Hidup
Banyak hal yang terjadi dalam setiap kehidupan. Kami memfokuskan lebih kecil menjadi Senadi yang berhubungan dengan isu-isu kekeluargaan, Sepasang yang membicarakan relasi antarkekasih, dan Sekitar yang berisi tentang social relationship seperti persahabatan atau ikatan-ikatan lainnya.

Melawan Malam

Entah sampai kapan ia akan berperang dengan malam yang bahkan tak lakukan kesalahan. Entah sampai kapan ia terus abaikan bahwa kecewa yang tak pernah ia selesaikan dengan berani, pasti menantinya di depan.

Pagi selalu menakutkan baginya. Seperti akan dihukum mati. Pikirnya dengan menunda lelap ia dapat menipu waktu. Gelisah. Hatinya begitu resah.   Setiap malam ia meringkuk sembari memaksa mata yang sudah berat untuk membelalak lalu membiarkan isi kepala terbang melayang-layang hingga berakhir jatuh tenggelam dalam pikiran ketakutan.   “Aku benci pagi. Tidak bisakah malam mengambil peran […]

Kintsugi—Sebuah Proses Kehidupan

Untuk setiap jatuh yang meninggalkan luka, untuk setiap sedih yang masih dirasa, untuk setiap amarah yang harus disampaikan malam ini juga—kalian adalah bukti bahwa hidup akan selalu berputar pada prosesnya

Perihal hidup, saya rasa tak ada satu pun dari kita yang ahli dalam menjalaninya. Kalaupun ada, saya yakin ia hanya mengada-ada saja. Kalaupun ada, ia tak pernah ada. Artinya, ya memang tidak ada. Lantas maksud ucapanmu apa? Mungkin setelah ini kau akan bertanya demikian, ya. Entah mungkin karena sudah terlalu kesal membaca beberapa kalimat pertama […]

Membenci Ibu Kota

Mereka lebih suka menggunakan tanda seru atau sama sekali tidak menggunakan tanda baca. Seolah mereka selalu tergesa-gesa menyelesaikan tiap-tiap kalimat, seakan setiap besok adalah hari kiamat.

Aku tak pernah benar-benar suka tinggal di ibu kota. Terlalu banyak pertanyaan di sana. Misalnya, mengapa harus ada kata ibu dan tidak ada kata kita di sana? Orang-orang bertanya tidak lagi dengan tanda tanya. Mereka lebih suka menggunakan tanda seru atau sama sekali tidak menggunakan tanda baca. Seolah mereka selalu tergesa-gesa, menyelesaikan tiap-tiap kalimat, seakan […]

Legitimasi Rasa

Ia sederhana, dan karenanya ada yang terus menajam diasah waktu. Ada rasa yang tumbuh tanpa perlu dipupuk banyak alasan.

Aku dan ia adalah sepasang manusia masa lalu, hidup dalam kisah hitam putih yang berdebu dan tak banyak orang tahu. Aku dan ia tidak saling bertemu, karena aku yang lebih dulu menemukannya pada tiga tahun yang lalu. Ia sederhana, dan karenanya ada yang terus menajam diasah waktu. Ada rasa yang tumbuh tanpa perlu dipupuk banyak […]

Mimpi-Mimpi Mampus

kita suka lupa, bisa jadi mimpi buruk lebih sering datang daripada mimpi baik.

You may say I’m a dreamer, but I’m not the only one. Begitu kata John Lennon di lagu “Imagine”. Sebagai seorang pemimpi, saya merasa empowered setiap mendengar lirik tersebut. Saat kecil, saya bermimpi menjadi dokter. Bisa jadi sebetulnya itu hasil doktrin orang tua atau masyarakat umum kepada kami, anak-anak kecil. Waktu dulu. ayah saya menjalani […]

Mencukupi Hal yang Tidak Pernah Tercukupi

Ini yang menyebabkan kita selalu bertanya-tanya kepada kata dan rasa cukup. Mengapa kata dan rasa cukup diciptakan jika memang kita tidak akan pernah merasa cukup? Mengapa harus ada nilai cukup, jika yang terbaik adalah ia yang mendapatkan jauh lebih besar dari nilai rata-rata? Mengapa kita selalu merasa bahwa kita pantas diberi upah lebih, padahal mungkin yang sekarang sudah cukup?

“Jangan lupa atur tempat tujuanmu, supaya kau tahu kemana arahmu melaju.” Kata-kata tersebut selalu menjadi senjata terbaik untuk menceramahi orang-orang, supaya mereka memiliki tujuan, supaya mereka bekerja keras, supaya mereka memiliki arah kemana harus pergi dan supaya mereka tidak malas-malasan saja, tidak melulu menunggu rezeki dan mengeluh tentang segala hal yang terjadi dalam kehidupan. Beberapa […]

Bersawala dalam Senja

Berbeda dengan Pak Sapardi yang katanya ingin mencintaimu dengan sederhana, aku justru ingin mengatakan bahwa aku ingin mencintaimu dengan sangat sempurna, sesempurna cara si kumbang yang mengambil nektar dari cantiknya wajah mawar.

Saat senja menggantungkan keindahan di hamparan cakrawala, kita terduduk dalam dua bangku, dipisahkan oleh sebuah meja namun tetap disatukan oleh rasa cinta. Kita saling berhadapan, memandang sesekali, namun tetap terjaga dalam diam yang tidak begitu menjemukan. Senja kala itu kita sepakat hendak bersawala panjang tentang mimpi-mimpi yang hendak kita raih bersama. Setelah puluhan malam kulewati […]

Berteman dengan Ketakutan

Layu dipaksa tumbuh, rapuh dipaksa utuh

Pulang kembali pada rumah adalah ketakutan Tamu lampau hadir tak pernah usai Pelarian nyatanya tidak mampu menutup luka Dan ingatan-ingatan justru melahirkan air mata   Pulang kembali pada rumah adalah ketakutan Kebahagiaan hanya bersua dalam foto Ruang sendiri tidak dapat dijangkau Dan kian menghutan menyisakan kepingan parau   Manusia adalah penderitaan Layu dipaksa tumbuh Rapuh […]

Masih Perang, Ya?

Ucapkan terima kasih kepada tubuh, diri, hati yang sudah sekuat jati.

Sejatinya, dunia memang dipenuhi banyak tanya. Pertanyaan dan teka-tekinya yang tak mampu kaujawab membuatmu terlihat bodoh berdiri di dalam dunia. Sekarang aku tahu, teka-teki sulit yang tak tertebak itu adalah pertanyaan yang kaubuat sendiri, kau sendiri juga tak tahu apa jawabnya. Lalu kau menyalahkan dirimu, orang sekitar dan semesta, kenapa mereka memberikan pertanyaan yang tak […]

Ketika Kecewa Jadi Teman

Ternyata, jatuh pun mampu menguatkan. Dan berteman dengan kecewa tak sepenuhnya jadi hal yang salah. 

“Jangan berekspektasi terlalu tinggi. Kalau tidak terpenuhi, nanti sakit hati.”  Banyak orang yang mengatakan itu kepadaku sejak dulu. Yang walau sebenarnya tanpa diucapkan secara lantang pun aku mengerti, bahwa ketika ekspektasi masih terus saja kugantung pagi ini, maka kecewa kerap kali jadi teman di akhir hari. Tapi kurasa itu adalah hal yang wajar. Mengapa? Karena […]

Previous page Next page