau sampai kapan hanya jadi teman, terus memaksa nurani untuk bilang nyaman. Hingga akhirnya hanya mampu jadi sang perawat luka, bukan alasan dari segala cerita.

Dalam ruang gelap paling rahasia Terdapat rasa yang sedang terpasung Sembunyi dalam palung kedap suara Selamanya takkan terdengar sampai muara Hanya akan jadi rahasia samudra Nurani penuh ingin untuk mengoyak lisan Yang tak pernah mampu bawa pesan Begitu pengecut Takut penolakan jadi kata lontar paling sulung Mau sampai kapan hanya jadi teman Terus memaksa nurani […]

Previous page Next page