Yang Lain

Berat Beban

Suatu hari bebanmu akan kurang dari beratmu, percayalah.

beratku hanya timbangan yang tahu bebanku hanya aku yang tahu angka 70 stagnan selalu sudah berapa tahun baru, berapa lebaran, berapa natal tubuhku sepertinya betah di angka itu sudah coba sering jalan kaki coba kurangi makan, coba kurangi minum tetap segitu-segitu saja sudah naik kelas, sudah naik tingkat nambah pikiran, nambah teman tetap segitu-segitu saja […]

Kopi Asin

Otak saya dengan cepat mengulang kejadian beberapa hari lalu. Kejadian yang membuat hidup saya tak manis lagi. Sejak hari itu, rasa kopi dalam mulut saya selalu berubah rasa. Tak manis, pahit ataupun gurih. Kopi yang saya teguk berubah rasa jadi asin.

Sore ini saya kembali beraktivitas setelah beberapa hari terpuruk karena dia. Saya kembali menjadi seorang perempuan yang sibuk. Pergi mencari inspirasi untuk menulis jadi pilihan sore ini. Saya datang ke kedai kopi di kawasan Kemang. Dan duduk di sekitar orang-orang. Sesekali saya melihat ke depan, kiri, belakang, dan kanan. Orang-orang berlalu lalang. Pergi dan datang. […]

Senyap

Kamu tahu, terkadang menjadi satu terasa rancu, namun jika dua pun terasa ragu-ragu.

Kamu tahu, terkadang menjadi satu terasa rancu, namun jika dua pun terasa ragu-ragu. Aku paham jika raga siap tuk menanti, namun hati tak bisa basa basi. Terlalu durhaka kepada kenyataan. Meronta, meminta, memaksa. Kamu tahu, ketika sel-sel otak terkontaminasi oleh hati, ikut iri, lantas berlaku konotasi. Terus saja meminta satu untuk bertemu satu lainnya. Gila! […]

Pohon Uang

Bersama iringan kepulanganku, aku berharap dalam hati semoga saat aku dewasa nanti dan mempunyai cukup uang untuk membeli sepatu mengkilap itu, aku bisa pergi menaiki pohon uang yang tinggi itu.

Ini hanyalah sepotong kisah tentang kegelisahan masa kecilku. Tentang kemana tanah lapang dan pepohonan pergi. Tentang tempat bermainku yang sudah tergantikan pohon uang, dan tentang layangan yang tak bisa ku terbangkan lagi. Tentang Ayah yang sangat aku kagumi dan Ibu seorang yang paling mengerti. Aku adalah Rama, anak yang dilahirkan normal oleh Ibuku. Aku adalah […]

Untuk Kamu yang Selalu Menetap

Maafkan aku yang selalu mengeluh akan adanya jarak dan waktu. Maafkan juga karena membuatmu selalu dirundung pilu dan kekhawatiran yang tak menentu.

Untuk kamu yang sedang merindu, Maafkan aku yang selalu mengeluh, akan adanya jarak dan waktu. Maafkan juga karena membuatmu selalu dirundung pilu, dan kekhawatiran yang tak menentu. Bagaikan air yang mengair dengan tenang, kamu menyimpan semua rasamu dalam bilik hatimu. Sendirian, penuh kecewa, resah, dan gelisah. Namun kini, ibaratkan langit dan bumi, kita tak dapat […]

Untuk Seseorang yang Sedang Kesepian

Aku mau jadi apa saja yang mengingatkanmu bahwa kau tidak pernah benar-benar sendiri. Dan sepi hanyalah bait-bait puisi yang fiksi.

Menjelang malam jatuh menimpa seisi kota, kutemukan dirimu muram menghadap ke luar jendela Ada kenangan-kenangan dan keinginan-keinginan, yang belum sempat kau tanggalkan dan tinggalkan. Udara di rongga dadamu, kini begitu sejuk dan sesak. Kau seolah ingin berteriak. Tapi kesunyian dan kesendirian, punya suara yang lebih nyaring, daripada kepedihan. Kau lalu berbaring dan mencoba memejamkan mata, […]

Saung Pak Tua

"Jangan habiskan masa mudamu hanya untuk membayar tagihan cicilan, anak muda."

Lampu-lampu sentir kian sayup tatkala congkaknya angin makin kencang berhembus bersamaan dengan menembus paksa masuk ke tulang rusuk ini. Malam makin menebar hawa mistik, sebuah akibat timbulnya mitos-mitos ciptaan orang-orang tua kita dahulu. Topik diskusi dari “Pak Tua” yang membuat kami tidak mengacuhkan suara reyot dari saung tua ini. “Tolong seduhkan kopi lagi, Nak!”. Ucap […]

Ibu-ibu Di Depan Warung

“Bu, gak pulang?” tanyaku. “Saya rumah,” Otakku mendadak bingung berusaha mengerti bahasa Ibu tersebut.

Seorang anak pernah datang ke warungku Ia ribet, bawa koper dan gendolan lainnya seperti mau pulang kampung tapi lebaran masih lama “Bu, titip ya!” katanya Ia tunjuk seorang ibu-ibu tua sedang duduk, lamunannya jauh sembari menggigiti tusuk gigi “Mau kemana?” tanyaku pada anak itu “Pamit, Bu.” Sore-sore warungku tutup sebelum maghriban di masjid Ibu-ibu itu […]

Dari Perspektif "Days After 24" Tentang Alasan Membuat Daily Vlog, Uang dan Titik Terendah Hidup

Hidup itu nggak selamanya harus seperti yang society inginkan

Raysha atau yang lebih dikenal sebagai Daysafter24, menceritakan awal mulanya membuat daily vlog tentang keseharian hidupnya. Nama Daysafter24 sendiri muncul atas idenya untuk mulai membuat daily vlog setelah ulang tahunnya yang ke-24. Ide untuk membuat daily vlog pun muncul atas serangkaian kejadian yang terjadi di hidup Raysha yang akhirnya menyadarkan Raysha bahwa perpektif orang lain […]

Istirahat Sesaat

Iya, ibukota kita ini lucu ya? Tak ada “ibu” di dalamnya. Tak ada hangat yang membuat kita ingin berlama-lama ada di tengahnya. Kalau mau tetap hidup, ya harus mampu bertahan. Kalau tidak, ya kau mati dibunuh oleh pelakon yang lain.

Kemarin, aku pulang kala mentari sudah kembali bersembunyi di balik bahari. Di tengah kota Jakarta yang penuh akan hiruk pikuk manusianya, aku membaur, tersaur, tersungkur. Rasanya kecil, mengecil, kemudian nihil. Entah apa yang aku rasa saat itu, namun rasanya memuakkan. Ketika kulihat seisi jalanan padat ibukota, selasar pertokoan yang dipenuhi manusia tanpa rumah, KRL yang […]

Previous page Next page