Sepasang

Kita Adalah Sebuah Stasiun

Di stasiun, hujan jatuh tak mengenal musim. Ia turun ketika gerbong-gerbong datang, menjemput kebahagiaan dan menurunkan kesedihan, atau justru sebaliknya.

Barangkali, kita semua pernah menjadi sebuah stasiun, menunggu orang-orang datang, meski akhirnya kembali ditinggalkan. Stasiun adalah tempat menjemput seseorang setelah bepergian jauh dan kemudian pulang. Tapi seringnya, stasiun adalah tempat seseorang untuk berpamitan, melambaikan tangan dan juga menjeda pertemuan. Di stasiun, hujan jatuh tak mengenal musim. Ia turun ketika gerbong-gerbong datang, menjemput kebahagiaan dan menurunkan […]

Rembulan yang Langka

Sebenarnya ketulusan itu sangat penting pada setiap sisi. Setelah mengenalnya aku tidak takut jika penghianatan dan cacian menghampiri, pada dasarnya ketulusan tidak akan pernah berwatak seperti itu.

Setengah windu menjalin kasih kepada pria tidak acuh menjelaskan betapa banyak sayang yang sudah aku guyurkan kepadanya. Engkau jangan meragukan kekasihku, seseorang menghabiskan kendi yang berisi cinta untuk memandikan seseorang bukan tanpa alasan tentunya. Untuk itu, aku berani menghabiskan isi kendi itu karena aku tahu kasih dan sayangnya tak sebanding dengan isi kendi yang aku […]

Bunga Mawar

Dari darah itulah yang menjadikan bunga mawar putih lalu berubah menjadi merah. Kadang, kita memang terlambat menyadari seseorang begitu mencintai kita ketika orang itu sudah pergi.

Pada suatu malam, ada seekor burung yang sedang terbang di atas sebuah kebun bunga. kemudian dia melihat satu tangkai bunga mawar putih yang begitu indah. Hingga akhirnya dia pun jatuh cinta dengan bunga mawar putih itu. Burung tersebut berusaha keras untuk mengungkapkan perasaan cintanya. Namun sayang, sang mawar putih menanggapi usaha burung itu dengan ucapan […]

Pencarian dan Penantian

Setiap pencarian pasti punya titik penemuan masing-masing. Setiap penantian pasti punya titik kedatangan masing-masing.

Derai hujan membasahi tanah dan ilalang Berjalan tuan mengembara mencari jalan pulang Telah dilaluinya segala yang merintang Telah disentuh dan menyentuhnya oleh segala yang pernah datang Berbaur apapun dihatinya telah tertuang Peluh ditubuhnya tak menghadang Setiap langkahnya selalu terkenang Derai cemara di musim hujan Di beranda rumah yang berisik oleh gemercik suara hujan Sayup-sayup angin […]

Sebuah Lorong

Lalu engkau datang menggenggam tanganku. Mengajakku menelusuri lorong itu bersama-sama. Senyummu cerah, ronamu menghilangkan lelah, takutku takluk pada hadirmu.

Aku berdiri di depan sebuah lorong Panjang, gelap dan seakan tak berujung Bulu kudukku bergidik ngeri Tentang lorong itu dan apa yang ada di ujung sana Lalu engkau datang menggenggam tanganku Mengajakku menelusuri lorong itu bersama-sama Senyummu cerah, ronamu menghilangkan lelah Takutku takluk pada hadirmu Lorong yang aku kira gelap, ternyata tidak segelap itu Di […]

Sebuah Perjalanan

Aku pernah menerka-nerka berapa banyak angka yang dituliskan untuk menulis jarak antara Binjai dan Jogja, pun perihal harga tiket pesawat yang waktu itu tak sanggup ku beli.

Aku pernah menerka-nerka berapa banyak angka yang dituliskan untuk menulis jarak antara Binja dan Jogja, pun perihal harga tiket pesawat yang waktu itu tak sanggup ku beli Di butanya pagi, di sangarnya terik mentari, di jingganya senja dan di dinginnya malam tidak berhenti ku pinta pada Nya agar menyatunya kita dalam satu pulau, satu kota, […]

Mencintai Dengan Sederhana

Dalam mencintai, aku ingin punya alasan yang sederhana. Tidak banyak alasan kenapa aku mencintainya atau mengapa harus ia. Aku hanya ingin sesederhana karena ia punya sesuatu. Bukan paras rupawan atau uang yang bisa menjanjikan kehidupan.

Dalam mencintai, aku ingin punya alasan yang sederhana. Tidak banyak alasan kenapa aku mencintainya atau mengapa harus ia. Aku hanya ingin sesederhana karena ia punya sesuatu. Bukan paras rupawan atau uang yang bisa menjanjikan kehidupan. Aku hanya akan mencintai dia yang mencintaiku dengan baik. Itu saja bagiku sudah cukup. Baik tidak berarti ia harus cantik, […]

Resiprokal

Kau ambil persediaan kayu di lebat hutanmu menggenggam sebagian aku dan kesetiaan adalah bahan bakar yang tersisa menghangatkan seisi ruang tamu.

Sejak hari itu aku berjalan ke dalam tatapmu memperkenalkan diriku menyambut dingin di gerbang kelopak yang jauh menatap. Sejauh aku menjelajahi rimba di matamu, selalu kujumpai rasa takut yang memenjarakan retina agar cahaya sirna sebelum hari kau rajut. Pernah sekali waktu, mata kita bertamu. Kau melihat mata sayuku. Mulai detik itu, kau ambil persediaan kayu […]

Aku Tak Seistimewa Puisi Kau

Aku cemburu pada puisi kau. Yang kau pikirkan hingga rambut kau berjatuhan, kau khawatirkan hingga jemari kau gemetaran, kau rindukan hingga kau tak sudi kelelapan.

Aku tak seistimewa puisi kau. Yang kau lahirkan dengan penuh cinta, kau susui dan kau rawat hingga ia tumbuh dengan indah. Aku tak seistimewa puisi kau. Yang kau beri makan mereka dengan waktu tidur kau yang kurang, atau ingatan kau tentang melahap kentang untuk sarapan. Aku tak seistimewa puisi kau. Yang kau namai dengan sepenuh […]

Rona Pada Paras

Engkau harus tau, deru seruan ronamu itu menenggelamkan biru di diriku

Rona merah di pipimu Membuatku tersipu malu Mata tak lihai bersembunyi, kau tahu itu Melihat kanan kiri lamun tertuju ronamu itu Gelagapan bertingkah tak menentu Lelaki pemalu; yang pertama kali tidak malu Namun memalukan saat pertama kali bertemu Aku tertambat saat kau ceritakan sisi dari gelap malam Yang membuatmu mencintai larik sajak Yang engkau hela […]

Previous page Next page