Senadi

Pangestu

Tahun ini, sepantasnya genap dua puluh empat tahun usia pernikahan kalian. Sayang, kandas raga Ibu meninggalkan rongga menganga dalam jiwa Bapak.

Kali pertama Bapak bersuka tanpa hadirmu. Tahun ini, sepantasnya genap dua puluh empat tahun usia pernikahan kalian.   Sayang, kandas raga Ibu meninggalkan rongga menganga dalam jiwa Bapak.   Walau paut cinta Bapak pada Ibu terbilang abadi. Tiap malam, meraung rindu keluhnya dalam diam.   Sedatangnya tuan matahari, kembali Bapak pasang kokoh tembok kemauan tuk […]

Ulu

Sampai kapan sebuah ruangan kosong yang seharusnya berkelut damai menjadi sebuah kumpulan kebisingan dan ingatan-ingatan pekak yang menumpulkan telinga, hati, dan ubun-ubun kepala?

Berkas berkas mu, ku, ka, ia, ada… Cahaya- bercahaya membekas, tertoreh di lubuk malam yang ter-kelam, walau ditemani sinar bulan, yang terpendam awan, lalu padam. — Seperti melihat ke belakang, berbaris-baris orang-orang yang berada di dalam sebuah ruangan sunyi- berbunyi- hanya menggema di dalam suatu kosong yang terisi oleh basahnya air- aliran-aliran syaraf yang menggeluti […]

Cinta Tak Semenakutkan Itu, Sayang

Tak peduli seberapa tinggi tembok yang kau bangun hanya demi membentengi hatimu, yang kuat hanyalah tembokmu saja.  

Cinta tak semenakutkan itu, sayang. Tak selalu seperti hatimu yang dipatahkah bertubi-tubi, Tak selalu seperti yang digambarkan oleh pertengkaran juga perpisahan ayah dan ibumu, Tak selalu seperti temanmu yang datang hanya untuk menangis-nangis di bahumu, Tak selalu seperti masa lalu yang beranjak hanya demi orang baru, Tak selalu seperti kata tidak pada ajakan berkencan, Tak […]

Dari Perspektif Rega Bernando

Jangan pernah takut untuk berubah. Jangan pernah takut untuk dijauhi dan tidak diterima oleh lingkungan.

Rega Bernando atau yang kini lebih akrab disapa Beno adalah seorang mantan transgender. Dahulu, pria yang merupakan anak ke 2 dari 4 bersaudara ini lebih dikenal oleh lingkungannya sebagai seorang Kimberly. Beno menggambarkan sosok Kimberly sebagai perempuan berambut panjang yang selalu bahagia dan menghabiskan waktu di hidupnya dengan party serta gaya hidup yang menyenangkan. Bahkan […]

Renungan

Sebuah renungan untuk menghargai penderitaan.

Setiap kita tidak dapat memilih terlahir dari keluarga yang seperti apa. Begitu pula dengan pilihan untuk dibesarkan, mendapatkan pendidikan yang baik, curahan kasih sayang serta cerita-cerita yang kerap menghiasi layar imajinasi kita tentang arti sebuah kebahagiaan. Tidak bisa. Namun, biar bagaimanapun, Tuhan sudah sangat adil menempatkan kita di posisi sekarang. Meski menurut kita mungkin belum […]

Surat Terbuka untuk Ayah

Ayah, jangan pernah lupa untuk selalu mencintai kami. Seperti kami pun, sesungguhnya demikian.

Ayah, tahukah kau Bahwa saat aku kecil kaulah satu-satunya sosok yang selalu kubanggakan kepada semua yang kutemui. Selalu kuceritakan betapa hebatnya dirimu demi keluarga. Betapa bangganya aku padamu, dulu.   Ayah, tahukah kau Ketika aku remaja jika ada yang bertanya lelaki seperti apa yang ingin kujadikan pendamping. Aku selalu menjawab “Lelaki itu harus seperti papaku” […]

Ku Tak Pulang-pulang ke Rumah

Sejauh-jauhnya pergi, jangan pernah lupa untuk pulang. Meski hanya sesekali, ingatlah, dampaknya bisa berkali-kali bagi perspektif yang lain.

Sejauh-jauhnya kaki melangkah, kepada rumahlah jua kita kembali. Tanah rantau sudah merawat saya selama lebih dari empat tahun. Kebaikan-kebaikan, rasa manis, pengalaman-pengalaman luar biasa, kenangan yang sulit lupa, pojok-pojok dan kanal-kanal yang setiap sudutnya memiliki cerita sendiri tentu kadang membuat saya alpa bahwa saya punya rumah nun jauh di sana. Bukan saat-saat seperti ini saya […]

Previous page Next page