Sekitar

Doa-Doa Pada Tuhan yang Sederhana, 09

Tuhan, terima kasih untuk hari ini. Untuk lutut yang masih mampu menekuk, dan pejam yang masih sudi mampu untuk memujamu, dan utuh hadirmu dalam diri kami.

Tuhan, terima kasih untuk hidup. Terima kasih untuk napas. Terima kasih untuk mata yang masih mampu membuka, dan mulut yang masih mampu bersuara, masih mampu memujamu. Terima kasih untuk tidur di malam kemarin yang kauberi pada kami hingga kami mampu membuka mata kembali, dan rayakan syahdu dunia ini. Tuhan, kami adalah hamba yang kotor dan […]

Air Mata Kota

Semakin banyak orang yang tinggal, semakin banyak kebutuhan yang berdesakan meminta dikenyangkan. Semakin banyak kekayaan yang harus dibagi-bagikan. Mulai dari makanan, listrik, jalan raya, bus-bus murah, hingga air yang bisa memuaskan dahaga.

Perkenalkan, ia Kota. Tidak pernah mengeluarkan air mata, Dengan sepasang bibir yang tersenyum senantiasa, Seperti selalu bahagia, tidak ada duka, tidak pula lara. ** Kota sudah biasa, dengan hiruk pikuk manusia dan mimpi mereka yang lalu lalang di atasnya. Saking banyaknya fasilitas dan tentu saja lowongan pekerjaan yang ditawarkan di sana, tak ayal menjadikan Kota […]

Cahaya

Apa jika melakukan kebaikan, harus kita perhitungkan? Meneriakkan kata-kata kemanusiaan, namun tindakan mencerminkan kebiadaban.

Di dalam satu entitas yang hampa, Kita kembali menjadi yang terasingi. Terkukung dalam berbagai rasa tak percaya, Merampok mimpi, memperkosa jiwa. Mendamba hal yang baik, Namun diputus semua yang terkait. Dikutuk karna berbeda dari biasa, Lalu tunduk kepada yang berkuasa. Apa jika melakukan kebaikan, Harus kita perhitungkan? Meneriakkan kata-kata kemanusiaan, Namun tindakan mencerminkan kebiadaban. Tanpa […]

Manusia Bermahkota Agama

Di televisi, para petinggi adu argumentasi perihal agama, mencla-mencle mengupas ayat a, b, c, d demi apologia, padahal kitab suci di rumah mereka sendiri dimakan ngengat berlapis debu jarang dibuka.

Di selasar kampus, gadis berliontin salib mengingatkan sahabatnya, si kerudung coklat agar lekas salat. Di mulut gang sempit, seorang atheis bermuka sekeras granit memungut kucing jalanan bau bacin hampir mati. Di pelosok dusun, ibu-ibu bertelekung berhenti ngaji mencacak selamatkan tetangga pemakan babi, yang rumahnya dilalap api. Di televisi, para petinggi adu argumentasi perihal agama, mencla-mencle […]

Titik Buta

Beberapa manusia membuka mata pada runyamnya dunia, lebih banyak lagi yang memilih buta. Menjalani kehidupan dan bersikap baik-baik saja seakan dunia sudah berjalan sebagaimana mestinya. Tapi kadang menjadi buta adalah pilihan. Pilihan untuk tidak membuka mata pada sekitar dan pilihan untuk tetap hidup tanpa bersentuhan.

Manusia kerap berteduh di bawah atap dosa-dosa yang mulai dilazimkan. Semua pelanggaran dan hal-hal yang tak wajar terlihat sangat jelas, namun pada titik tertentu manusia justru memilih menjadi buta.  Menutup mata atas bencana karena ulah tangan mereka atau menjadi tuli karena hak-hak minoritas yang masih diperdebatkan. Kampanye untuk menjaga semesta dan menciptakan masyarakat raharja tampaknya […]

Doa

“Bu, hari ini aku ke DPR atas nama keadilan. Kalau seandainya aku harus seperti Ayah, mohon ikhlaskan aku. Kupastikan Ibu akan tinggal di negara yang menjamin hak rakyatnya. Maafin aku. Aku sayang Ibu. Terima kasih buat semua yang indah di hidup aku.”

Barangkali keadilan bukan sesuatu yang diberikan cuma-cuma. Hak asasi adalah omong kosong yang walau sering kali disuarakan, pada akhirnya tetap menjadi angan belaka. Sialnya, meski keadilan digadang-gadang sebagai sesuatu yang harus dinikmati seluruh manusia, kekuasaan lebih menggoda untuk dimiliki dan menjadi jurang pemisah jalan menuju keadilan. Seperti rindu yang harus tandas pada kuasa jarak, atau […]

Aku Hidup

Aku hampir mati oleh senjata. Beramunisi kata-kata. Diserbu seraya jutaan serangga. Terlahir dari buku-buku. Yang bercumbu bebas dalam pikiran.

Aku hampir mati oleh senjata Beramunisi kata-kata Diserbu seraya jutaan serangga Terlahir dari buku-buku Yang bercumbu bebas dalam pikiran Tapi aku memilih untuk hidup dan turun ke jalan untuk melawan Kawan-kawan ku kau Renggut dengan alasan keamanan. Lalu kau tikam, lebam Aku berterima kasih sebab engkau telah memberi pelajaran berarti kepada kami akan bentuk penindasan! […]

Kabar Ibuku

Bu, ibu. Kabarmu baik-baik saja bukan? Kuharap demikian. Begitupun negeriku.

Bu, ibu. Kabarmu baik-baik saja bukan? Kuharap demikian. Begitupun negeriku. Bu, Sudahkah minum obat ? Supaya kau lekas sehat. Jangan dulu sekarat. Seperti negeriku. Bu, ibu. Aku tidak bisa pulang ke rumah. Aku belum lelah. Masih harus melawan penjajah. Bu, Berkatilah aku hari ini. Melindungimu agar tak dilucuti. Wahai pertiwi.   Photo credit: Bhagavad Sambadha

Andien

Harapan adalah kemunafikan dunia. Topeng segala bentuk kelemahan. Buah dari kesedihan. Ia adalah musuh dari arogansi kehidupan, modus operandinya menghentikan segala tindakan yang mendukung dan menguatkan.

Harapan adalah kemunafikan dunia. Topeng segala bentuk kelemahan. Buah dari kesedihan. Ia adalah musuh dari arogansi kehidupan, modus operandinya menghentikan segala tindakan yang mendukung dan menguatkan. Namun harapan bukanlah hal yang bisa dihilangkan. Selalu menjadi momok bagi para pemuja ambisi. Dan ambisi adalah hasil dari keteledoran harapan yang terbengkalai. Kalimat-kalimat tersebut yang selalu terngiang dalam […]

Bungkamnya Dunia

Manusia semakin tak terjamah. Sibuk memperkaya diri, menumpuk harta, berlomba memenangkan tahta. Sampai lupa, saudaranya sendiri tengah melawan dunia di sebrang sana.

Tangis itu nyata, tercekat tak menggema. Tangan kurus penuh luka itu, menjamah cahaya dunia, memohon ditoleh barang sebentar saja. Desau erangan lapar, jeritan ketakutan, mengundang ngilu di pendengaran. Ribuan pasang netranya yang sayu menerobos gemerlap dunia, sedang meminta derma. Penuh Sesal, dunia tak memberi apa yang mereka minta. Mendadak senyap. Ia enggan berkomentar walau seucap […]

Previous page Next page