Sekitar

Titik Buta

Beberapa manusia membuka mata pada runyamnya dunia, lebih banyak lagi yang memilih buta. Menjalani kehidupan dan bersikap baik-baik saja seakan dunia sudah berjalan sebagaimana mestinya. Tapi kadang menjadi buta adalah pilihan. Pilihan untuk tidak membuka mata pada sekitar dan pilihan untuk tetap hidup tanpa bersentuhan.

Manusia kerap berteduh di bawah atap dosa-dosa yang mulai dilazimkan. Semua pelanggaran dan hal-hal yang tak wajar terlihat sangat jelas, namun pada titik tertentu manusia justru memilih menjadi buta.  Menutup mata atas bencana karena ulah tangan mereka atau menjadi tuli karena hak-hak minoritas yang masih diperdebatkan. Kampanye untuk menjaga semesta dan menciptakan masyarakat raharja tampaknya […]

Doa

“Bu, hari ini aku ke DPR atas nama keadilan. Kalau seandainya aku harus seperti Ayah, mohon ikhlaskan aku. Kupastikan Ibu akan tinggal di negara yang menjamin hak rakyatnya. Maafin aku. Aku sayang Ibu. Terima kasih buat semua yang indah di hidup aku.”

Barangkali keadilan bukan sesuatu yang diberikan cuma-cuma. Hak asasi adalah omong kosong yang walau sering kali disuarakan, pada akhirnya tetap menjadi angan belaka. Sialnya, meski keadilan digadang-gadang sebagai sesuatu yang harus dinikmati seluruh manusia, kekuasaan lebih menggoda untuk dimiliki dan menjadi jurang pemisah jalan menuju keadilan. Seperti rindu yang harus tandas pada kuasa jarak, atau […]

Aku Hidup

Aku hampir mati oleh senjata. Beramunisi kata-kata. Diserbu seraya jutaan serangga. Terlahir dari buku-buku. Yang bercumbu bebas dalam pikiran.

Aku hampir mati oleh senjata Beramunisi kata-kata Diserbu seraya jutaan serangga Terlahir dari buku-buku Yang bercumbu bebas dalam pikiran Tapi aku memilih untuk hidup dan turun ke jalan untuk melawan Kawan-kawan ku kau Renggut dengan alasan keamanan. Lalu kau tikam, lebam Aku berterima kasih sebab engkau telah memberi pelajaran berarti kepada kami akan bentuk penindasan! […]

Kabar Ibuku

Bu, ibu. Kabarmu baik-baik saja bukan? Kuharap demikian. Begitupun negeriku.

Bu, ibu. Kabarmu baik-baik saja bukan? Kuharap demikian. Begitupun negeriku. Bu, Sudahkah minum obat ? Supaya kau lekas sehat. Jangan dulu sekarat. Seperti negeriku. Bu, ibu. Aku tidak bisa pulang ke rumah. Aku belum lelah. Masih harus melawan penjajah. Bu, Berkatilah aku hari ini. Melindungimu agar tak dilucuti. Wahai pertiwi.   Photo credit: Bhagavad Sambadha

Andien

Harapan adalah kemunafikan dunia. Topeng segala bentuk kelemahan. Buah dari kesedihan. Ia adalah musuh dari arogansi kehidupan, modus operandinya menghentikan segala tindakan yang mendukung dan menguatkan.

Harapan adalah kemunafikan dunia. Topeng segala bentuk kelemahan. Buah dari kesedihan. Ia adalah musuh dari arogansi kehidupan, modus operandinya menghentikan segala tindakan yang mendukung dan menguatkan. Namun harapan bukanlah hal yang bisa dihilangkan. Selalu menjadi momok bagi para pemuja ambisi. Dan ambisi adalah hasil dari keteledoran harapan yang terbengkalai. Kalimat-kalimat tersebut yang selalu terngiang dalam […]

Bungkamnya Dunia

Manusia semakin tak terjamah. Sibuk memperkaya diri, menumpuk harta, berlomba memenangkan tahta. Sampai lupa, saudaranya sendiri tengah melawan dunia di sebrang sana.

Tangis itu nyata, tercekat tak menggema. Tangan kurus penuh luka itu, menjamah cahaya dunia, memohon ditoleh barang sebentar saja. Desau erangan lapar, jeritan ketakutan, mengundang ngilu di pendengaran. Ribuan pasang netranya yang sayu menerobos gemerlap dunia, sedang meminta derma. Penuh Sesal, dunia tak memberi apa yang mereka minta. Mendadak senyap. Ia enggan berkomentar walau seucap […]

Di Bawah Ayun Lengan Rezim Waktu

Kita masih bisa bahagia; menyadari kita hanya perlu mengizinkan masa berlalu lebih lama

Kita dilahirkan dengan musim kita masing-masing; lengkap dengan seperangkat rasa khawatir yang perlu karena terkadang pagi dan sore kita bertemu di bawah ayun lengan rezim waktu Kita masih bisa bahagia; menyadari kita hanya perlu mengizinkan masa berlalu lebih lama karena pertikaian selama ini adalah perihal bertukar lepas: malamku hampir tuntas, sementara siangmu sebentar lagi tandas […]

Utopia

Kotaku adalah utopia, daerah paling digemari di seluruh dunia. Kalau suatu kali kamu singgah, percayalah padaku, kamu tidak akan menemukan masalah.

Februari 2020 Kotaku adalah utopia, daerah paling digemari di seluruh dunia. Kalau suatu kali kamu singgah, percayalah padaku, kamu tidak akan menemukan masalah. Di kotaku tak ada polusi udara, tak ada antrian panjang kendaraan, tak ada sampah berserakan, bahkan tak ada kerumunan massa yang membuat kebisingan. Bahkan kalau kamu mau kutemani pergi ke gorong-gorong kota, […]

Tak Perlu Sama

Seperti kata kak Novie Ocktaviane di buku Bertumbuh, “Kilometer nol setiap orang itu berbeda. Kita tak perlu memaksakan sama.”

Seperti kata kak Novie Ocktaviane di buku Bertumbuh, “Kilometer nol setiap orang itu berbeda. Kita tak perlu memaksakan sama.” Saya kilometer nol nya di Bandung, kamu mungkin di Jakarta, Depok, Bekasi, dan kota lainnya sesuai tempatmu berada. Kalau tujuan kita ke Ciamis, maka yang sampai duluan kemungkinan saya, lalu kamu menyusul. Belum lagi ditambah kemungkinan terjadi hal lain […]

Burung-Burung Kertas

Hari-hari kita telah usang, sebelum sempat mengucap sayang. Tapi, bisakah aku membuka jeruji? Agar kita bisa terbang tinggi lagi?

Kawan, Ada burung-burung terbang dengan kertas. Membawa pensil, dan kenangan yang membekas. Mengitari angkasa dengan kasih. Bersama hatiku yang sebentar lagi akan rapuh. Hari-hari kita telah usang. Sebelum sempat mengucap sayang. Tapi, bisakah aku membuka jeruji? Agar kita bisa terbang tinggi lagi? Kawan, Diriku kehilangan harap tentang kita. Kita yang pernah terbang tinggi bersama. Mengudara […]

Previous page Next page