Senadi

Surat Terbuka untuk Ayah

Ayah, jangan pernah lupa untuk selalu mencintai kami. Seperti kami pun, sesungguhnya demikian.

Ayah, tahukah kau Bahwa saat aku kecil kaulah satu-satunya sosok yang selalu kubanggakan kepada semua yang kutemui. Selalu kuceritakan betapa hebatnya dirimu demi keluarga. Betapa bangganya aku padamu, dulu.   Ayah, tahukah kau Ketika aku remaja jika ada yang bertanya lelaki seperti apa yang ingin kujadikan pendamping. Aku selalu menjawab “Lelaki itu harus seperti papaku” […]

Ku Tak Pulang-pulang ke Rumah

Sejauh-jauhnya pergi, jangan pernah lupa untuk pulang. Meski hanya sesekali, ingatlah, dampaknya bisa berkali-kali bagi perspektif yang lain.

Sejauh-jauhnya kaki melangkah, kepada rumahlah jua kita kembali. Tanah rantau sudah merawat saya selama lebih dari empat tahun. Kebaikan-kebaikan, rasa manis, pengalaman-pengalaman luar biasa, kenangan yang sulit lupa, pojok-pojok dan kanal-kanal yang setiap sudutnya memiliki cerita sendiri tentu kadang membuat saya alpa bahwa saya punya rumah nun jauh di sana. Bukan saat-saat seperti ini saya […]

Previous page Next page