Yang Akan

Pilihan

Jika di dalam dirimu ada dua singa. Singa hitam dan singa putih, singa yang mana yang paling cepat tumbuh dan besar?

Pernah sekali ibuku bertanya, “Jika di dalam dirimu ada dua singa. Singa hitam dan singa putih, singa yang mana yang paling cepat tumbuh dan besar?” Aku diam sejenak, mencoba memahami kemana arah pembicaraan ini. Aku menggeleng. “Tidak tahu.” Ibuku tersenyum. “Singa yang paling sering kau beri asupan, ia akan bertumbuh dengan cepat.” Aku masih mencoba […]

Teruntuk Yang Kusebut Perempuan

Perempuan-ku, sudahkah kau terima undangan-ku? Sudah kusiapkan jamuannya; separuh hatiku.

[1] Jika Aku adalah Keluh, Maukah kau mengulurkan tangan? Mengusapnya, Agar keluh itu tetap milikmu. Jika aku adalah gaduh, Sudikah kau membisikkan suara? Lirih, berbisik: “Gaduh atau melepuh bersamaku?” Jika aku adalah riuh, Relakah kau berdiam sejenak? Menatapku, Menyadarkanku, Keluh, gaduh, riuh; itu Kamu.   [2] Kulipat rindu menjadi sebuah kertas, Kupanggil angin, lalu kutitipkan. […]

Paresthesia: Menemukan yang Tak Terjamah

Coba bantu aku. Beri aku secercah kebijaksanaan dan harapan dari relung sukmaku. Buahkan segala paling pada tiap tarikan benang merah dari nalarku. Wartakan kepadaku, apa segala yang sekarang kuusahakan akan bermakna?

Malam ini, lagi-lagi sekumpulan keraguan mengangkasa dalam cakrawalaku. Ada yang menjelma air yang membeku di jalanan yang liku. Lecat, berbahaya, dan repas. Kesempatannya terbatas. Memilih melintasi atau berhenti, ujungnya sama-sama terlibat dan membelit. Tetapi tergelincir seharusnya dapat lebih baik ketimbang terperosok. Di sini, aku sekarang. Memandang dan mengamati, tiap bayang dan remang, yang mungkin saja […]

Untuk Seseorang yang Sedang Kesepian

Aku mau jadi apa saja yang mengingatkanmu bahwa kau tidak pernah benar-benar sendiri. Dan sepi hanyalah bait-bait puisi yang fiksi.

Menjelang malam jatuh menimpa seisi kota, kutemukan dirimu muram menghadap ke luar jendela Ada kenangan-kenangan dan keinginan-keinginan, yang belum sempat kau tanggalkan dan tinggalkan. Udara di rongga dadamu, kini begitu sejuk dan sesak. Kau seolah ingin berteriak. Tapi kesunyian dan kesendirian, punya suara yang lebih nyaring, daripada kepedihan. Kau lalu berbaring dan mencoba memejamkan mata, […]

Menatap Teman Lulus Terlebih Dahulu

Untuk seluruh manusia yang berjuang untuk lulus. 

Kamu berdiri di belakang pagar reyot dan berkarat itu, kemudian satu persatu menatap teman-temanmu tersenyum, menerima banyak karangan bunga dari sejawatnya, dan kemudian berswafoto dengan hingar yang meletup-letup dari matanya. Kamu menatap dengan nanar, bahwa hari ini, kamu masih belum bisa mengundang ibu dan bapak untuk melihatmu menggunakan toga, memakai rias, dan berjalan dengan tegap […]

Previous page Next page