★ Kudapan

Home★ Kudapan

Meski sering disajikan sebagai pelengkap, Kudapan tidak pernah ketinggalan di setiap perjamuan. Ia menjelma karya yang terus berproses dan tidak pernah habis dalam melahirkan pemaknaan baru. Rubrik ini berisi yang ringan-ringan namun tidak jarang juga mengandung hal-hal yang tidak dapat ditafsir sepenuhnya, seperti Puisi, Prosa Pendek (Flash Fiction/Fiksi Mini), dan Cerita Pendek.

Memeluk Diri Sendiri

Akhir-akhir ini saya merasa sedang begitu lelah menghadapi rutinitas dalam hidup—saya menjadi penyendiri ulung, menikmati seduhan kopi sendiri di sebuah kedai yang selalu saya...

Si Rapuh

Aku terdiam di kamarku, menatap setiap sudut kamar dengan tatapan kosong Lelah Bahuku terasa berat karena beban hidup ini cukup membuatku lelah dalam menjalani kehidupan  Aku...

Satelit Tulalit

Setiap pertemuan pasti memiliki alasan, lalu membentuk makna Entah seberapa lamanya hubungan terjalin Semua berawal dari asing lalu saling mengisi, saling kenal lalu jadi teman,...

Bersemestalah

Pagi ini sembari menunggu hujan reda Sengaja kuseduhkan kopi pahit untuk menghangatkan raga yang terlanjur dingin, Lalu kunikmati pahitnya bak kepahitan...

Jangan Beri Tahu Ayah

(Tulisan ini dibuat untuk ayah, namun aku tak mau ayah membacanya)   Ayah, sebenarnya apa kabarmu Aku terlalu malu untuk sekadar bertanya kabar, padahal atap kita...

Percakapan yang Hilang

Kapan terakhir kali kita bercakap-cakap panjang, Yah Sudah lama sekali rasanya semenjak meja makan tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya Sekarang masing-masing dari kita seperti...

Top