Sekitar

Bertamu ke Bumi

Justru itulah saya mesti mencintai bumi, yang berarti, saya juga harus belajar lebih giat mencintai diri sendiri. Ketika saya mengkhianati alam, saya berarti menyakiti diri sendiri. Bahkan, juga melukai orang-orang lain yang saya cinta.

Saya percaya, memberi dengan mengharapkan balasan bukanlah cinta. Dan kita punya sisi dalam diri untuk bersikeras memenuhi kebutuhan, bahkan menjaga dan menguasainya demi napas yang langgeng. Ada pertanyaan yang berbalik ke saya, apakah saya betul-betul mencintai bumi jika sebetulnya saya hanya ingin hidup dan kematian adalah hal yang sering saya tunda? Conservation International menyatakan bahwa […]

Terima Kasih Telah Pulang

Ingin rasanya menunggui mu pulang, berharap jumantara kehilangan senjanya. Lalu secarik kain tebal ku suguhkan di badan, berharap ada dingin melilit tanpa hipotermia.

Sore ini, ada yang bertamu di awan Memandang lekat Meliuk kehitaman Membuncahkan rindu yang masih asik terbenam Ingin rasanya menunggui mu pulang Berharap jumantara kehilangan senjanya Lalu secarik kain tebal ku suguhkan di badan Berharap ada dingin melilit tanpa hipotermia Nun jauh di ujung nadir ku kira Dan aku yang hendak melempar harapan jauh ke […]

Tidur, Nak

Tidur, Nak… Mak tahu langkahmu sudah amat kepayahan, menyusuri hidup dan naik turun tangga samsara yang panjangnya ampun-ampunan.

Tidur, Nak… Mak tahu langkahmu sudah amat kepayahan, menyusuri hidup dan naik turun tangga samsara yang panjangnya ampun-ampunan. Sering sudah engkau jatuh, jalan pincang-pincang, dan lutut bergemetar. Mengapa masih saja kaulawan segala lelah? Berhentilah barang sedetik. Waktu memang tiada berjeda, tetapi pahamilah bahwa dirimu butuh rebah. Meski masih amat panjang jalan di depanmu, meski masih […]

Untuk Setiap Singgah yang Tak Pernah Menjadikannya Rumah

Tujuh milyar manusia, katanya, namun ia gemar sekali mempertemukan sebelum akhirnya memisahkan—menjadikan yang awalnya asing menjadi tak asing, sebelum akhirnya kembali menjadikannya asing.

Perihal kehidupan, ternyata ia memang jenaka apa adanya. Tujuh milyar manusia, katanya, namun ia gemar sekali mempertemukan sebelum akhirnya memisahkan—menjadikan yang awalnya asing menjadi tak asing, sebelum akhirnya kembali menjadikannya asing. Berpindah mengetuk dari satu hati ke hati yang lainnya, hanya untuk sekedarnya singgah sementara. Berpindah secara berkala sampai akhirnya kita lupa, sudah berapa banyak […]

Dasar yang Sama

Manusia sama pada dasarnya. Kita hanya sedang melalui persimpangan jalan yang berbeda, namun sama tujuannya.

Setiap saat terasa seperti malam. Pagi itu gelap. Siang itu dingin, Malam tetap menjadi malam. Seolah waktu tak bergerak, rasanya seperti berjalan di atas benang yang melingkar tak berujung. Memasang senyuman indah sekuat tenaga. Menegapkan badan, jangan sampai bungkuk. Menjaga intonasi bicara, jangan sampai terbawa emosi. Semua itu dengan ganas mengikat, agar menjadi rutinitas abadi. […]

Doa-Doa Pada Tuhan yang Sederhana, 09

Tuhan, terima kasih untuk hari ini. Untuk lutut yang masih mampu menekuk, dan pejam yang masih sudi mampu untuk memujamu, dan utuh hadirmu dalam diri kami.

Tuhan, terima kasih untuk hidup. Terima kasih untuk napas. Terima kasih untuk mata yang masih mampu membuka, dan mulut yang masih mampu bersuara, masih mampu memujamu. Terima kasih untuk tidur di malam kemarin yang kauberi pada kami hingga kami mampu membuka mata kembali, dan rayakan syahdu dunia ini. Tuhan, kami adalah hamba yang kotor dan […]

Air Mata Kota

Semakin banyak orang yang tinggal, semakin banyak kebutuhan yang berdesakan meminta dikenyangkan. Semakin banyak kekayaan yang harus dibagi-bagikan. Mulai dari makanan, listrik, jalan raya, bus-bus murah, hingga air yang bisa memuaskan dahaga.

Perkenalkan, ia Kota. Tidak pernah mengeluarkan air mata, Dengan sepasang bibir yang tersenyum senantiasa, Seperti selalu bahagia, tidak ada duka, tidak pula lara. ** Kota sudah biasa, dengan hiruk pikuk manusia dan mimpi mereka yang lalu lalang di atasnya. Saking banyaknya fasilitas dan tentu saja lowongan pekerjaan yang ditawarkan di sana, tak ayal menjadikan Kota […]

Cahaya

Apa jika melakukan kebaikan, harus kita perhitungkan? Meneriakkan kata-kata kemanusiaan, namun tindakan mencerminkan kebiadaban.

Di dalam satu entitas yang hampa, Kita kembali menjadi yang terasingi. Terkukung dalam berbagai rasa tak percaya, Merampok mimpi, memperkosa jiwa. Mendamba hal yang baik, Namun diputus semua yang terkait. Dikutuk karna berbeda dari biasa, Lalu tunduk kepada yang berkuasa. Apa jika melakukan kebaikan, Harus kita perhitungkan? Meneriakkan kata-kata kemanusiaan, Namun tindakan mencerminkan kebiadaban. Tanpa […]

Manusia Bermahkota Agama

Di televisi, para petinggi adu argumentasi perihal agama, mencla-mencle mengupas ayat a, b, c, d demi apologia, padahal kitab suci di rumah mereka sendiri dimakan ngengat berlapis debu jarang dibuka.

Di selasar kampus, gadis berliontin salib mengingatkan sahabatnya, si kerudung coklat agar lekas salat. Di mulut gang sempit, seorang atheis bermuka sekeras granit memungut kucing jalanan bau bacin hampir mati. Di pelosok dusun, ibu-ibu bertelekung berhenti ngaji mencacak selamatkan tetangga pemakan babi, yang rumahnya dilalap api. Di televisi, para petinggi adu argumentasi perihal agama, mencla-mencle […]

Titik Buta

Beberapa manusia membuka mata pada runyamnya dunia, lebih banyak lagi yang memilih buta. Menjalani kehidupan dan bersikap baik-baik saja seakan dunia sudah berjalan sebagaimana mestinya. Tapi kadang menjadi buta adalah pilihan. Pilihan untuk tidak membuka mata pada sekitar dan pilihan untuk tetap hidup tanpa bersentuhan.

Manusia kerap berteduh di bawah atap dosa-dosa yang mulai dilazimkan. Semua pelanggaran dan hal-hal yang tak wajar terlihat sangat jelas, namun pada titik tertentu manusia justru memilih menjadi buta.  Menutup mata atas bencana karena ulah tangan mereka atau menjadi tuli karena hak-hak minoritas yang masih diperdebatkan. Kampanye untuk menjaga semesta dan menciptakan masyarakat raharja tampaknya […]

Previous page Next page